
"Kenapa?"tanya Lia yang heran,karena gadis itu tiba tiba berhenti.
Natha tersenyum manis kepada kembaran nya itu,setelah puas melihat setiap sudut rumah itu.
"Gak ada ,cuman mau berhenti aja tadi,pengen liat liat rumah ini!".
Lia menganggukkan kepalanya mengerti,wajar sih kan kembaran nya itu,tidak mengingat apapun jadi masih asing dengan rumah ini bahkan orang orang yang akan ditemuinya juga nanti.
Natha berlari pelan kearah Lia,lalu merangkul pundak gadis itu sambil tersenyum, menghilangkan perasaan khawatir nya,jujur saja setelah tadi masuk ke rumah ini, perasaan nya tiba tiba-tiba tidak enak tidak tahu kenapa.
Lia membiarkan pundak nya dirangkul oleh Natha,siapa tahu hubungan mereka bisa kembali baik seperti waktu kecil dan dimulai dengan hal hal seperti ini,mereka melangkahkan kakinya melewati setiap anak tangga menuju lantai tiga dimana kamar mereka berada.
Tidak menghiraukan manusia manusia yang masih yang masih menatap mereka dengan bingung ,siapa lagi jika bukan kedua abang mereka dkk serta Lesya dkk.
"Adek lo kembar tiga?"pernyataan konyol itu keluar dari mulut Alvaro Adijaya laki laki yang cuek terhadap sekitarnya itu bertanya mungkin karena kepo?,karena setahu mereka Lia hanya memiliki satu kembaran yang sama sekali tidak mirip dengan nya,juga cupu ,dekil ,punya tompel bukan nya bermaksud menghina atau bagaimana,tapi kenyataanya begitu.
Kedua laki-laki itu sejenak terdiam masih loading,mencerna apa yang saat ini terjadi,"Lia gak punya kembaran selain si cupu!"akhirnya Erik menjawab,memang benar dia tidak memiliki adik kembar tiga.
"Terus yang tadi siapa coba?"Darius bertanya,masih penasaran karena tidak mungkin jika yang mereka lihat tadi adalah Nia si cupu kembaran Lia sangat tidak mungkin.
Yang lain nya juga begitu,masih lola(loading lama), tidak bisa mencerna situasi sekarang,jika memang itu Nia apakah gadis itu melakukan operasi plastik?agar terlihat mirip dengan Lia,tapi tidak mungkin juga karena yang tadi bisa berbicara tidak seperti Nia gadis culun dan bisu.
"Tidak mungkin si cupu lah,yang tadi bisa ngomong kok gak bisu kayak si culun!"Ivanka sahabat Lesya mengeluarkan suaranya,yang diangguki oleh orang orang itu,kecuali satu orang yang masih diam dengan segala pikirannya.
Mungkin saja itu memang Nia,karena gadis itu dulunya bisa bicara,dan sangat mirip dengan Lia,bahkan Nia kecil dulu sangat cerewet dan ceria tidak seperti sekarang.
__ADS_1
Seseorang yang melihat ekspresi orang tersebut mengepalkan tangan nya kuat,mungkin pemikiran mereka sama gadis tadi adalah Nia, dan jika iya memang benar,maka awas saja gadis itu karena sudah mulia berani mencari perhatian dari orang orang disekitarnya,dan itu tidak akan dia biarkan terjadi.
Orang orang hanya bisa menatapnya dan memperhatikan dia saja tidak bisa berbagi dengan yang lain, apalagi gadis culun itu.
Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing,hingga tidak menyadari dua orang yang menampilkan raut wajah yang tidak bisa ditebak, kecuali satu orang yang hanya diam dan mengamati mereka satu persatu.
***
Natha membaringkan tubuhnya di kasur yang ada di kamar Nia, sebelumnya dia sudah menjelajahi kamar ini dari sudut ke sudut dan memang mewah sih, walaupun keluarga nya tidak perduli terhadap nya namun fasilitas yang dia nikmati masih mewah.
"Btw gue di dunia asli gak ya?,apa di dunia lain kayak novel misalnya?"
"Tapi kayaknya enggak deh,tapi mungkin aja sih"
"Ih,mulut gue lah"ucapnya sambil memukul pelan bibirnya refleks.
Saat ini dia sangat penasaran entah berada di dunia mana dia sekarang,ingin bertanya namun harus bertanya kepada siapa?masa iya sama Lia?,bakal dikira gila dia entar, bisa bicara saja sudah membuat gadis itu kayak manusia linglung, apalagi bertanya seperti itu?.
Tidak ada henti hentinya dia bertanya kepada dirinya sendiri,dan menjawab nya sendiri sudah seperti orang gila saja.
"Gue punya ponsel gak ya?,maksudnya pemilik tubuh ini"walaupun dia penasaran namun rasa malas mencari ponsel itu lebih besar dari pada rasa penasaran nya,hingga dia memutuskan untuk menutup matanya saja,urusan ponsel dia akan mencari nya nanti saja.
"Ck,tapi gak bisa tidurlah"entah apa mau dirinya sendiri,dia tidak tahu,ingin mencari ponsel dan menemukan apa saja yang dapat membantu nya untuk mengetahui kehidupan Nia tapi dia malas,ingin tidur tapi gak bisa bisa,heran sendiri dengan dirinya mau apa.
mencoba untuk memejamkan matanya lagi,siapa tahu bisa terlelap coba saja dulu gagal atau enggaknya lihat nanti saja. Tapi sayang usahanya tidak berhasil juga,bahkan dia sudah menghitung domba dengan cara maju mundur namun
__ADS_1
tetap saja usaha sia-sia.
"Mending cari apapun ajalah,yang bisa membantu mengetahui kehidupan Nia yang dulu"itu lebih baik dan bermanfaat, daripada memaksakan matanya untuk terpejam namun tidak bisa kan gak lucu sama malaikat yang tengah memantaunya,siap tahu.
Natha mulai menggeledah isi kamar,dan tidak butuh waktu lama dan menguras tenaga ternyata,mencari apa yang bisa membantu ya,karena dilaci meja belajarnya ada buku diary berwarna ungu dan ponsel mahalnya juga.
Natha mengambil kedua benda tersebut,dan membukanya satu persatu dimulai dari buku diary itu terlebih dahulu,halaman demi halaman dia baca dan satu kalimat yang muncul dibenaknya adalah hidup Nia dulu ternyata sangat miris.
"Parah sih keluarga nya si Nia,bisa bisa nya "tidak habis pikir dengan orang orang yang ada di sekitarnya terkhusus keluarga sendiri.
Natha tetap melanjutkan kegiatan nya membaca diary itu,walaupun kadang merasa heran dan kesal disaat bersamaan terhadap orang orang yang dia sebutkan didalam buku itu.
Hingga tidak sadar sekarang telah malam dan jam menunjukkan pukul 19.30 pantas lah perutnya sudah keroncongan minta diisi, apalagi cacing cacing nya yang udah demo sedari tadi.
Dia menyimpan buku diary itu,dan menuju kamar mandi untuk cuci muka sebelum turun kebawah untuk makan, selesai cuci muka dia menuju walk in closet yang ada didalam kamarnya,dia bisa melihat baju baju mahal yang tersusun rapi didalam lemari juga sepatu ,tas dan aksesoris lainnya , branded semua,sudah dibilang bukan orang tuanya masih memberikan fasilitas yang layak untuk nya bahkan jauh dikata layak.
Sebelum membaca diary itu dia sempat mengumpati Nia dengan segala kata kata kasar yang dia tahu karena berpenampilan culun dan katrok,tapi setelah membaca diary itu dia mencoba mengerti namun tidak akan berpenampilan sama dengan nya yaitu culun,dia akan berpakaian dan bersikap seperti sifatnya saat ditubuhnya yang dulu.
Hy semua semoga suka ya,jangan lupa like komen dan klik ❤️,serta tekan ⭐ya , kasih saran juga agar cerita ini bisa lebih baik lagi.
Silahkan mampir ke cerita aku yang satunya lagi ya besty besty😇
typo nya masih banyak jadi hati hati saat membaca.
Maaf karena up nya lama, membuat kalian bosan menunggu,soalnya akhir akhir ini tidak sempat karena sibuk namun tidak untuk berikut mudah mudahan saja hehehe
__ADS_1