
Tidak ada henti hentinya Natha berdecak kagum melihat interior bangunan sekolah yang akan menjadi sekolah nya mulai saat ini."Norak banget sih lo"Natha sadar dari tadi kembaran si Nia yang menjadi kembaran nya itu ngeliatin dia ,tapi bodoh amat ya ges ya.
"B aja sih lo ngelihatnya, bola mata lo sampe mau keluar tuh!"Lia berhenti hanya untuk mengatakan hal itu namun liat respon kembaran nya itu,hanya diam dan menganggapnya angin lewat bahkan , seperti nya gedung sekolah lebih menarik dari dia.
Lia yakin jika Natha melihat fasilitas yang disediakan mungkin gadis itu akan mimisan saat itu juga,yang dilihat gadis masih itu hanya gedungnya belum fasilitasnya tapi mata kembarannya itu sudah tidak berkedip bahkan melotot untung gak jatuh dari sangkarnya.
Natha yang mendengar ocehan gadis itu memuat bola matanya,tidak bisakah gadis itu diam seperti biasa kayak patung atau apa kek."Ck,bawel banget sih lo!,biasanya juga sok cool diam kayak batu"Jika tidak ingat tujuan nya yang ingin memperbaiki hubungan mereka layak nya kembaran pada umumnya Lia mungkin sudah menendang Natha ke planet saturnus.
"Berasa artis gue diliatin mulu dari tadi,tapi wajar sih kan secara gue cantik, imut happy kiyowo,baik hati,tidak sombong dan rajin senyum "Natha tersenyum Pepsodent kearah Lia yang menetap nya kesal,seolah olah ingin menghabisi nya,namun dia tidak peduli masa bodoh yang penting dirinya puas mengagumi gedung sekolah ini.
Sedangkan Lia yang mendengar nya mati matian menahan kekesalannya di usus,sejak kapan kembaran itu senarsis ini?,untung gadis itu lupa ingatan jadi dia tidak ingat bagaimana dia dikucilkan di sekolah ini,juga bagaimana kembaran nya itu di cap sebagai sibisu pembully karena sering menyakiti Lesya,juga sebutan sebutan lainnya.
Tidak bisa dipungkiri jika Lia sakit mengingat nya,apalagi kebodohannya yang tidak mau membela kembaran nya itu,jika saja dia memutar waktu dia tidak akan melakukan kesalahan itu.
Natha memang tidak tahu seperti apa kehidupan Nia disekolah, karena sejauh dia membaca diary Nia tidak ada gadis itu menuliskan bagaimana kehidupan nya di sekolah.
🍁🍂🌿
"Ini gue harus bagaimana aisshh?"Natha tidak tahu bagaimana karakter Nia di sekolah ataupun sehari hari nya,dan sekarang dia bingung harus bersikap seperti apa.
Natha tidak sadar jika dia berhenti di koridor dan mondar mandir sudah seperti setrikaan dan menjadi pusat perhatian semua siswa yang berlalu lalang di koridor.
"AHHHHKKK LIA MISS YOU BESTY, MUACHH"Natha mendorong jidat gadis yang dia tidak tahu siapa itu dengan jari telunjuknya namun sayang tangan gadis itu tetap memeluknya ,sangat menyebalkan memang entah siapa gadis itu tiba tiba lari memeluknya dan mencium pipi nya ck!.
Gadis tersebut mengerucutkan bibirnya,dipikir lucu kah?" Lia jahat banget ih sama Risa,gue tuh pengen nanya tentang Nia tahu?"
Natha menatap gadis yang bernama Risa itu dengan senyum sumringah,teman Nia kah?,jika iya maka itu bisa membantu nya untuk menggali informasi tentang Nia dulu.
__ADS_1
"Lo siapa nya gue?"gadis itu menatap Natha bingung,"Gue Natha maksud gue Nia"sepertinya gadis itu syok hingga melepaskan pelukan nya dan Natha bersyukur akan hal itu.
"Kenalin gue Nathania Putri Dhar--eh maksud gue Dewantara sicantik ,imut dan manis" Natha mengulurkan tangan nya namun butuh waktu beberapa detik untuk mendapatkan balasan dari gadis yang bernama Risa itu.
"Nathania?,maksud Lo kalian kembar tiga?"gadis pemilik nama lengkap Clarisa Yunita Milano yang kerap disapa Risa itu masih linglung,pikiran nya terbagi menjadi dua antara percaya dah tidak.
Jika gadis itu adalah Nathania yang dijuluki sibisu dan cupu,maka dia tidak akan percaya namun jika dia adalah kembaran si Nia yang dia kenal atau lebih tepat nya mereka kembar tiga,maka dia akan percaya.
"Gue Nia kembaran Lia lo gak kenal?"bukan cuman Risa yang tidak percaya bahkan laki laki yang ada di belakang mereka menatap mereka, bukan lebih tepatnya menatap Natha dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Ck lo kenapa sih dari tadi natap gue mulu,suka ya lo sama gue?"Risa menatap Natha dengan tatapan membunuhnya, siapa juga yang suka sama nya hellow gini gini dia masih suka timun yeh dan tidak akan pernah belok,gak usah ngaco!.
"Dih,tumben banget sih lo pake kaca mata, rabun lo?"Natha jengah serius,belum juga kelar dengan gadis yang ada di hadapannya ini beban hidupnya udah nambah lagi.
Mana pake rangkul rangkul segala lagi sksd banget tahu,untung dia penyabar siapa tahu juga dia teman nya Nia kan?.
"Kekelas yok"Gadis itu menuntun Natha namun langkah mereka terhenti saat Lia menghentikan mereka.
Melihat tatapan bingung kedua manusia yang ada di hadapannya Lia akhirnya menjelaskan "Dia Nia kembaran gue,yang biasa di panggil bi-su"sungguh mengatakan hal itu membuat hati Lia sakit bak ditusuk ribuan jarum.
Lagi dah lagi Risa dan Belva dibuat melongo, mereka tidak salah dengar kan?,apa tadi katanya Nia?,yang tidak bisa bicara dan dibilang si bisu sekarang bisa bicara bagaimana bisa?,juga wajah gadis itu yang sangat sangat cantik dan mirip sekali dengan Lia.
"Udah gih kita kelas duluan, lo ikut Risa aja kalian satu kelas!"tanpa menunggu respon Nia ,Lia sudah berlalu dari hadapannya memang mengajak perang kayak nya.
Natha yang sempat ingin bersyukur karena kedatangan Lia tiba tiba mengurungkan niatnya,karena sikap gadis itu yang sangat menyebalkan.
🍁🍂🌿
__ADS_1
"Lo kenapa bos?,kusut benar tuh muka?"
Darius yang memang tidak bisa diam dan pecicilan,bertanya kepada Dave yang diam dari tadi.
Memang laki laki itu selalu diam,dan sangat dingin tapi diam nya laki laki itu saat ini beda.Dave tidak mengubris dan tetap dengan kegiatannya sibuk dengan dunianya sendiri.
"Bos kepikiran perubahan Nia yah?, emang sih cewek itu sekarang 360 derajat sudah berubah "ternyata tebakan Darius benar,melihat laki laki itu yang membuka matanya saat mendengar nama Nia.
Dan perubahan gadis itu memang tidak main main,bahkan sampai saat ini mereka masih tidak percaya jika Nia yang sekarang adalah Nia yang dulu.
"Mana senyum nya manis lagi,semanis masa depan gue sama dia"Stefanus diam flashback saat pertama kali dia melihat senyum Nia.
Dave tidak lagi mengubris , antara percaya dan tidak percaya terhadap perubahan Nia,gadis pendiam yang dia kenal dulu.
Akhirnya topik pembicaraan mereka pun adalah Nia , membuat seseorang merenggut kesal dengan hal itu,lagi lagi gadis itu,dengan tangan terkepal kuat dan gigi yang bergemeletuk orang itu menahan amarahnya "lihat apa yang akan gue lakuin cupu, nikmati saja kesenangan lo dulu " batin nya,lalu menyeringai,yang tanpa dia sadari seseorang melihat dan memperhatikan nya bahkan mengetahui niat gadis itu .
🥀
🥀
🥀
🥀
🥀
Mudah-mudahan nyambung ya ges ya ,jangan kapok untuk membacanya 🤣
__ADS_1
Jangan lupa like komen, klik ❤️ serta tekan ⭐ aku MAKSA!,kasih saran dan kritikan nya juga besty agar cerita ini bisa lebih baik lagi.
Silahkan mampir ke karya aku yang satunya lagi ya 💞,typo nya masih banyak jadi hati hati ya ges ya, papai 😉😇