
Dua hari sudah berlalu hari ini Natha sudah di perbolehkan pulang, sebenarnya dari dua hari lalu Natha sudah boleh pulang hanya saja Lia dan si mesum Dave,tidak memperbolehkan dia pulang,katanya harus benar benar pulih dulu.
Dan, seperti biasanya kedua orang tua dari pemilik tubuh yang dia tempati ini tidak datang menjenguknya, sebenarnya dia tidak peduli akan hal itu,hanya saja dia tidak habis pikir.Kok bisa gitu ada orang tua yang tidak perduli kepada anak nya.
Ceklek
Suara pintu ruang inap nya di buka dari luar,Mungkin itu Lia pikir nya,tapi setelah melihat siapa yang datang bahunya merosot ke bawah,kenapa juga harus si mesum Dave yang datang?.
"Sudah beres?"Dave menatap gadis dihadapan nya yang menampilkan raut wajah tidak suka,apakah gadis itu tidak suka dia datang ke sini?.
Tidak peduli akan ketidak sukaan gadis itu,dia melangkahkan kakinya ke arah sofa yang ada di ruangan itu,dia tidak mengalihkan pandangannya dari gadis itu sama sekali.
"Lo boleh keluar gue lagi nunggu Lia yang jemput gue!"Natha sibuk dengan kegiatannya membereskan baju baju nya selama menginap di rumah sakit,tanpa menoleh kearah Dave yang sibuk memperhatikannya.
Dave bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Natha,"Gue yang antar Lo pulang,Gue gak terima penolakan!"Natha yang mendengarnya menoleh secepat kilat ke arah Dave,hellow dia siapanya sehingga berani memaksa seperti ini?.
Jika saat membaca novel dan dia menemukan dialog seperti yang di ucapkan oleh laki laki itu,dia memang baper tingkat tinggi,namun tidak dengan saat ini dan mungkin dia akan trauma dengan kata kata legend itu hanya karena laki laki mesum yang ada di hadapannya ini.
"Jika Lo gak suka di tolak maka gue gak suka di paksa!"Dave berusaha menahan gejolak emosi yang ada di hatinya mendengar ucapan gadis itu.
Natha merasakan tubuhnya melayang dan dengan refleks dia mengalungkan tangannya keleher Dave,takut jatuh.Sudah laki laki itu bilang bukan jika dia tidak terima penolakan!,maka jangan salahkan dia jika bertindak sendiri seperti sekarang.
Natha tidak suka dengan sikap laki laki yang saat ini menggendong nya ,namun dia tidak mau menghabiskan tenaganya untuk memberontak,katakan saja dia tengah mengambil kesempatan dalam kesempitan,dari pada capek jalan biarkan saja laki laki itu menggendongnya.
Dave menyunggingkan senyumnya tipis melihat gadis itu yang enteng di gendongan nya,Dave menurunkan Natha setelah sampai di parkiran,Dave membuka pintu mobilnya bermaksud menyuruh Natha masuk.
__ADS_1
Kegiatan keduanya tidak luput dari tatapan orang orang yang berlalu lalang di rumah sakit,gadis gadis yang mengagumi sikap Dave yang sangat romantis menurut mereka dan Natha yang beruntung memiliki Dave,tidak tahu saja mereka apa yang sebenarnya terjadi dan apa hubungan keduanya.
Dave melajukan mobilnya berbaur dengan kendaraan lain setelah kendaraan lain,sepanjang jalan keduanya diam,Dave yang tidak tahu harus memulai dari mana dan membahas topik apa ,dan Natha yang tidak suka berbicara dengan laki laki yang duduk disampingnya.
Kryukk kryukk kryukk
Hingga suara perut keroncongan Natha memecahkan keheningan yang tercipta di dalam mobil.Natha merutuki perutnya dalam hati habis habisan,bisa bisanya perutnya yang tidak punya akhlak itu bersuara di saat seperti ini.
"Kamu lapar?"Dave menoleh ke arah Natha sebentar dan setelah nya fokus mengendarai mobilnya.
"Hem"Natha hanya berdehem,sempat bingung dengan kosa kata laki laki itu yang berubah,entah si mesum itu sadar atau tidak Natha tidak mau ambil pusing,rasa malunya lebih dominan saat ini.
Dan bisa dia pastikan jika laki laki itu saat ini tersenyum dan mengejeknya dalam hati, walau sebenarnya tidak .
"Mau makan?"Mereka berdua sama sama menoleh hingga tatapan mata kedua nya saling bertemu, keduanya menyelami tatapan mata satu sama lain dan saling terpaku menikmati tatapan kedua nya tanpa ada salah satu yang berniat mengalihkan pandangan.
Hingga suara klakson mobil pengendara lain membuyarkan aksi tatap tatapan kedua nya,Natha mengucapkan terimakasih kepada pengendara itu di dalam hati,karena sudah menyelamatkan nya dari situasi yang vxbxjsk itu.
Bisa bisanya dia terhanyut dalam tatapan maut si mesum Dave,ck iman nya sangat cetek epribadeh hingga dia tidak bisa menolak tatapan indah itu.
***
Dave menatap Natha yang tengah memakan bakso dihadapan nya dengan tatapan heran nya,apakah gadis itu tidak pernah makan?,tapi sepertinya tidak, tapi kenapa cara makan gadis itu sudah seperti orang yang tidak makan selama seminggu.
Saat ini mereka ada di tempat jualan bakso dipinggir jalan karena gadis itu yang katanya pengen makan bakso, tidak mau makan yang lain selain bakso sudah seperti orang ngidam saja.
__ADS_1
"Pedas?"Natha mengangguk mengiyakan ucapan bodoh laki laki itu,sudah tahu kepedesan masih nanya seharusnya Dave memang tidak perlu bertanya karena hanya melihat bakso gadis itu saja oranga sudah tahu jika itu pedas.Saking merah nya bakso itu.
Tidak tanggung tanggung Natha memasukkan cabe kedalam mangkok bakso nya ,lima sendok makan tapi tidak masalah karena makanan yang tidak pedas adalah makanan hambar menurut Natha layaknya sayur tanpa garam.
Dan Natha sangat menyukai makanan pedas,Natha melotot saat bakso nya di tarik oleh Dave apa apaan laki laki itu, kenapa suka sekali membuat emosi nya naik?,ingin sekali Natha menangis melihat bakso yang masih tersisa dua namun tidak bisa dia habis kan karena si mesum Dave tidak memperbolehkan.
"Nih, minum lain kali kamu gak boleh makan pedas,ini perintah!"Dave menyerahkan minuman ke arah Natha dengan tatapan dingin nya.Bukan apa melihat wajah gadis itu yang memerah juga hidung gadis itu serta bibir gadis itu yang tak kalah merah membuat nya tidak tega begitu juga keringat yang bercucuran di dahi Natha membuktikan seberapa pedas bakso itu.
"Apa apaan sih lo ngatur ngatur gue?, bahasa Lo juga,gue bukan pacar Lo yah dan kita gak deket,jadi gak usah pake aku kamu!"setelah mengatakan hal itu Natha meminum alpukat yang di pesan nya dengan tidak manusiawi.
Dave tersenyum melihat ekspresi gadis itu,membuat Natha bergidik negeri napa lagi dengan bocah itu?,kenapa senyum senyum begitu?.
"Kamu emang gak pacar aku tapi lebih dari pacar!,dan kamu juga harus menggunakan aku kamu sama aku!"
Natha tidak mengubris,pura pura budek bodoh amat sama ucapan si mesum anti ketombe itu,dia gak peduli yang penting dia kenyang dan dompet nya aman udah .
"Terserah!"setelah mengatakan itu Natha berdiri dan keluar,mau Dave marah karena dia tidak menunggu nya atau enggak biarkan saja toh mereka gak deket.
Dave menyusul Natha setelah membayar pesanan kedua nya.Setelah masuk kedalam mobil dia melajukan mobilnya menuju kediaman Dewantara.
Aku kembali kawan setelah beberapa lama hiatus,jangan bosan nunggu up ya ges,tekan like vote dan subscribe nya.
Kasih komen dan saran nya juga kawan,karena itu sangat membantu.
Typonya masih banyak jadi hati hati,jangan lupa mampir ke karya aku yang satunya lagi ya 💞
__ADS_1
Salam kasih semuanya 😇