Twin Girls : Natha Transmigrasi

Twin Girls : Natha Transmigrasi
Twin girls 20


__ADS_3

"Adek lo makin hari makin ucul deh,lo ngerestuin gue gak jadi adik ipar lo?,kalau Nia gak mau Lia juga gass"Gilang yang memang pecinta cecan alias Playboy cap cicak sana sini nempel,langsung mencalonkan diri kepada Zayyan ataupun Erik siapa saja yang penting mendapatkan restu.


Namun harapan nya pupus setelah melihat tatapan tajam dari kedua laki laki yang dikatakan mesum oleh Natha entah karena apa,"Gak bos,bercanda aelah " Gilang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ,saat tidak mendapat respon dari kedua laki laki dingin itu.


"Tapi iya loh,Nia makin hari makin cantik deh mana imut lagi,apalagi kalau senyum manisnya beh ngalahin pabrik gula"Darius menimpali tanpa memerhatikan laser yang keluar dari mata sang ketua.


"Lia juga sih, lesung pipinya juga pengen gue gigit,apalagi saat senyum untuk pertama kalinya waktu itu,pen gue karungin tahu gak"Masih tidak sadar ternyata, kini Stefanus yang mengeluarkan suaranya,jika tadi yang mengeluarkan laser adalah Dave maka sekarang Alvaro pengatur strategi Tiger.


"Kalau gue sih maunya dua duanya ya,Lia sama Nia biar double kill manis nya"sekarang Edgar ikut-ikutan tidak mau kalah ternyata dia.


"Maruk banget sih lo,satu aja yang mau sama lo udah sujud syukur"Perdebatan untuk memperebutkan sikembar masih berlangsung."Ekhem" hingga deheman yang terdengar dari dua laki laki itu menghentikan gibah mereka.


"Peace bos, Al"Edgar langsung mengangkat tangan nya dan membentuk huruf v dengan jari telunjuk dan tengah nya.Di ikuti oleh kedua sepupuan itu Darius dan Stefanus.


"Lebih baik Lesya kemana kemana kali,udah cantik baik,penyabar lembut ,perhatian lagi,gak kayak Lia sama Nia apalagi Nia si cupu "Erik menimpali yang di angguki oleh Azka tapi tidak dengan seseorang.


"Cocok juga sama lo bos!"Dave yang mendengar nya hanya diam,tidak berniat menjawab Erik,membuat laki laki itu menahan emosinya,begitu juga laki laki lain yang tidak terima mendengar pujaan hatinya di jodoh jodohkan dengan ketua mereka yang sayangnya adalah saingannya.


***


"Jadi lo mau ngapain?,kalau gak penting keluar!"Natha yang mendengar ucapan Lia tidak ambil pusing,gadis itu kini melangkah ke arah kulkas mini yang ada di kamar Lia dan mengambil snack juga minuman dingin,membuat sang empunya mengumpat dalam hati bahkan segala jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan sudah di absen nya.


"Gue pengen nanya lo dimusuhi juga gak sih di rumah ini?"Natha memandang Lia menuntut jawaban lewat tatapan sambil memakan kerupuk kentang hasil rampokan dari kulkas Lia yang ada di tangan nya.


Lia hanya mengangguk,memang iya dia juga di musuhi dan diperlakukan layaknya bukan anak oleh kedua orang tua nya juga keduanya abangnya yang tidak menganggap dia adik.


"Tapi keknya beda deh sama gue,gue lebih parah masa"Natha menyeruput minuman bukan lebih tepatnya Yakult yang juga dia ambil dari kulkas mini Lia,kulkas Lia adalah tempatnya surga makanan menurut Natha, Sebenarnya di kamarnya juga ada kulkas tapi sayang tak punya isi,dan dia berencana akan mengisinya nanti.


"Jelaslah lo kan suka nyiksa dan buli tuan putri Lucifer "sepertinya Lia sudah ketularan sifat menyebalkan Natha yang seenak jidat memberikan julukan dan gelar kepada orang orang.


Awalnya Natha bingung siapa Putri Lucifer,hingga satu nama muncul di otaknya,siapa lagi jika bukan Lesya?,dia yakin pasti gadis itu .

__ADS_1


,mengenal nya walau hanya beberapa hari saja membuat dia sudah bisa menebak karakter gadis itu .


"Lo percaya?"mendengar pertanyaan Natha,membuat Lia spontan menggelen dia sama sekali tidak percaya jika Nia yang membuli Lesya apalagi menyiksa gadis itu,secara dia tahu bagaimana karakter kembaran nya itu dulu sebelum berubah seperti sekarang yang barbar dan random seperti Nia kecil dulu.


"Gue mana percaya, lo aja lemah liat orang lain bahkan liat gue aja lo nunduk apalagi ngebully Lesya kesayangan Dewantara" Natha mengangguk menyetujui ucapan Lia,walaupun dia ingin menampol bibir Lia yang dengan lancar dan sangat ringan mengatakan nya lemah!,dia gak seperti itu ya dia itu setrong tapi gak tahu Nia yang dulu.


"Tapi emang iya gue bisu?"Natha merebahkan tubuhnya di kasur Lia dan masih sibuk memasukkan maknanya kedalam mulut tanpa berniat menawarkan kepada Lia.


"Dulu sih waktu kecil enggak,tapi mulai dari insiden itu Lo jadi gak banyak ngomong hingga di vonis oleh dokter kalau lo bisu"Tidak masuk akal memang,hanya karena jarang ngomong jadi bisu,wah ngadi ngadi tuh dokter yang memvonis Nia dulu.


"Iya iya gue penasaran kenapa gue di cap pembunuh di rumah ini,Lo bisa jelasin gak!"Lia memutar bola mata malas ,melihat tingkah kembaran nya itu,heboh sekali mana tidak berhenti makan jajannya lagi.


"Untuk soal itu gue lupa,entah kenapa gue gak bisa ingat kejadian itu sama sekali, bukan cuman lo doang kali yang dikatain pembunuh gue juga kenapa lebih sadis sama lo itu,karena lo gak berani sama mereka juga yang--"


"Suka bully penyihir babi itu kan?,tapi lo tenang itu dulu sekarang enggak" ucapan Lia berhenti karena disela oleh Natha namun tak mengapa karena kembaran nya itu ternyata tahu.


Lia mengangguk percaya karena dia bisa melihat perubahan kembaran nya itu, jikalau pun dia masih seperti dulu Lia berjanji dia yang akan membela dan membalas mereka yang menyakiti kembaran nya itu.


Walaupun ada yang janggal dengan mereka setelah insiden itu,akan Nia pikirkan nanti juga Lia tentunya.


"Tapi btw lo pacaran ya sama teman nya si mesum yang dingin itu?"Lia mengangkat sebelah alisnya,seolah olah bertanya siapa?.


"Ck si itu loh,siapa tadi namanya --si Alvaro iya si Alvaro?"Belum sempat mendapat jawaban dari Lia walau hanya sebatas anggukan ,tapi pintu kamar yang di buka dari luar mengalihkan atensi mereka berdua.


Terlihat seorang laki-laki tampan memasuki kamar Lia,dia adalah Alvaro membuat Natha menarik turunkan alisnya menggoda Lia.Tanpa di jawab pun dia sudah tahu jika jawaban nya adalah iya.


"Piwit,,,cie cie yang didatengi ayang beb sidingin tapi mesum huhui"Natha mencolek dagu Lia menggoda gadis itu,sumpah demi apa Lia ingin membuang kembaran nya itu yang sangat suka ceplas-ceplos tanpa memfilter ucapan yang keluar dari mulutnya.


Lagi lagi Alvaro harus menahan emosinya agar tidak melayangkan pukulan kewajah Natha,untung cewek juga kembaran Lia kalau gak dia jamin bakal habis ditangan nya.


"Keluar!" Natha yang pura pura bodoh juga tuli tidak menghiraukan ucapan Alvaro,bahkan nada tegas dan suara berat laki laki itu tidak membuatnya takut.

__ADS_1


Alvaro semakin menatap dingin Nia,ingin membuat gadis itu takut tapi nihil Nia yang dulu sangat bebal,keras kepala juga menyebalkan.


"Gak gak,nanti lo apa apain lagi kembaran Nia"Lia juga Alvaro heran dengan kalimat Natha seolah olah dia adalah orang lain,tapi langsung ditepis oleh mereka.


"Gak bakal"Alvaro duduk di samping Lia yang duduk si sofa,sedangkan Natha di kasur empuk Lia, memang tidak punya akhlak.


"Tapi bener ya,awas Lo kalau macam macam!,kalau cuman satu macam ya gak papa kalau Lia mau juga sih"kata kata ambigu dan menyebalkan Natha membuat nya susah menelan ludah nya sendiri karena tatapan maut dari kedua manusia itu.


"Iya iya gue keluar ini ,hati hati banyak setan,nanti kebablasan gak mau tanggung jawab!"setelah mengatakan hal itu Natha lari sambil membawa beberapa Snack dan minuman dingin meninggalkan sisa bungkusan bekasnya tadi,membuat kamar Lia berubah menjadi tempat sampah dalam sekejap.


***


"Lihat aja lo Nia gue bakal habisin lo juga kembaran lo apapun caranya!,lihat aja siapa yang bakal menang gue apa kalian sikembar yang bodoh"


"Bahkan mami idiot lo akan gue singkirkan dan diganti dengan mama gue hahahaha"gadis itu berbicara dan tertawa sendiri seperti orang yang kesurupan,menatap ponselnya melihat postingan seseorang yang memperlihatkan Nia bernyanyi dengan memakai baju tidur yang kebesaran berwarna merah,tanpa tahu jika ucapnya didengar oleh seseorang dengan senyum smrik nya.


❤️


❤️


❤️


❤️


❤️


Hari ini aku double up besty,seneng gak seneng gak,seneng lah masa enggak, mudah-mudahan aja ya.


Jangan lupa like klik ❤️ serta tekan ⭐ ya,kasih komen nya juga dan makasih udah mampir 😇


Jika membosankan maaf,typonya juga masih banyak jadi hati hati,lopiyu besty😺

__ADS_1


__ADS_2