Twin Girls : Natha Transmigrasi

Twin Girls : Natha Transmigrasi
Twin girls 31


__ADS_3

Natha menoleh ke kanan ke kiri untuk memastikan tidak ada orang di sekitarnya nya, setelah merasa aman di menatap ke arah kedua kakak nya "Bagiamana keadaan papa sama Mama?"Natha menggaruk pipinya yang sama sekali tidak gatal untuk mengusir rasa kesalnya karena tidak ada jawaban dari kedua kakak nya.


Saat ini ketiga Kakak adik itu berada di taman belakang sekolah, tempat sepi yang jarang di datangi oleh murid-murid menjadi tempat pilihan yang baik menurut Natha untuk memberitahukan kebenaran nya kepada kedua kakak itu.


Natha menatap kedua kakaknya yang saat ini juga menatapnya dengan tatapan yang tidak dia tahu tapi yang jelas tatapan itu membuat hatinya sakit.


Natha bingung harus bagaimana dan mulai dari mana untuk menjelaskan kejadian yang tidak masuk akal ini,siapa yang akan percaya?,mungkin setelah ini dia akan dianggap gila dan akan dimasukkan kedalam rumah sakit jiwa.Namun tak apa tidak ada salahnya mencoba kan.


"Kalian gak kenal aku?" Natha bertanya dan menatap cemas kedua kakak nya,bahkan jantung nya berdegup kencang dan dia tahu penyebab bukanlah jatuh cinta tapi takut dan resah akan respon kedua kakak nya.Takut jawaban itu akan jauh dari ekspektasi dan harapan nya.


Axelino dan Axelia menatap satu sama lain lalu menggelengkan kepala masing masing,memang benar mereka tidak mengenal gadis yang ada di hadapan mereka namun,kedua menatap Natha dan memperhatikan penampilan gadis itu dari atas kebawah lalu kembali lagi ke atas,ck sangat meresahkan.


Air mata Natha turun tanpa permisi membasahi pipinya,"Aku itu Natha adek kalian hiks,Natha Aruna Putri Dharmaraja masa kalian gak kenal hiks~"raut wajah kedua memerah menahan emosi,apalagi Axelino yang mengetatkan rahang nya hingga gigi nya bergemeletuk saking emosinya.


Adik kecilnya sudah meninggal bahkan dia sendiri melihat adiknya itu berbaring di dalam tanah alias di kuburkan.Dan dengan tidak punya hati gadis di hadapannya ini mengatakan kalau dia adalah adiknya."Lo gak usah ngaku ngaku adek gue meninggal!"dengan tatapan menusuk dan suara rendah karena emosi Axelino mengeluarkan suaranya.


"Hiks bang aku tuh adek kalian tahu,aku mengalami hal aneh jiwa aku bertransisi ke raga ini hiks,hiks"Mata di balik kaca mata itu sudah membengkak karena tangisan nya yang tidak berhenti dari tadi.Hidung juga pipinya ikut memerah sangat menggemaskan tapi ini bukan waktu yang tepat untuk mengagumi ekspresi menggemaskan gadis itu.


Pftt


Axelia yang tadinya emosi dan ingin mencakar wajah gadis itu tiba tiba ingin tertawa karena ucapan gadis itu apa tadi transisi? yang benar saja,"Ck, transmigrasi bodoh!"Natha yang mendengarnya menganggukkan kepalanya dengan senyum yang merekah,dia tidak sakit hati tapi sebaliknya.


Tapi tiba tiba ekspresi itu berubah menjadi murung,melihat sifat gadis yang ada di hadapannya ini membuat dirinya teringat akan sosok adik nya yang memiliki sikap seperti monyet sangat suka membuat nya emosi dan tertawa di saat bersamaan.Tanpa dia sadari air matanya terjatuh nyatanya sampai saat ini kesedihan itu tetap bersarang di hatinya.


Sudah empat bulan setelah kepergian adiknya namun dia masih belum ikhlas,dia tahu bahwa tidak ada obat yang bisa menyembuhkan hati seseorang setelah ditinggalkan oleh orang yang di sayangi dan cintai nyatanya itu semua bisa kita lewati hanya karena sudah terbiasa walaupun awalnya sangat menyakitkan.


Axelia melongo dia hanya menebak dan jawaban dari gadis yang ada di hadapannya ini membuat dia syok,masa iya, apakah gadis ini pikir mereka itu orang bodoh yang tidak punya otak?,yang bisa dibodoh-bodohi?.


"Iya aku Natha kalian gak percaya?"kedua menggeleng sebagai jawaban.


"Baiklah aku akan kasih bukti jika kalian tidak percaya,aku punya rahasia yang hanya kita bertiga tahu"Natha tersenyum saat sekelebat ingatan itu tiba tiba muncul,yang hanya mereka bertiga saja yang tahu.

__ADS_1


Kedua tetap diam namun ekspresi kedua nya menandakan jika mereka tengah menunggu kalimat Natha yang selanjutnya dengan was was "Kita pernah lihat mama sama papa mantap- mantap eh enggak deh maksudnya kita bertiga dengar suara suara aneh lah pokok di dalam kamar mama sama papa waktu aku maksudnya Natha kelas 6 kalian kelas 8 SMP"


"Waktu itu aku sama ka Axi mau turun ambil minum tapi pas ditangga kita ketemu sama abang akhirnya kita turun bareng pas lewatin kamar mama kita diam karena dengar suara aneh mama yang bilang eugh ahh faster pah ouh ish oh-"Axelino yang mendengar nya langsung percaya jika gadis itu adalah adik nya.


Karena penjelasan gadis itu memang benar nyatanya,karena tidak kuat mendengar suara laknat adiknya akhirnya laki laki itu membekap mulut adiknya itu,bukan karena apa ekspresi gadis itu memang biasa biasa saja tapi suara ******* gadis yang minim akhlak itu yang menjadi masalahnya.


Jika murid-murid lain mendengar nya bisa salah paham,dan kenapa juga harus rahasia laknat itu yang di ucapkan oleh adiknya itu diantara banyaknya rahasia yang mereka bertiga miliki misalnya mereka yang pernah minum alkohol karena penasaran,ikan hias mahal milik papanya yang mereka goreng tapi mengkambing hitamkan mochi kucing kesayangan mama nya,dan masih banyak lagi tapi kenapa harus itu? yang di ingatkan kembali oleh adik nya itu.


Masalah nya mereka sudah dewasa dan pastinya paham akan situasi yang di alami oleh mama papanya dulu,dan dengan watados nya adik nya ini kembali mengingatkan pengalaman yang dia kubur dalam dalam,yah dia menguburnya seolah tidak pernah mengalami itu karena itu sangat memalukan menurut nya berbeda dengan adiknya ini yang sepertinya menjadikan pengalaman itu sebagai pengalaman berkesan.


Natha tertegun sebentar karena mendapat pelukan hangat dari kakak cantiknya ini, disusul oleh pelukan abang nya.Ini adalah pelukan teryaman menurut nya setelah pelukan mama papanya.


Cerita seputar kehidupan nya selama berpindah jiwa juga kehidupan kakak,abang dan mama,papa nya berlanjut tanpa ada yang di tutupi oleh mereka,tentang alasan kenapa mereka pindah ke kota ini dan meninggalkan kota tempat tinggal mereka sebelum nya,dan tentang Natha yang mengira dunia ini adalah dunia novel.


Hingga akhirnya bel sekolah berbunyi dan membuat mereka berpisah karena kedua nya harus ke ruang kepala sekolah .


***


"Lo utang penjelasan sama gue!"Natha memandang ke arah Lia yang menatapnya dengan tatapan menuntut Natha mengangguk yah dia berniat sepulang sekolah nanti dia akan menjelaskan yang sebenarnya kepada Lia terlebih dahulu lalu kepada yang lainnya.


"Pesanin gih penyemprot hama, seperti biasa sama gue bakso oh samain aja semuanya biar lo gak ribet,baik kan gue"Clarisa mendengus malas melihat sahabatnya itu,jika seperti ini dia menyesal sudah menjalin tali persahabatan dengab gadis gila di hadapan nya ini.Ck memang ya penyesalan itu selalu datang di akhir.


"Sutt gak usah banyak bacot tinggal terima beres udah"Natha langsung menghentikan kegiatan ketiga gadis yang ada yang hendak mengeluarkan suara keberatan mereka.Membuat keempat gadis itu menahan emosi yang sudah di ubun-ubun.


Clarisa yang tidak ingin memperjang drama ini berdiri dari duduknya dan berjalan menuju stand makanan untuk memesan makanan mereka.


Setelah memesan Clarisa kembali duduk,tiba tiba suasana kantin yang hening berubah menjadi rusuh dan berisik karena bisik bisakan murid lain nya .


"Sepertinya geng Tiger memiliki personil baru"


"Ck visual murid baru gak main main ya Bun"

__ADS_1


"Lesya seperti nya bakal punya saingan baru"


"Gue lebih milih murid baru sih dari pada Lesya"


"Hmm gue juga"


"Seperti biasa visual mereka bikin air liur menetes"


Kira kira seperti itu lah bisikan bisikan yang terdengar di telinga Natha juga para tokoh yang menjadi bahan pembicaraan mereka.


Natha mendongak melihat arah pintu kantin dan terlihat sosok inti geng Tiger dan dua personil baru ck memang sih kedua kakaknya itu sangat memiliki magnet kuat dalam tarik menarik perhatian.


Natha melambaikan tangan nya ke arah


Axelino yang melihat nya duduk bersama teman teman nya laki laki itu berjalan ke arah mereka yang di susul oleh yang lain nya, kebetulan meja di kantin panjang jadi muat lah untuk mereka.


Axelino duduk di hadapan Natha dan Axelia duduk di hadapannya,"Ini pesanan nya neng"ucap ibu kantin mengalihkan perhatian mereka."Makasih bu"seperti biasa Natha dan yang lainnya akan mengucapkan terimakasih.


"Kamu pesan bakso?"Natha yang meracik bumbu bumbu bakso nya agar lebih nikmat mendongak kearah Axelino dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Yups makanan favorit kita cobain deh bang "Natha menyuapkan bakso pedas nya kepada Axelino yang diterima oleh laki laki itu dengan senang hati bahkan laki laki itu tersenyum lebar bersamaan dengan gadis itu yang memperlihatkan gingsul kedua nya.


Membuat kaum Hawa dan kaum Adam menggigit jari masing masing-masing, kedua nya sangat manis membuat mereka diabetes,"Ekhem"Axelia berdehem membuat kedua nya menoleh ke gadis itu bersamaan.


"Kakak juga mau?,bilang dong dari tadi nih"Natha kembali menyuapkan baksonya ke arah Axelia "Seperti biasa makanan pedas selalu the best "Axelia tersenyum membuat kedua mata gadis itu menyipit.Sangat manis hingga Zayyan meleleh dan ikut tersenyum manis.


Hy hari ini aku up mudah mudahan suka ya kawan,tekan like , vote dan subscribe dan jangan lupa kasih komen dan saran nya karena itu sangat membantu.


Terimakasih untuk kamu yang udah ngingetin kalau part sebelumnya yang udah aku hapus sama dengan part sebelumnya juga.


Hati hati typonya masih banyak!

__ADS_1


Sayang kalian banyak banyak๐Ÿ˜‡


Salam kasih semua ๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


__ADS_2