Twin Girls : Natha Transmigrasi

Twin Girls : Natha Transmigrasi
Twin Girls 33


__ADS_3

"Seperti biasa gue cantik nya kelewatan"Natha berdecak kagum melihat pantulan dirinya sendiri di depan kaca yang sangat sangat cantik, memuji diri sendiri adalah salah satu cara mencintai diri sendiri bukan?,jadi buat kalian yang suka menghujatnya karena kelewat narsis hentikan dari sekarang.


Tap


Tap


Tap


Tap


Tap


Suara langkah seorang gadis cantik yang menuruni tangga menyita atensi kumpulan remaja di ruang tamu siapa lagi kalau bukan anggota inti geng Tiger dan jangan lupakan si Medusa wanita penyihir Lesya yang berada di tengah-tengah mereka.


"Ka Nia mau kemana?"Suara merdu Lesya menyapa pendengaran Natha membuat langkahnya terhenti,dia menoleh ke arah suara,terlihat Dave dkk juga lesya yang menatap ke arah nya.Apakah ada yang salah dengan penampilannya? Natha memperhatikan penampilannya sendiri tidak ada yang salah kok,tapi kenapa mereka melihat dirinya seperti melihat bidadari?,tidak dia bercanda. Yang pasti tatapan dari manusia manusia itu membuat nya tidak nyaman.


Nia tidak menjawab dan melanjutkan langkahnya sebelum ucapan seseorang berhasil membuat nya berhenti."Lo mau ngejalang ?"Erik memperhatikan penampilan Natha dari atas ke bawah,rok hitam di atas lutut,high heels yang tinggi nya sekitar 7cm dan atasan tangktop dengan warna senada yang dibalut dengan cardigan warna army,dengan rambut panjang nya yang di ikat setengah dan menyisakan poni tipis gadis itu yang entah sejak kapan ada.


Dave diam menunggu jawaban gadis itu begitu juga dengan Zayyan yang sama diam nya menunggu jawaban adiknya.


"Atau Lo mau jual diri?"Darius yang geram karena gadis yang ada di hadapan mereka ini tidak menjawab akhirnya mengeluarkan suaranya mengatakan kalimat yang sangat tidak enak di dengar.


Natha mengutuk laki laki itu dalam hati,apa beda nya ucapan si Darianus dengan si zebra?,bukan kah kedua itu sama aja?,sama sama menjadi wanita malam.


"Ya gue mau jual diri sama bapak Lo,kenapa ?,Lo mau ikut?,gue kuat kok kalaupun harus satu pangkat dua"Natha tersenyum manis menanggapi ucapan Darius membuat laki laki itu emosi entah karena apa.


Begitu juga dengan Dave yang tidak suka mendengar gadis itu mengatakan hal seperti itu dia tahu maksud kalimat terakhir yang di ucapkan gadis itu, Sedangkan Stefanus menggaruk kepalanya karena tidak paham dengan kalimat terakhir yang di ucapkan oleh gadis itu.


"Maksudnya satu pangkat dua?" Karena suasana tiba tiba hening dan sedikit mencekam membuat suara Stefanus terdengar walaupun laki laki itu bertanya dengan suara pelan.

__ADS_1


"Ck,maksud gue itu satu cewek dua cowok atau sebaliknya ,kenapa lo juga mau ikut sama bapak Lo?"Stefanus mengangguk tanda mengerti lalu tiba tiba dia menatap ke arah Natha dengan tatapan tidak suka nya .Kenapa gadis itu menyangkut pautkan nya dengan bapaknya?.


"Yang sopan kalau ngomong Nia!"Zayyan menegur cara adik nya dengan suara dingin yang tak terbantahkan,dia tidak suka adiknya itu berbicara seperti tadi sangat tidak enak didengar.


"Baiklah abang teman nya Nobita, aku minta maaf ,kalau gitu aku pergi papay"Emosi Zayyan yang masih ada tiba tiba meluap entah kemana hanya karena melihat tingkah centil adiknya, bagaimana tidak gemas Natha mengedipkan sebelah matanya lalu melakukan kiss bay dengan genit.


"Bukan nya yang bener tuh teman nya si Suneo ya?,kan so Nobita teman nya si Doraemon "Darius bertanya entah kepada siapa dengan pelan dan kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ka Nia tidak baik anak gadis keluar malam"gadis itu menegur lembut Natha yang dibalas anggukan kepala oleh yang yang lain,sedangkan Natha yang mendengar nya memutar bola mata malas,ck malam apaan orang masih jam 19 hellow."Nye nye nye "Natha berlari setelah mengejek Lesya bukan hanya karena itu sebenarnya,dia berlari karena sudah di tunggu di depan dan melihat tatapan tajam Erik si manusia zebra yang seperti ingin melahapnya hidup hidup membuat nya merinding.


Selang setelah 15 menit Natha pergi Dave berdiri dari duduknya nya."Mau kemana bos?"Edgar bertanya karena dia penasaran, tidak seperti biasanya, hari ini kenapa Dave bos dingin nya itu pulang cepat?.


"Mau jemput ayang lah!"Jangan salah paham bukan Dave yang menjawab,sampai ayam jantan bertelur sekalipun Dave tidak akan pernah menjawab perkataan sahabat nya dengan perkataan seperti itu.Jika sampai Dave menjawab mereka dengan perkataan manis patut di curigai.


Tidak peduli dengan sahabat sahabat nya Dave melangkahkan kakinya dengan tegas, sepertinya kebebasan yang dia berikan kepada gadisnya membuat gadis itu lupa akan dirinya ,dan apa-apaan dandanan gadis itu tadi?,apakah dia ingin mencari selingkuhan di luar sana,jika iya maka dia akan melenyapkan selingkuhan nya jika gadis itu sudah menemukannya.


***


Natha yang memang sangat ingin menginap di kediaman Dharmaraja tanpa babibu langsung mengiyakan,dan dia meminjam baju Lia karena dia ingin tapi dia tidak menyangka baju yang akan di pinjamkan oleh kembaran Nia itu adalah seperti yang dia kenakan sekarang terlalu minim menurutnya.


"Rumah bordil "Natha membelalakkan matanya mendengar jawaban kakak nya itu,tidak salah dengar kah dia?.Jika itu memang benar tak masalah jika kakaknya itu juga ikut menjadi personil nya.


"Ya udah gas lah buruan,aku juga butuh kehangatan dan belaian "Axelia yang melihat Natha sangat excited saat menjawab membuat nya syok,apakah adiknya kerasukan setan wanita malam hingga seperti ini,bukan nya takut atau apa melainkan sangat bersemangat,lihat saja senyum gila adiknya itu, Axelia bisa melihat nya melalui spion dan itu sangat horor menurut nya.


***


Setelah melalui drama singkat dijalan,akhirnya motor yang di tumpangi kedua nya berhenti dan sudah terparkir di halaman rumah Dharmaraja.


Natha menatap bangunan yang ada di hadapannya,gadis itu menghela nafas panjang,jujur demi apa saat ini dia sangat gugup,entah harus seperti apa dirinya nanti saat berhadapan dengan kedua orang tuanya,apakah dia harus bergantung manja di lengan papa nya seperti dulu,atau menempel di ketiak mama nya dan bersikap manja layak nya anak kecil seperti dulu-dulu,atau harus bagaimana?.

__ADS_1


Rasanya saat ini dia seperti uji nyali.Axelia menatap adik nya dengan senyum tipis,dia tahu saat ini adik nya tengah gelisah,tapi tidak apa-apa dia yakin kedua orang tuanya akan menerima kehadiran adik nya dengan versi baru dengan tangan terbuka,Axelia menatap lekat wajah adiknya jika semakin di perhatikan wajah adik nya yang sekarang dan yang dulu mirip.


Entah hanya dia yang melihat nya mirip?.


"Udah ayok"Axelia menarik tangan adik nya dan masuk kedalam rumah baru mereka.


"MAMA YUHU...MAMA"


"MAMA AKU BAWA BONEKA ANNABELLE MAMA GAK MAU LIHAT!"


Natha ingin sekali mencekik kakak nya karena dari dulu hingga sekarang ternyata kakak cantik nya tidak berubah,sok cool di luar nyatanya adalah anjing liar,canda liar.


"Sely kamu tuh ya gak berubah berubah-ubah,kayak orang utan tahu gak"Mama Nathalie menegur anak nya dari arah dapur karena heran melihat tingkah anak gadis nya itu,tapi tak urung hatinya menghangat karena putri nya itu sudah kembali ceria saat beberapa bulan terpuruk karena kepergian adik kecil nya .


"Lagian ya berhenti bilang adik kamu boneka Annabelle,orang adik kamu cantinya kelewat dan kamu harus iklhas dengan kepergian-nya"kegiatan mama Nathalie terhenti bahkan suara nya tercekat saat melihat sosok gadis cantik di samping putrinya.


"Nana"mama Nathalie memanggil nama sosok gadis cantik itu dengan lirih,bahkan mata wanita paruh baya itu telah berkaca - kaca menahan lelehan air mata yang ingin turun membasahi pipinya.


Tak jauh berbeda dengan Natha gadis itu juga tengah menahan air mata dan menahan dirinya untuk tidak berlari untuk memeluk ibu tercinta nya mendengar nama kesayangan mama nya untuk dirinya seorang,meski dulu dia tidak suka akan panggilan itu namun sekarang dia merindukan panggilan itu.


Namun sekuat tenaga dia harus menahan diri,dia tidak ingin membuat suasana semakin runyam,dia akan menjelaskan nya secara perlahan-lahan nanti.


"Maaf sayang,mama nya hanya teringat sama putri kecil mama dia begitu mirip dengan mu"Mama Nathalie mendekat kearah kedua nya setelah cukup lama terdiam, paruh baya itu mengelus lembut kepala dan turun ke wajah gadis itu.Membuat Natha menutup mata meresapi sentuhan hangat sang mama tercinta yang sangat dia rindukan.


"Kalau begitu kita makan dulu,Sel kamu panggil papa sama Lio gih "Axelia menganggukkan kepalanya, melangkahkan kakinya untuk naik kelantai dua memanggil papa nya dan saudara kembar nya.


Mama Nathalie menarik tangan Natha dan menuntun nya untuk duduk di meja makan.


🍀🍀🍀

__ADS_1


Hy semua maaf ya udah lama nunggu pasti kalian bosan kan dan aku minta maaf untuk itu,aku tidak up selama ini karena aku galau besty sampai saat ini masih pengangguran dan beban semua orang apalagi keluarga.


Tapi aku paksain up walau masih galau karena kepikiran sama cerita aku yang udah lama banget gak lanjut,maaf ya jika feel nya gak dapet,dan mohon dukungan nya untuk karya aku 🙏


__ADS_2