Twin Girls : Natha Transmigrasi

Twin Girls : Natha Transmigrasi
Twin girls Natha 7


__ADS_3

Setelah selesai mengganti pakaiannya,dia melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar tapi sebelum sempat membuka pintu yang ada di hadapan nya dia tiba-tiba mengingat sesuatu.


"Hampir aja lupa"ucapnya sambil menepuk jidatnya sendiri dengan pelan, dia menuju kasurnya mengambil ponselnya dan kacamata nya yang ada di atas meja riasnya,kaca mata itu bukan kaca mata yang tadi dipakai saat menuju kerumah ini,namun dia mengambil salah satu kaca mata koleksi Nia yang modern tidak jadul seperti dulu.


Merasa tidak ada lagi yang kurang,dia keluar dari kamarnya saat hendak melewati kamar Lia yang ada di samping kamar nya dia berhenti sejenak.Dia berniat mengajak kembarannya itu untuk turun bersama.


Karena yang dia kenal hanya Lia ,dan tata letak setiap sudut rumah ini dia tidak tahu,oleh sebab itu dia membutuhkan kembaran nya itu sebagai kompas nya di rumah ini.


Tok tok tok


Tidak ingin membuang -buang waktu Natha segera mengetuk pintu itu "Lia turun yok,lapar gue pen makan"kenapa sih gadis itu tidak menjawabnya,bikin kesal.


Tok tok tok


Natha mencoba mengetuk dan kali ini ketukan nya dia perkuat,mungkin dengan begitu Lia bisa mendengar nya,namun ternyata hasilnya sama,tidak ada sahutan namun tangannya sudah memerah karena mengetuk pintu itu dengan keras.


Bugh bugh bugh


Natha mencoba lagi mengetuk pintu itu,namun kali ini dengan kaki nya dan Lebih keras dari sebelumnya.Jika masih tidak dibuka juga atau tidak ada sahutan dari dalam maka dia akan merusak pintu itu lihat saja.


Ceklek


Baru saja dia berniat ingin membuka pintu kamar itu,namun penghuninya sudah terlebih dahulu membukanya,akhirnya dia menarik tangannya yang menggantung di udara.

__ADS_1


Lia menatap datar kembaran nya itu,yang saat ini menatap nya dengan senyum lebarnya yang menular kepada nya.


"Kenapa lagi sih,sama bocah itu,mau makan tinggal turun kebawah apa susah nya sih"Sebenarnya dari tadi dia mendengar pintu kamar nya di gedor gedor mulai dari saat ketukan nya pelan hingga keras seperti yang terkahir.


"Oh iya diakan amnesia ya,ck merepotkan"namun tak urung ada rasa bahagia dihatinya saat kembaran nya itu mulai kembali lagi seperti dahulu,dan hal yang paling membahagiakan adalah kembaran nya itu sembuh dan bisa berbicara lagi.


Akhirnya Lia bangun dari rebahan nya dan menuju pintu,dan Natha gadis yang sudah gatal ingin merusak pintu itu berniat membukanya dengan paksa.


Ceklek


Baru saja tangan nya ingin memegang handle pintu kamar itu,namun penghuninya sudah terlebih dahulu membukanya dari dalam,yang membuat tangan nya menggantung di udara,hingga akhirnya dia menarik tangannya itu kembali.


Lia menatap datar kembaran nya itu, berbeda dengan Natha yang saat ini menatap nya dengan senyum lebarnya yang menular kepada Lia,hingga Natha mengalihkan pandangannya kearah kamar Lia yang bercat putih bercampur abu abu juga ternyata tidak kalah mewah juga,selera mereka bertiga ternyata sama penyuka warna warna kalem dan tidak mencolok.


Puas melihat isi kamar Lia ,Natha kembali menatap Lia yang saat ini menatapnya dengan tatapan yang sama seperti tadi.


Tidak berniat membalas ucapan kembaran nya,dia menutup pintu kamarnya dan melangkah kan kakinya menuruni setiap anak tangga.


Natha hanya mengikuti saja,tidak berniat mengeluarkan suaranya lagi setelah dicueki oleh kembaran Nia yang sayang nya sekarang menjadi kembarannya.Apakah pertanyaan nya itu salah?, sepertinya apapun yang dia lakukan akan selalu salah dimata gadis itu.


"Bisa gak sih pindah kamar?,capek tahu naik turun tangga seperti ini!"baru saja dia berniat untuk tidak berbicara,namun realitanya tidak bisa,apalagi saat menuruni tangga yang panjang nya tidak ngotak ini membuat bibirnya tidak bisa diam.


Lia tetap diam,jika bisa pindah kamar dia juga lebih memilih untuk tidur dikamar tamu yang ada di lantai satu,biarkan saja kamar nya menjadi tamu,namun sayang tidak bisa,karena ini adalah satu hukuman untuk mereka berdua, awalnya dia juga merasakan lelah namun karena sudah terbiasa dia tidak merasakan lelah lagi,bukankah seharusnya kembaran itu juga merasakan hal yang sama?,tapi ya sudah lah.

__ADS_1


"Ck ,sok dingin banget sih lo"kesal Natha karena sedari tadi ,kembaran nya itu menyuekinya,ditanggepin kek biar dia tidak merasa gila karena berbicara sendiri.


"Bisa diem gak?!,dari tadi nyerocos mulu apa gak capek mulut lo komat kamit dari tadi kayak dukun baca matra?!"tuhkan ,sekalinya ngomong gadis itu suka tidak pakai perasaan,maka dia tidak ingin memaksa untuk gadis itu berbicara,tapi mau bagaimana lagi,mulutnya yang tidak bisa diam.


Lia heran melihat kembaran nya itu,kenapa jadi nyebelin begini? cerewet pake banget gak bisa diem,bersyukur sih bersyukur yah tapi jangan sampai seperti ini lah ngalahin reporter.


"Salah mulu gue dimata lo"namanya juga punya mulut,pasti bicara kan?apa apa salah,apalagi kalau dia sudah berbicara sudah pasti salah di mata gadis itu,padahal kan dengan berbicara seperti ini hubungan mereka akan semakin baik.


Natha bernafas lega karena sebentar sampai di lantai satu,dia tidak perduli lagi dengan Lia yang berniat menjawabnya atau tidak,yang paling penting saat ini adalah makan untuk mengisi perut nya,memang sangat lebay sih perkara turun dari lantai tiga kelantai satu,tapi memang begitulah ya mau bagaimana lagi.


Namun belum juga sampai di lantai satu,dia mendengar gelak tawa mungkin manusia manusia tadi?,dan benar saja dia bisa melihat orang orang itu masih ditempat mereka semula.


"Mereka tidak punya rumah?"Natha menolehkan kepalanya kearah Lia yang ternyata menatap kearah manusia manusia yang dia tatap tadi.


"Menurut lo?bukanya menjawab Lia malah bertanya balik,apa susah nya sih tinggal jawab kan dia hanya meminta tanggapan Lia sebagai jawaban atas pertanyaan nya.


"Males gue lihat lo tahu gak, ditanya malah tanya balik,kalau dipaksa buat jawab baik'malah ngegas!"Natha mempercepat langkahnya menuruni anak tangga meninggalkan Lia tinggal dibelakang dengan senyum tipisnya,merasa lucu dengan tingkah kembaran nya itu,kapan lagi kan punya momen seperti ini.


Tanpa mereka sadari ternyata suara mereka terdengar hingga ke orang-orang ,yang tengah berkumpul itu,membuat kegiatan mereka kembali terhenti oleh pelaku yang sama dengan sore tadi.


Hy semua semoga suka ya,jangan lupa like komen dan klik ❤️,serta tekan ⭐ya , kasih saran juga agar cerita ini bisa lebih baik lagi.


Silahkan mampir ke cerita aku yang satunya lagi ya besty besty😇

__ADS_1


typo nya masih banyak jadi hati hati saat membaca.


Maaf karena up nya lama ya, membuat kalian yang sedang baca cerita ini bosan menunggu,soalnya akhir akhir ini tidak sempat karena sibuk namun tidak untuk berikut mudah mudahan saja hehehe


__ADS_2