
"Kenapa si Dave gak bawa ke rumah sakit?"Alvaro mengedarkan pandangan nya melihat ke kanan,ke kiri ,muka belakang "Gue nanya sama Lo Al!"Alvaro menggaruk alisnya yang tiba tiba gatal, kenapa dia bodoh,jelas jelas pertanyaan itu di lontarkan Lia kepada nya,manusia disini kan cuman mereka berdua.Maksudnya dia atas motor.
Karena Alvaro yang membawa motor kayak entok,jadi gak perlu Lia harus mengeluarkan tenaga dalam nya untuk berteriak."Gak tahu,mungkin aja dokternya yang akan datang ke apartemen si Dave". Lia membelalakkan matanya,Apartemen?,"Kenapa harus ke situ?"Alvaro memutar bola matanya jengah,dia kan bukan si Dave,ya mana dia tahu lah dia isi hati dan pikirkan si Dave kenapa membawa nya ke apartemen,"Aku gak tahu sayang,tanya aja sama si Dave,tapi bikin debay deh keknya".
Bugh
Lia yang terlanjur kesal menggeplak kepala bagian belakang Alvaro dengan keras,gimana gak kesal coba udah bawa motor nya kayak ibu ibu hamil,udah gitu ngomong nya aku kamu menjijikkan!,dan ucapan ngelantur laki laki itu,bikin di debay ?,dia gak bakal biarin!,masa ponakan ya di adon sebelum nikah.
"Awas ahk,biar gue yang bawa!,Lo bawa motor nya kayak siput tahu gak,dari tadi anak anak udah pada ngelewatin kita!"Alvaro menatap wajah kesal Lia dengan senyum manis di bibir nya,kapan lagi kan ya,naik motor berdua sama ayang,karena si Lia tuh paling susah diajaknya kemana mana.
Ting!,tiba tiba saja otaknya mendapat ide untuk menggoda gadis yang ada di boncengan nya itu."Gak usah ngedesah juga sayang,anak kita juga belum lahir ,jangankan lahir kita cetak pun belum,tapi kalau kamu mau sih yok gass".
"Gue gak ngedesah ya nyet,maksud gue anak anak tuh,teman teman yang lain,kalau Lo mau bikin aja sendiri sama si Claudya ".
Tuk
Alvaro yang mendengar nya tiba tiba me-rem mendadak,membuat kepala Lia yang tidak pakai helm kebentur ke kepala Alvaro yang terlindungi oleh helm,sakit woiii, jika tidak ingat perbedaan kekuatan keduanya Lia mungkin sudah mem bacok leher Alvaro dari awal.
"Siapa Claudya?,aku gak ada selingkuh ya,kenal aja sama si Claudya Claudya itu enggak!"Lia menggaruk kepala nya kasar,kenapa pembahasan ini tidak kelar kelar?,kalau ada drama di sepanjang jalan kapan sampainya coba.
Ini lagi yang bilang selingkuh siapa?,dia selingkuh pun tak masalah bagi Lia "Jalan lagi Al,yang lain udah pada sampe "Alvaro tidak mengubris,lihat saja laki laki itu masih diam dengan tatapan tajamnya yang menghunus kedua netranya.Tidak tanggung tanggung,laki laki itu turun dari motor nya dan berdiri di samping nya.
"Maksud gue tuh Lo bikin nya sama s-sabun mandi Claudya,bukan cewek lain apa lagi gue nuduh Lo selingkuh"Sumpah ini sangat memalukan,ini namanya senjata makan tuan,dia ingin menggoda laki laki itu,tapi kenapa jadi dia yang malu.
"Kesayangan Al udah mulai nakal yah,siapa yang ngajarin?"Lia rasanya ingin memotong tangan laki laki itu yang seenak nya mencolek pinggang nya,ck di kira sambal colek apa.
"Udah deh,jalan lagi ayok"Lia memegang tangan kiri Al yang tidak henti hentinya mencolek pinggang nya."Cium dulu tapi".
Cup
Alvaro menarik tengkuk leher Lia dengan sebelah tangannya yang menganggur,dan mencium sekilas bibir ranum gadis itu,sangat manis.
Alvaro merasakan tangan nya di genggam semakin erat oleh gadis itu,bahkan wajah terkejut milik gadis itu tidak luput dari perhatian nya, sepertinya first kiss gadis itu.Alvaro tidak bisa menutupi senyum lebarnya kali ini.
Alvaro melingkarkan kedua tangan Lia di perutnya dengan sebelah tangan menggenggam kedua tangan gadis itu,dan menghidupkan motornya,selagi gadis itu syok kenapa tidak dimanfaatkan saja sekalian?.
__ADS_1
"Biar gak jatuh yang"Lia menggerjapkan matanya,dan melayangkan cubitan di perut laki laki itu,biar tahu rasa"Itu first kiss gue Al yang mau gue kasih sama suami gue nanti,tapi udah Lo ambil!" Lia memberikan cubitan dengan keras di perut berotot laki laki itu,tapi sepertinya tidak sakit lihat saja bukan laki laki itu malah tersenyum, seperti nya sudah tidak waras.
"Awas aja kalo berani macem macem sama gue ,gue potong ***** Lo!"Alavaro meringis mendengar ancaman gadis itu,tapi walaupun begitu dia tidak akan takut melakukan apa yang dia suka kepada gadis itu,bercanda aelah .
***
"Bagaimana dengan keadaan nya dok?"Dave memberikan pertanyaan kepada sang dokter dengan rasa khawatirnya yang tidak bisa di tutupi.
"Dia baik baik saja , keadaan tidak terlalu parah,biarkan dia istirahat karena pasien seperti nya kelelahan"Dokter pribadi keluarga Mahardika itu memberikan secarik kertas resep obat ,dan beberapa vitamin kepada Dave.
"Siapa?"Dokter yang bernama Putra Mahardika adik dari papi nya yang berarti paman nya itu memberikan pertanyaan dengan senyum menggoda kepada Dave ponakannya,melihat raut khawatir keponakannya itu pasti gadis itu memiliki peran penting dalam hidupnya.
"Nia om, tunangan Dave"
"Cantik ya,dia sudah berubah "Sang paman melemparkan senyum kepada Dave ,walaupun tadi sempat terkejut.
"Paman pergi dulu,jangan lupa kasih obat yang paman resepakan juga vitamin nya!"Dokter Arkan paman nya Dave menepuk pundak nya sebelum melenggang pergi dari kamar nya.
"Gimana?"Gilang dan yang lainnya yang setia berdiri di depan pintu bertanya mendekat kearah sang ketua mengenai keadaan Nia.
Erik,laki laki itu hanya diam dia bingung harus bagaimana dan melakukan apa,dia dan yang lainnya akan menunggu Nia sadar dulu baru menanyakan apa yang terjadi.
"Udah sampai, turun sendiri kalau gak mau gue tinggal"Edgar yang masih kesal dengan mahluk centil yang ada di boncengan nya itu memilih meninggalkan nya sendiri.
Edgar membalikkan badan karena mendengar suara keras dari arah motor nya,melongo syok ternyata gadis cicak itu yang melompat dari motornya,untung motor nya tidak kenapa - napa ,jadi dia bisa bernafas lega.
Clarisa menyengir dan berlari kearah laki laki itu dengan watados nya.Gadis itu melingkarkan tangannya di lengan laki laki itu bodoh amat jika laki laki itu marah atau berubah menjadi kingkong.
"Jangan marah dong yang"Edgar menoyor kening gadis itu dengan gemas "Ayang ayang,gue bukan ayang lo ya cicak gak usah centil"Clarisa hanya tersenyum menanggapi.Keduanya berjalan beriringan tanpa peduli dengan Lia dan Alvaro yang menatap keduanya dari tadi.
Bahkan Lia dan Alvaro sempat syok melihat Clarisa yang melompat dari motor Edgar dengan santainya.
"Ini dimana ya?,apa gue di culik? masa iya ,tapi iya deh keknya ini bukan kamar gue apalagi RS"
"Apa jiwa gue pindah lagi ke Saturnus?"
__ADS_1
Natha sibuk dengan pikiran nya yang semakin aneh aneh,badan nya terasa remuk tidak lebih penting dari ruangan yang dia tempati lebih saat ini,yang jauh lebih menarik perhatiannya.
"Woii ada orang gak?, yuhuuuuuu,GUE HAUS TOLONG!"Nia berteriak kepada siapapun yang menculiknya, kerongkongan terasa kering dan dengan bodohnya,dia berteriak karena malas harus berdiri dan mengelilingi tempat yang menurutnya asing ini.
Dave melemparkan ponselnya karena terkejut mendengar teriakan gadis yang berada di kamar nya dan berlari kearah kamar nya,Evan laki laki dingin yang mempunyai kapasitas otak yang lumayan baik dari teman nya yang lain mengambil air minum terlebih dulu baru menyusul kekamar gadis itu .
Laki laki itu menyerahkan gelas yang berisi air minum itu kepada Natha"Makasih Lo yang terbaik,nama lo Evan kan? cocok sih nama lo sama waja Lo sama sama tampan!"Evan tidak mengubris selain melihat tatapan Dave yang setajam belati,dia juga tidak ingin ketularan gila karena meladeni ucapan gadis itu.
Yang lain nya hanya bisa diam saat di nistakan oleh gadis itu,karena kenyataannya memang begitu maksud nya karena mereka yang tidak bawa minum padahal jelas jelas gadis gila yang tak lain dan tak bukan adalah Natha meminta air minum karena haus.
"Kenapa?"Erik memberikan pertanyaan yang dibalas oleh gadis itu dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Tanya aja sih sama adek kesayangan lo,kalau gue yang cerita kalian pasti tidak percaya dan berakhir dengan nyiksa gue
Kalian kan manusia yang tidak punya otak,kecuali Lo sih sama my bebeb ayang Alvaro "Natha mengedipkan sebelah matanya kepada Alvaro yang baru tiba dengan Lia juga Edgar dan Clarisa yang masih bergandengan lebih tepatnya Clarisa yang menggandeng lengan Edgar.
Evan dan juga Alvaro sama sama diam,terkejut dengan kalimat yang di lontarkan oleh gadis kurang waras itu,Natha bisa mihat raut wajah Lia yang berubah dia suka itu.
Tidak sadar saja Natha jika seseorang menahan amarahnya mendengar ucapan gadis itu.
•
•
•
•
•
Hy besty besty ku,aku up lagi ☺️
Dukung cerita ini ya dengan tekan like ,vote ,dan subscribe,kasih komen dan sarannya juga.
Typonya masih banyak jadi hati hati
__ADS_1
see you 💞