Twin Girls : Natha Transmigrasi

Twin Girls : Natha Transmigrasi
Twin girls 35


__ADS_3

Axelia,Axelino dan papa Roy ayah mereka,kepala keluarga Dharmaraja,turun beriringan menuju lantai bawah tepat nya menuju ruang makan.


Papa Roy menghentikan langkah nya di samping meja makan saat melihat kehadiran seorang gadis,yang membuat nya heran bukan karena kehadiran nya tapi wajah gadis itu,apakah dia salah melihat? atau tengah berhalusinasi melihat wajah putri kecilnya karena dia sudah sangat rindu?.


Berbeda dengan Axelino yang melihat kehadiran Natha menyunggingkan senyum nya,dia berharap adik kecilnya itu sering sering datang ke rumah mereka kalau bisa dia tinggal disini saja.


Mereka mendudukkan diri kursi masing-masing,kursi yang biasa mereka tempati saat makan,"Siapa?" semua nya menoleh ke arah kepala keluarga yang memberikan pertanyaan,membuat sang istri menghentikan kegiatan nya menyendokkan nasi ke piring suami nya.


"Nia om,lebih tepat nya Nathania putri Dewantara"Natha memperkenalkan dirinya kepada kedua orang tua nya,dengan air mata yang dia tahan di pelupuk mata nya agar tidak terjatuh.


Dia ingin jujur kepada kedua orang tuanya,tapi sepertinya ini bukan lah waktu yang tepat dan jika dia jujur apakah kedua orang tua nya itu bisa percaya?,dia rasa tidak karena apa yang dia alami adalah hal yang di luar nalar manusia,jika kedua kakak kembar nya bisa percaya itu karena,kedua manusia itu seperti nya bukan manusia waras.


"Panggil papa aja,kamu sangat mirip sama putri bungsu keluarga ini yang telah tiada"lirih papa Roy,jika mengingat putri kecilnya itu dia akan merasa sangat kehilangan dan kesedihan yang mendalam.


Natha menatap satu persatu keluarga nya,meminta persetujuan mereka lewat mata yang di angguki oleh mereka,sebenar nya bukan hanya itu saja,dia menatap mereka karena dia sangat bersyukur lahir di keluarga Dharmaraja yang sangat menyayangi nya,dia ingin menyalurkan rasa sayang dan terimakasih kepada mereka semua melalui sorot mata nya,entah mereka mengerti atau tidak.


"Apakah aku bisa memeluk om - maksud ku papa?"Natha bertanya dengan suara yang nyaris tak terdengar,tapi karena keheningan di ruangan ini suara kecil nya pun terdengar jelas di telinga mereka.


Papa Roy hanya tersenyum sebelum akhirnya dia bangkit dari kursi nya dan menuju Natha untuk memeluk gadis itu seperti permintaan nya.


Natha terkejut saat merasakan pelukan hangat papa nya,dia tidak menyangka papa nya itu akan menuruti permintaannya karena yang dia tahu papa nya itu tidak terlalu welcome kepada orang baru,dan terkesan dingin.Merasakan pelukan hangat yang sudah lama dia rindukan membuat air mata nya lagi lagi ingin keluar tapi sekuat tenaga dia harus tahan.


"Apakah mama bisa ikut bergabung ?"Keduanya hanya menganggukkan kepala,melihat hal itu mama Nathalie melangkah ke arah mereka dan ikut berpelukan.


Sedangkan Axelia dan Axelino hanya menonton dan membiarkan mereka berpelukan satu sama lain,tidak ada niatan untuk bergabung karena itu hanya mengacaukan sesi mengharukan ketiga orang itu.


Sebenarnya kedua sepasang manusia kembar itu,ingin menceritakan siapa gadis yang tengah kedua orang tua mereka peluk itu,tapi karena Natha melarang mereka dengan alasan apa yang dia alami hal konyol dan hanya akan membuat orang tua mereka syok karena terkejut atau hal lain nya,jadi mereka hanya mengiyakan saja. Membiarkan waktu yang akan menjawab dan menjelaskan semuanya.


"Udah dong pelukannya,aku laper tahu mama"suara manja milik Axelia menghentikan pelukan ketiga nya,Natha ingin protes kepada kakak laknat nya itu,yang sangat manja di rumah, tapi balik lagi ini bukan lah waktu yang tepat karena hanya akan membuat nya seperti sok akrab di hadapan orang tua nya walaupun sebenarnya itu bukan lah hal yang perlu di permasalahkan.


"Baiklah , mari kita makan"akhirnya mereka pun makan dengan hikmat,"kenapa mama sama papa liatin Nia terus?"Axelino bertanya kepada kedua orang tua nya di sela sela makan mereka.


Lagi-lagi Natha ingin marah mendengar panggilan abang nya,bukan nya tidak menerima dirinya di panggil Nia hanya saja dia masih tidak nyaman dan butuh waktu tapi karena kedua manusia kembar itu ingin melihatnya tertekan karena tidak apa apa,jadi dia hanya bisa tersenyum dengan senyum yang dipaksakan.


"Kalian sadar gak,dia mirip sama Natha?bukan berarti papa menyamakan mereka karena papa tahu mereka itu berbeda,dan apakah papa salah jika menatapnya?"Axelino menggelengkan kepalanya dan beralih menatap adik nya itu,satu hal yang baru dia sadari adalah ya,kedua terlihat mirip ah salah maksud nya dia dan dan Lia juga adik nya itu memang terlihat mirip,yang membedakan ketiga nya adalah,Lia dengan dimple nya,Nia degan gingsul dan Natha dengan tahi lalat di bawah matanya sebelah kanan.


Begitu juga dengan Axelia yang ikut menatap ke arah Natha ,mengamati wajah itu dengan lekat dan sepertinya dia juga baru menyadari hal itu.Satu hal yang terlintas di kepala nya adalah apakah mereka kembar?.Tapi sepertinya itu adalah pemikiran yang sangat konyol.


"Udah udah ,kalian membuatnya tidak nyaman,lanjut makan lagi gih"Melihat wajah tak nyaman dari gadis yang ada di samping nya,persis seperti putri kecil nya saat di perhatikan oleh orang orang termasuk keluarga nya,membuat mama Nathalie menegur mereka.

__ADS_1


"Oh ya tadi kamu bilang keluarga Dewantara ya?"Papa Roy menanyakan untuk memastikan pendengaran dan ingatan nya tadi,mengenai marga gadis itu.


"Iya pa, kenapa?"Natha menatap papa nya menunggu jawaban.


"Papa hanya memastikan karena lusa papa dan keluarga akan ke rumah kamu"


"Ngapain pah?"itu bukan suara Natha,tapi suara Axelia yang bertanya karena dia penasaran,maksud dari kunjungan keluar mereka ke kediaman Dewantara.


"Membahas perjodohan"santai papa Roy menjawab membuat si kembar ketar ketir karena jawab sang papa.Siapa yang di jodohkan? itulah pertanyaan yang ada di benak kedua nya.


"Siapa pa?"Axelia kembali bertanya,karena dia sangat kepo siapa yang akan di jodohkan oleh kedua orang tua nya, mudah-mudahan bukan dia,entah lah tiba tiba saja perasaan nya tidak tenang.


"Kamu!"


Uhuk,,,uhuk,uhuk Axelia yang mendengar nya tekjut hingga tersedak oleh ludah j6w sendiri,kenapa harus dirinya?,dia di jodohkan dengan siapa? karena dia tidak terlalu alias tidak mengenal keluarg Dewantara selain Nia dan Lia itu pun baru beberapa hari.


Berbeda dengan Axelino yang mengelus dada bersyukur,karena itu bukan dirinya, bukan nya tidak mau di jodohkan hanya saja dia ingin memilih jodoh nya sendiri.


Axelia yang tidak lagi mengeluarkan suaranya, melakukan pemberontakan pun tidak ada gunanya karena perintah papa nya adalah mutlak tidak bisa di ganggu gugat,layak nya UUD.


Semua nya melanjutkan makan mereka dengan hikmat setelah percakapan tadi ,sebelum akhirnya mereka menghabiskan family time mereka di ruang keluarga dengan personil baru yang di hiasi canda tawa dan lelucon .Kecuali Axelia yang menangisi nasibnya di dalam hati.


***


Axelia mengantarkan Natha pulang karena ini sudah malam, Axelino sudah menawarkan diri untuk mengantar Natha pulang tapi Axelia kekeh ingin mengantarkan Natha pulang karena dia ingin menenangkan dirinya nanti di taman kota setelah mengantarkan Natha sampai di rumah nya dengan selamat.


"Kaka gak mau nginap di sini aja?,atau mau aku temani kaka nenangin diri?" Axelia hanya menggeleng,bukan nya tidak menghargai niat baik adik nya,tapi dia hanya ingin sendiri dulu saat ini.


Natha menghela nafas melihat penolakan Kaka nya itu,tapi tidak mengapa dia tahu kakaknya itu bisa jaga diri dan dia menghargai keputusan kakak nya yang hanya ingin sendiri saat ini.


"Kalau gitu hati hati ya ka!"Axelia tersenyum dan menganggukkan kepala nya,setelah itu Natha masuk kedalam rumah setelah memanggil satpam untuk membukakan gerbang,begitu juga dengan Axelia yang mengendarai motonya untuk menuju taman kota setelah adik nya itu masuk kedalam rumah.


Natha melangkahkan kakinya dengan senyum manis nya,dia bahagia hari ini karena bisa melepas rindu degan kedua orang tua nya,memakan masakan mama nya, mendapatkan pelukan hangat kedua nya serta bisa bercanda ria seperti dulu lagi,walaupun dia merasa sedih mendengar kakak nya yang akan di jodohkan dengan salah satu keluarga kejam Dewantara.


Dia berharap kakak nya di jodohkan dengan Zayyan dari pada Erik,karena Zayyan menurut nya jauh lebih baik daripada Erik walaupun sebenarnya Erik juga manusia baik yang di tutupi oleh kebodohan nya.


Natha menekan handle pintu utama dan melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah.


Plak ~

__ADS_1


Baru juga membalikan badan nya Natha sudah mendapatkan tamparan maut di pipi sebelah kirinya.


"DARIMANA SAJA KAMU BARU PULANG HA?,HABIS TIDUR SAMA LAKI-LAKI HIDUNG BELANG IYA?"Natha menutup matanya untuk meredam amarah,rasa sakit di pipinya juga hatinya juga telinga nya yang berdengung karena suara cetar mami dari pemilik tubuh yang dia tempati.


"Mami bisa gak sih menyambut anak nya dengan tarian ular atau dance k'pop gitu,bukan dengan tamparan kayak gini sakit tahu"Natha memelankan suara nya di akhir kalimat,karena dia tidak mau di anggap lemah dan cengeng,dan dia tidak berbohong tamparan mami Nia itu sangat sakit terlebih hatinya entah karena apa.


Apa karena dia tidak pernah di perlakukan seperti ini sebelum nya atau ada hal lain dia tidak tahu,yang jelas yang dia rasakan ada sakit.Sedangkan Lia dia hanya menatap bukan nya tidak mau hanya saja Nia adalah lawan yang sebanding dengan mama nya.


Nia bisa melawan mami nya dengan jawaban absurd dan nyeleneh yang membuat mami nya tidak bisa berkutik karena tidak tahu harus menjawab apa yang akhirnya membuat nya kesal dan menahan amarahnya di ubun-ubun,itu menurutnya sesuatu hal yang menarik dan hanya Nia yang bisa.


"Lagian yah aku dari rumah keluarga Dharmaraja calon besan mami bukan?"Natha tersenyum manis ke arah mama nya ,membuat yang lainnya bingung, termasuk Zayyan dkk juga lesya.


"Ngapain kamu ke situ?"papi Sebastian menanyakan hal yang memang harus di pertanyakan,dari mana Nia mengenal keluarga itu? sedangkan anak-anak nya lain tidak mengenal mereka,bukan masalah sebenarnya hanya dia penasaran saja.


"Berkunjung lah,mau lihat ayang, jadi mami jangan coba macam - macam sama aku dan Lia,kalau gak aku ngadu sama mama Nathalie,biar renacan kalian batal kan mama Nathalie baik pasti dia gak mau besanan sama mami"


"Pasti sih soal nya mami tingkah nya kayak napi" celetuk Lia yang terdengar jelas di pendengaran mereka.Walpaun dia tidak tahu apa yang di bahas oleh mereka dia hanya iseng iseng menimpali saja.Yang di balas oleh ancungan jempol oleh Nia.


Natha dan Lia saling melemparkan senyum andalan mereka sebelum menjulurkan lidahnya mengejek kearah mami mereka dan berlari dengan tawa lepas mereka menuju lantai tiga.


"NIA,LIA AWAS KALIAN YAH, BERANI -BERANI NYA MENGEJEK MAMI "Nia dan Lia semakin tertawa lepas mendengar suara menggelegar milik mami nya,mereka bahagia dengan interaksi mereka saat ini,apalagi mendengar mami mereka menyebut diri nya sendiri mami,secara tidak langsung mami mereka mengakui jika dirinya adalah mami mereka,karena biasa nya mami mereka itu akan memanggil dirinya sendiri saya saat berbicara dengan mereka.


Zayyan tidak terlalu memusingkan apa yang dibicarakan oleh mereka,yang menjadi fokus nya adalah hatinya yang menghangat melihat interaksi mereka,bukannya dia senang adik nya melawan sang mami hanya saja tidak tahu mengapa dia senang melihat situasi seperti ini.


Tak jauh berbeda dengan papi Bastian dia juga tersenyum kecil,melihat tawa kedua putrinya yang sudah sangat lama dia tidak lihat,tapi tidak dengan Lesya dia mengepalkan tangan nya dan menahan emosinya agar tidak meledak melihat Lia dan Nia yang sepertinya bahagia,dengan situasi konyol saat ini.







Hy aku up hari ini,kalian senang gak?


maaf jika tidak sesuai ekspektasi kalian dan terimakasih udah setia menunggu cerita ini up dan membaca nya sampai saat ini.

__ADS_1


Terimakasih semua,tetap dukung cerita ini ya kawan 💞


Masih banyak typo nya jadi hati hati haha


__ADS_2