
...Halo semua maaf semalam tidak up karena semalam natalanπ,tapi hari ini aku up mudah mudahan suka....
...Dan, selamat Natal buat kalian yang merayakan Natal jugaππ...
...Happy reading Κβ βΏβ Κ...
...β’...
...β’...
...β’...
"Sekarang lo jelasin!"Natha mengangkat alisnya menatap ke arah Erik yang juga menatap nya dengan tatapan tajamnya tapi tidak setajam yang dulu.
"Jelasin yang tadi,gak usah pura pura bodoh, walaupun sebenarnya kita semua tahu Lo itu bodoh"Natha menatap ke arah Erik dengan serius apa tadi katanya dia bodoh?memang dia juga tahu dia bodoh tapi gak usah ngomong jujur juga dong,tahu menjaga perasaan apalagi itu perempuan tuh sangat penting.
"Jelasin yang mana dulu nih?, soal nya kan banyak kejadian yang gue alami tadi"Natha sebenarnya tahu topik pembicaraan Erik mengarah kemana,tapi kalau gak bikin manusia zebra itu emosi kayak kurang berwarna aja hidupnya,dan dia suka laki laki itu emosi tapi jangan main tangan lah, cukup adu bacot aja.
Erik menghela nafas kasar, berbicara kepada Natha sangat menguras emosi akhir akhir ini,berbeda dengan yang dulu yang masih lebih baik,gadis itu hanya akan diam dan menundukkan kepalanya tidak seperti sekarang sangat suka adu bacot dan menistakan nya.
"Jelasin apa yang terjadi antara Lo sama Lesya!"Erik masih menatap nya dengan tatapan yang masih sama.
"Gak usah banyak mikir buat nambahin cerita nya"Stefanus yang memang tidak suka melihat sifat Natha mengeluarkan suara nya.
"Apalagi memutar balikkan fakta!"sepertinya Stefanus dan Darius memiliki dendam kusumat kepada Nia dulu,lihat saja kedua laki laki pemilik bibir runcing itu saling melengkapi dalam memancing emosinya.
Natha mengangguk anggukkan kepalanya,gini kan enak jelas padat dan cukup membuat nya emosi karena mengingat perbuatan Lesya tadi.Jika dia tahu akan berakhir seperti ini dia tidak akan melepaskan Lesya ,dia akan tetap menjambak rambut gadis penyihir itu sampai rambutnya lepas dari kulit kepalanya jika bisa kulit kepalanya juga ikut lepas.
__ADS_1
"Kenapa gak adik kesayangan lo aja yang lo minta untuk menjelaskan?!,takut nya nanti kalau gue yang jelasin Lo Lo pada gak percaya kan lo semua tahu gue orang kayak gimana "Bukan karena apa Natha mengatakan seperti itu,jika orang orang yang ada di sekitarnya ini punya otak,pasti mereka paham arti tersirat dari ucapannya.
"Cerita aja sih Nia!"Natha melotot kearah Clarisa yang dengan gampang nya mengatakan itu,sama juga sih sebenarnya, gampang dalam menceritakan nya juga,tapi daripada mendapat cacian dan makian dari para pengawal Lesya lebih baik tidak menceritakannya sama sekali bukan.
"Eh,penyemprot hama Lo mending diam yah dari pada ikut ikutan bikin gue emosi"
Clarisa mengerucutkan bibirnya kesal, kenapa coba sahabatnya itu suka banget mengubah nama orang mana aneh aneh lagi namanya.
"Nama gue Clarisa yaa C-L-A-R-I-S-A"Clarisa menjelaskan dengan emosi dengan mengeja nama nya.
"Iya gue tahu nama lo Claris salah satu nama penyemprot hama hahahaha,gak heran sih nama lo semua aneh aneh, mulai dari penyemprot hama,dari anus,anus,Zebra,gelang,alis tebal,aneh tapi gue like" Natha menunjuk ke arah Clarisa, Darius, Stefanus,Gilang dan Belva,membuat mereka menahan diri untuk tidak membunuh gadis itu sekarang juga.
Berbeda dengan Dave,Lia Azka,Edgar dan Clara yang menahan tawa mendengar ucapan gadis itu,sebelum Natha mengeluarkan suaranya lagi..
"Oh gue lupa si mesum sih lebih banyak gelar nya,udah mesum,anti ketombe apalagi yah oh burung merpati,hahahaha keren kan!".
Natha mengerjapkan matanya menyadari mereka semuanya terdiam,kenapa mereka semua diam?, hanya dia kah yang merasa lucu?,tapi sepertinya tidak karena Stefanus dan Darius terlihat sedang menahan tawa.
Yah,Dave ketua geng Tigre yang memiliki ribuan anggota,geng itu Dave bangun dari SMP bersama Zayyan ,Alvaro ,Efan dan Erik.Dia adalah ketua yang tegas,keras kepala,kejam dan sadis apalagi lagi kalau sudah marah,tapi hanya segelintir orang yang tahu sifat kejam laki laki itu,yang orang orang tahu adalah sifat dingin dan kaku laki laki itu hanya itu saja.
"Oh iya kalian gak bawa putri penyihir kalian ke rumah sakit?, entar sekarat nanges,gue juga yang di salahin!"Erik menatap tidak suka Natha karena ucapan gadis itu.
"Dia baik baik aja kok!"Lia dkk duduk di sofa yang ada di dalam kamar Dave,berbeda dengan para laki laki yang setia berdiri.
"Kalian gak balik ke sekolah,eh tapi ini dimana gak mungkin kamar nya si zebra atau teman nya si Nobita?"secara kan dia tadi udah sempat lihat bentukan kamar Zayyan seperti apa,seingat dia tidak seperti ini,apa iya kamar nya si Erik ?,tapi sepertinya tidak deh.
Mereka menatap satu sama lain,seolah bertanya siapa lagi teman nya si Nobita? Doraemon kah?.
__ADS_1
"Maksud gue bang Zayyan,gak mungkin ini kamar dia kan?"mereka bernafas lega ,jadi teman nya si Nobita si Zayyan?!,memang iya juga sih.
"Lo di apartemen gue!"Natha terkejut mendengar jawaban yang keluar dari mulut Dave,kenapa juga dia di bawah ke sini?,kenapa tidak ke rumah sakit atau yang paling aman adalah rumah nya sendiri.
***
"Huft... akhirnya kita sampai juga!"terlihat seorang gadis cantik menghembuskan nafas legah, setelah sampai di kota tujuan mereka.
"Kalian bereskan barang kalian masing-masing,kamar kalian ada di lantai dua, setelah itu turun kita makan!" Gadis cantik yang bernama Alexa itu menatap wanita paruh baya itu dengan senyum dan kepala yang mengangguk.
Di ikuti oleh seorang laki laki yang merupakan saudaranya,mereka berdua menaiki tangga menuju kamar mereka berada.
"Sangat melelahkan !" Gadis itu menatap kembaran nya berharap mendapat jawaban namun nyatanya tidak!,jangan kan mendapat jawaban,hanya berupa lirikan saja tidak!,sangat menyebalkan.
Tidak butuh waktu lama mereka berdua sudah selesai dengan kegiatan mereka,mereka berdua turun ke bawah untuk makan sesuai yang dibilang oleh ibu negara mereka.
"Kalian sudah turun!"ucap mama Nathalie , menatap kedua anak nya sembari mengambilkan makanan untuk suami dan kedua anaknya.
"Belum ma,kita belum turun?"Mama Nathalie hanya tersenyum mendengar ucapan anak nya itu.
"Apakah kita akan langsung sekolah besok pah?"papi Roy menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Mereka menatap kedua pasangan paruh baya yang ada di hadapan mereka saat ini tak habis pikir,sebentar lagi mereka akan lulus tapi kenapa harus pindah begini?,sangat merepotkan.
Maaf jika part ini kacau balau dari sebelumnya karena aku ngetik nya tidak pakai otak,hahahaha ya karena aku mengetik nya tanpa ada berpikir kareha ada kegiatan hari ini π€π
Tepat dukung cerita ini ya besty,dan jangan lupa mampir ke cerita aku yang satunya π
__ADS_1
Typonya masih banyak jadi hati hati
See you π