
Satu kata yang bisa menggambarkan gedung yang ada dihadapannya ,perfect.
Natha dan Lia sudah sampai di SMA pelita harapan,tempat Nia dan Lia serta yang lainnya menuntut ilmu.Setelah memarkirkan motornya Lia turun dan membuka helmnya.
"Lo gak turun?"Natha diam tidak mengubris sama sekali karena fokusnya saat ini adalah gedung sekolah yang w o wwwwwwwwww bgt, wow bingit,bisa dia jamin jika murid-murid yang bersekolah disini adalah kalangan atas semakin keatas.
Dan hal itu membuat Lia mengutuki kembarannya,sangat sangat menye to the bal to the kan,sangat menyebalkan!.
"Gue cantik,gue imut , gue baik,gue sek--si"latah Natha saking terkejutnya,saat dia tengah serius mengagumi gedung yang ada di hadapannya ini,Lia dengan tidak punya otak mengejutkan dengan menepuk kedua pundaknya,untung dia tidak oleng, bagaimana jika dia benar-benar oleng?
Lia hanya menatap datar kembaran nya,siapa suruh dia melamun?,"turun!,udah sampai"no bacot,no kecot Natha langsung turun, walaupun jiwanya masih terguncang karena terkejut ingin marah tapi dia bisa apa?.
"Mewah banget dah sekolah lo!,orang kaya semua pasti muridnya "Natha kembali mengarahkan pandangannya ke arah gedung sekolah,dan menatap nya dengan terkagum-kagum"mudah mudahan gak ada bullying di sekolah ini"batinnya dan refleks dia menggeleng kepala,tidak mungkin tidak ada dan pasti korbannya ya siswa atau siswi beasiswa dan kalangan bawah.
"Lo kenapa sih?,tadi bengong sekarang diam geleng geleng kepala,kesambet lo?"siapa juga yang kesambet?,"Gak,siapa juga yang kesambet?,gue tuh lagi olahraga kepala makanya geleng geleng "Lia hanya diam tidak berniat untuk menjawab lagi.
Mau kembarannya itu olahraga kepala kek, olahraga kaki kek,olah raga ra-ranjang pun itu suka hatinya lah.
Lia melangkah untuk memasuki sekolah,tiba tiba langkahnya berhenti dan menoleh kebelakang memastikan apakah kembaran nya itu, mengikuti nya atau tidak apalagi saat mendengar suara deru motor yang bersahut-sahutan memasuki area parkiran.Siapa tahu saja orang-orang itu berniat menculik kembaran nya itu kan?, siapa tahu yagesya.
Natha tidak peduli dengan suara motor itu masa bodoh siapapun mereka,tujuan saat ini adalah menyusul Lia,dia tidak tahu kelas nya dimana dan dia butuh bantuan gadis itu.
Senyum nya mengembang saat Lia ternyata menunggu nya,"pffft, hahahaha"Lia tidak bisa menahan tawanya,bahkan gadis itu sudah memegang perutnya yang terasa sakit karena kram akibat ngakak sampai ngingok.
Begitu juga dengan murid murid lainnya,ikut tertawa karena tawa Lia walaupun mereka heran karena ini adalah pertama kalinya Lia tertawa didepan mata mereka.
"Gila keh?"tanya Natha entah kepada siapa.Natha mengerutkan keningnya, semakin bingung dengan gadis itu ,bahkan siswa yang lainnya pun tertawa kan aneh."Gue tahu helm gue mehong dan elegan tapi gak harus lo pake juga dong kekelas"refleks Natha memegang kepalanya,dan benar dia masih memakai helm dia pikir tadi udah lepasin,Natha dengan buru buru membuka helmnya dan siswa yang masih tertawa karena kekonyolan gadis yang tidak mereka kenal langsung diam.
"Lia kembar tiga?"
"Gila cantik banget!"
__ADS_1
"Mulus benar, skincare nya pasti mahal!"
"Beda banget mah dari si bisu jika mereka kembar tiga!"
"Kasihan banget si cupu, kembaran nya cantik cantik semua"
"mirip banget sama Lia "
"Ck,namanya juga kembar ogeb"
"Mereka kembar tiga?"
"Wah ku sebut dia cantik,manis ,imut dan gemesh " bla bla bla masih banyak ocehan siswa siswi yang lainnya.
Masih banyak lagi kalimat kalimat yang di ucapkan oleh mereka.Natha tidak peduli dengan sekitarnya,dengan sok cool dan kuat kuat menahan rasa malunya dia membalikkan tubuhnya, melangkahkan kakinya menuju motor Lia bak model internasional, tujuannya untuk menyimpan helm yang ada di tangan nya saat ini.
Tanpa melihat kanan kiri , Natha dengan cepat meletakkan helm itu,dan setelah nya dia berlari kearah Lia dan menarik tangan gadis itu agar ikut berlari juga,demi apa dia malu woiii kalau dia yang malu-maluin ya gak papa tapi ini, rasanya beda.
Lesya turun dari boncengan Erik,begitu juga dengan yang lainnya ada yang turun dari motor ada yang masih nyangkut di jok nya dan ada yang yang kayang,gak berjanda oh salah maksudnya bercanda!.
Pekikan suara suara siswi terdengar jelas ditelinga mereka,
"Si Dave pulang pulang makin ganteng banget ya ampun"
"Dave masa depan ku"
"Spil cara jadinya Lesya dong!?,enak banget bisa dekat dekat sama most wanted"
"Zayyan astaga,dingin dingin gimana
gitu "
__ADS_1
"Erik sayang ku lop yu "
"Evan omegot,lop yu bertubi tubi Habi "
"Evan jadiin aku simpanan mu dong! "
"Gilang sayang cium jauh muachh "
"Stefanus sama Darius ganteng tapi sayang agak miring "
"Edgar gombalin dedek sayang dong!"
"Alvaro sama Aska ya ampun,dingin dingin bikin hangat "celetuk seorang gadis yang membuat teman nya menatap sinis kearah nya
"Mata lo yang hangat!"
Apa coba dingin dingin bikin hangat,kan bikin emosi aja,gila sih gila tapi waras dikit lah".
"Suka suka gue dong,sirik banget sih lo"Mana ngegas lagi,pengen tukar tambah sama iPhone,tapi sayang gak bisa,gak ada yang beli teman nya sih kan lumayan jika laku ,akhirnya mereka diam dan kembali memandangi para most wanted.
Dave serta yang lainnya hanya diam,sudah biasa kecuali Stefanus,Darius,Evan dan Gilang juga Erik mereka sibuk tebar pesona ,seperti Evan yang kedip sana kedip sini sudah seperti orang yang kelilipan saja.
Hingga atensi mereka mengarah kearah gadis yang tertawa sangat lepas dan nyaring,apalagi melihat siswi yang membuka helmnya.
Tidak terkecuali dengan Dave,matanya tidak lepas dari gadis itu sangat mirip dengan Lia.Apakah mereka kembar tiga?.
Tapi kenapa?
Hy besty besty ku,aku kembali lagi setelah beberapa hari hiatus karena kuota habis 🤣🤣 maapken aku besty.
Semoga kalian suka ya,kalau bosan dan cerita nya gak nyambung komen ya,😇,tekan ❤️ dan kasih ⭐ juga ya aku maksa ges.
__ADS_1
Kasih komen yang mendukung dan saran agar cerita ini semakin lebih baik lagi dan typo nya masih banyak jadi hati hati babay besty 😉