Twin Girls : Natha Transmigrasi

Twin Girls : Natha Transmigrasi
Twin girls 12


__ADS_3

Masih di meja makan,dengan suasana yang tiba tiba hening,"Cuek banget sih mi,bales kek!"


"Pagi sayang gitu misalnya atau gak,pagi putri mami biar lebih manis hehe"Natha menatap kedua orang tua paruh baya itu,yang masih diam menatap kearah nya dengan tatapan bingung.


Tidak apa apa,masih permulaan dan dia akan pastikan kedua orang tua Nia akan menyayangi tubuh ini seiring berjalannya waktu,karena misi pertama Nia adalah mengembalikan keharmonisan keluarga mereka seperti dulu sesuai keinginan Nia, walaupun itu sudah terlambat.


Lesya yang mengerti akan kebingungan orang tuanya langsung membuka suaranya dengan lembut"Itu ka Nia mi,pi"mendengarnya raut wajah mami Naura dan papi Sebastian langsung berubah,senyum yang terpatri diwajah mereka tadi walaupun senyum samar berubah menjadi tatapan benci.


Kedua paruh baya itu apalagi mami Naura menatap nya benci!.Pantes saja lesya menyebutkan nama Nia tadi,pikir keduanya,masih menatap kearah gadis itu dengan tatapan yang sama,tanpa peduli dengan sakit hati yang di rasakan oleh Natha.


Namun ada yang mengganjal di hati kedua orang tua itu,sejak kapan putri nya itu bisa bicara?,wajah nya yang dekil dan memilik tahi lalat besar di dahinya itu kemana?,dan kenapa mereka berdua menjadi sangat mirip seperti ini?sama seperti waktu mereka kecil dulu.


Walaupun banyak pertanyaan dan rasa penasaran di hati mereka,namun tidak ada niatan untuk menanyakan hal itu semua , karena rasa benci di hati mereka lebih besar dari semua itu.Tapi tak urung ada rasa bersyukur sebagai orang tua mendengar suara putri mereka kembali.


"Kalian memang orang tua Nia kan ya?"pertanyaan bodoh itu berhasil keluar dari mulut Natha,namun dia tidak peduli toh tak ada salahnya kan? dia bertanya seperti itu,siapa tahu saja dia salah karena dia memang tidak tahu seperti apa wajah kedua orang tua Nia.


Apalagi sikap cuek dan dingin kedua nya,baru kali ini dia bertemu orang tua yang memiliki sikap seperti mereka,biasanya dia hanya akan menemukan orang tua seperti itu di novel yang dia baca,dan itu membuat dia ragu apakah mereka memang orang tua Nia atau tidak.


Mendengar nya,kedua orang tua paruh baya itu diam dengan pikiran mereka masing masing,kenapa putri mereka itu menanyakan hal yang sudah pasti jawaban nya ada iya,dan tidak bisa di pungkiri jika disudut hati mereka ada yang berdenyut sakit mendengar pertanyaan itu.


"Kaka gak baik loh ngomong kayak begitu, walaupun Kaka lagi amnesia tapi kan melupakan orang tua itu tidak boleh , durhaka!"Kedua paruh baya itu menatap ke arah Lesya dengan senyuman penuh kasih sayang bahkan mami Naura mengelus kepala Lesya dengan sangat lembut.Entah setuju terhadap kata kata Lesya yang tidak ngotak itu tanpa mencerna sedikitpun,dia tidak tahu dan tidak mau tahu.


Natha yang melihat hal itu merasakan sakit dihatinya,mungkin perasaan Nia kali ya,yang masih tersisa di tubuh ini,"Gue tahu lo bodoh juga tolol tapi jangan lo embatlah semuanya sama si bego,kan jadi komplit begini kebodohan lo"

__ADS_1


"Namanya juga lupa ingatan,yang berarti gak inget apapun!,jangankan gue presiden pun kalau lupa ingatan gak bakal ingat sama orang tuanya, bego sih lo, lebih cepat bibir bersaksi dari pada otak "Lesya yang mendengarnya menundukkan kepalanya nya,apakah salah menegur yang salah itulah pertanyaan yang gadis itu tahan,karena takut melihat ekspresi Natha.


Natha memutar bola matanya malas,apakah ada yang salah dengan ucapannya?, sepertinya tidak,tapi melihat semua yang ada di meja makan ini menatap nya seperti predator yang siap melumpuhkan mangsanya mengerut kan keningnya bingung.


Mungkin karena putri angkat kesayangan keluarga ini yang menundukkan kepalanya takut dan mata yang sudah berkaca-kaca mungkin sebentar lagi hujan badai akan turun dari pelupuk mata gadis itu.


"DASAR TIDAK TAHU DIRI!,MINTA MAAF KAMU SAMA LESYA SEKARANG!!,BIAR KAMU TAHU DIA LEBIH BERHARGA DARI PEMBUNUH SEPERTI KAMU!"Natha yang mendengar bentakan mami Naura sangat sakit hati,dia berusaha menahan genangan air mata yang ada di pelupuk matanya,jika dia berkedip dipastikan air mata itu akan mengalir dan membasahi pipinya.


Tidak pernah sekalipun seumur hidupnya mendengar kata kata pedas seperti itu dari mamanya dulu,semarah apapun kedua orang tua dulu saat masih ada di raganya, mereka tidak pernah mengatakan hal yang membuat hatinya sakit seperti ini.


Apalagi melihat mami Naura yang sibuk dengan putri raja itu,semakin membuatnya sakit hati saja,namun dia tidak bisa melakukan apapun saat ini.


"Apakah anda sebagai seorang ibu tidak memiliki naluri terhadap anaknya?,tapi sepertinya memang iya karena jika anda memiliki naluri itu anda tidak akan memperlakukan putri anda seperti saat ini !!"tidak lagi memanggil wanita paruh baya itu dengan sebutan mami,karena dia sudah terlanjur sakit hati mendengar bentakan yang keluar dari mulut orang tua itu.


Rasa rindu dihatinya terhadap orang tua kandung nya semakin besar,saat ini dia membutuhkan mereka begitu juga dengan kakak kembarnya,yang sangat menyayangi nya walupun mereka sering bertengkar layaknya Tom dan Jerry


Seharusnya dia tidak perlu merasakan sakit seperti itu karena dia bukan Nia,dia hanyalah jiwa asing yang menempati tubuh ini namun rasa sakit itu tidak bisa dia elakkan mungkin karena ini pertama kalinya dia dibentak dengan kata kata yang menyakitkan seperti itu.


"Mami keterlaluan!,Nia lagi amnesia mi dia lupa ingatan harusnya sebagai seorang orang tua,mami saat ini ada di sisi dia,menguatkan dia dan memperlakukan dia dengan baik bukan seperti ini,dan mungkin ucapan Nia memang benar mami tidak memiliki naluri sebagai seorang ibu,karena mami tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh anaknya !"kalimat terpanjang yang pernah Lia ucapkan kepada orang tuanya untuk pertama kalinya.


Bahkan ini pertama kalinya,dia duduk sarapan bersama mereka,karena setelah kejadian beberapa tahun silam, keadaan keluarga mereka berubah.


Dan untuk pertama kalinya Lia membela kembaran nya itu,dia sudah bertekad bukan?akan memperbaiki hubungannya dengan Nia kembaran nya, walaupun sudah terlambat.

__ADS_1


Lia meninggalkan meja makan dan menyusul kembaran nya, mereka akan berangkat ke sekolah bersama untuk yang pertama kalinya .


Setelah Kepergian Lia semuanya diam,tidak ada yang mengeluarkan suaranya,bahkan mami Naura yang tadi membujuk Lesya agar tidak menangis lagi mengentikan kegiatan dan diam membiarkan.


Hal seperti ini memang sudah sering mereka lihat,namun ini pertama kalinya Nia yang mereka kenal menetaskan air mata di hadapan mereka semua , selama ini gadis itu hanya akan diam dan menahan semua nya di dalam hati nya tanpa melakukan perlawanan apalagi menangis.


Dan mereka semua bisa merasakan kesedihan itu, apalagi saat mendengar suara bergetar menahan tangis milik gadis itu.


🦅


🦅


🦅


🦅


🦅


🦅


Hy besty semoga suka ya, jangan lupa like,klik ❤️ serta tekan ⭐ ya,dan jangan lupa kasih komen dan sarannya agar cerita ini bisa lebih menarik yah


Jika ceritanya membosankan dan gak nyambung Jan dihujat oke😉

__ADS_1


Typo nya masih banyak jadi hati hati 🙊


Papay semua semoga hari hari yang kalian lalui membawa kebahagian dan berkat bagi kalian sendiri juga orang orang disekitar kalian 😇😇😇😇


__ADS_2