
"Mau kemana Lo?"tanya Lia heran, karena Natha melangkah bukan ke arah dapur ,tapi ke arah kolam renang,bukan nya tadi dia bilang lapar? terus kenapa malah ke kolam renang bukannya ke dapur,makan air kali ya.
Natha berhenti,dan membalikkan badan nya menghadap kearah Lia, pertanyaan bodoh macam apa itu?"mau belanja!,udah tahu lo kalau gue pengen makan ya,berarti ke dapur lah bodoh"disini siapa sebenarnya yang bodoh?,dia bilang ke dapur tapi pergi ke arah kolam renang?,apakah kembaran nya itu mengira jika mereka ada di bikini bottom? dimana api bisa hidup didalam api?.
Baiklah kali ini dia yang akan mengalah,mengingat kembaran nya itu yang amnesia jadi dia maklumi."Masalahnya,lo pergi ke arah kolam renang Nia ogeb!"gemas Lia,akhir nya dia mendorong tubuh kembaran nya itu dari belakang, menuju dapur yang arah nya sebelah kanan bukan kiri.
"Bilang dong dari tadi"Lia ingin sekali menceburkan gadis yang ada di hadapannya ini laut mati,sayang sekali dia tidak bisa melakukan nya.
Mereka berdua sibuk dengan perdebatan yang unfaedah mereka,hingga tidak memperdulikan sekelompok remaja itu yang dari tadi memperhatikan mereka.
"Itu Nia si cupu?,bukan nya dia bi-bisu ya tapi kok"Edgar Emiliano Addison si laki-laki Playboy cap ember itu mengeluarkan suaranya,mewakili yang lain,dia menatap bergantian kearah perginya kedua gadis itu dan ke arah teman teman nya,guna meminta jawaban melalui tatapan nya.
Namun yang dia dapat adalah tatapan bingung mereka,pasti sih semua orang yang disini bingung,jika memang itu si Nia,cantik banget woi imut imut gimana gitu,Edgar menggelengkan kepalanya mengusir pikirannya itu,bukan hal itu yang lebih penting tapi jawaban dari pertanyaan nya.
"Kayak nya iya deh,kan Erik bilang Lia cuman punya kembaran satu si Nia,juga tadi Lia panggil dia Nia kan?"semua mengangguk setuju,tapi kok bisa gitu loh.
Kan Nia gak bisa ngomong,juga dia gak mirip sama Lia kayak kembar tak seiras gitulah,tapi yang tadi?.
"Oplas kali"celetukan dari sekar sahabat Lesya membuat semua perhatian mengarah kepadanya."kenapa?, mungkin aja kan?,kan kalian tahu sendiri si cupu gak ada mirip mirip nya sama Lia!"semua nya diam mulai sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Gak,dia gak punya uang"setelah lama diam dengan pikirannya, Zayyan mengeluarkan suara nya,karena dia tahu bagaimana keadaan gadis itu, walaupun tinggal di rumah ini dan sekolah di sekolah yang elit,namun untuk uang jajan gadis itu tidak punya.
__ADS_1
Diangguki oleh Erik,memang benar apa yang di bilang oleh sang abang,bahwa Nia tidak punya uang,juga wajar sih mereka mirip seperti itu kan kembar?yang gak wajar itu wajah mereka yang tidak mirip padahal saat kecil dulu wajah kedua begitu mirip sampai susah membedakan yang mana Lia dan yang mana Nia.
"Siapa tahu aja dia jual diri,mungkin malu sama wajah nya yang dekil tidak seperti Lia yang cantik,juga tidak tahan mungkin sama hinaan anak anak sekolah"Zayyan menatap tajam Ivanka yang mengatakan hal itu dengan enteng, walaupun dia tidak baik kepada gadis itu,juga tidak pantas dibilang sebagai seorang abang,namun dia tidak terima jika ada yang mengatakan hal seperti itu kepada adik nya.
Begitu juga dengan yang lainnya,menatap Ivanka dengan tatapan yang berbeda-beda,apalagi melihat tatapan Zayyan membuat yang lainnya tidak berani mengeluarkan suaranya.Takut disembelih,juga kayaknya gak mungkin sih,tapi bisa sajakan?.
Berbeda dengan seorang gadis yang tersenyum, mendengar hal itu dengan begitu dia tidak perlu turun tangan untuk menghina gadis itu,agar dipandang buruk oleh orang orang,tapi melihat tatapan Zayyan yang seolah olah tidak terima membuatnya senyum nya luntur,apakah laki-laki itu mulai berpihak kepada Nia siculun itu?!.
Di sela-sela suasana yang tiba tiba mencekam seperti ini,wangi harum dari arah dapur berhasil masuk ke penciuman mereka, seharian duduk disini,asik bercanda dan membahas hal hal random membuat mereka lupa mengisi perut,memang mereka makan cikiciki dan snack lainnya hanya saja perut mereka adalah perut lokal tidak kenyang sebelum makan nasi.
"MAKAN WOY , UDAH PADA MAKAN BELUM?,TAPI KALAU GAK MAU YA GAK PAPA JUGA SIH"teriakan yang memekikkan itu terdengar, sangat kencang hingga bisa bergema di rumah sebesar ini.
Mereka saling bertatapan, seolah-olah memberikan pertanyaan satu sama lain, makan gak?, makanan nya kayaknya enak deh sayang kalau gak di coba,mana perut gue minta di isi lagi.
Ivanka diam tapi tak urung kepalanya mengangguk kaku mengiyakan ucapan Zayyan,tidak lagi lagi dia mengatakan hal yang macam macam tentang gadis itu,karena dia tahu bagaimana watak Zayyan apa yang dikatakan laki laki itu adalah hal yang dia lakukan.
Yang lain hanya diam heran dengan perubahan sikap Zayyan, begitu juga Erik merasa heran dengan sikap Zayyan namun dia juga setuju dengan yang dilakukan oleh abang nya itu tapi bukan berarti dia suka melihat si Nia adiknya itu.
***
Setelah sampai di dapur Zayyan dkk juga lesya dkk melihat kedua gadis itu yang sibuk menyusun makanan di meja makan, dengan appron yang melekat di badan keduanya.
__ADS_1
Begitu juga dengan rambut keduanya yang di gulung asal bedanya Lia mengikat rendah sedangkan Nia gadis yang memakai kaca mata itu menggulung rambut nya tinggi,keduanya sangat cantik dan manis.
"Yang gak punya malu,silahkan duduk!,jangan cuman diam natap kita berdua,kita tahu kok kita cantik,iya gak Lia pacarnya dilan?"ucap Natha a.k.a Nia yang sibuk menata makanan,mengalihkan pandangannya kearah Lia kembaran nya,dengan kalimat candaan diakhir.
Lia memutar bola matanya mala, kembaran nya itu sangat narsis,bawa bawa dia lagi.
"kamu nenye?,kamu bertanya-tanya?,ya udah biar aku kasih tau ya,kita itu memang cantik, kalian tahu cantik kan? iya cantik dan manis,udah kasih tahu kan.Jangan lupa join live ya,aku mau live soalnya rawr,ente kadang kadang ente"
Lia menjawab dengan meniru gaya salah satu content creator yang viral akhir akhir ini medsos ,siapa suruh kembaran itu bercanda?,dia juga bisa kali.
Sedangkan Natha mulai dari kembaran itu mengeluarkan suaranya,dia juga ngakak sampai ngingok,bahkan sampai air mata keluar saking kerasnya dia tertawa,setelah itu dia dan Lia bertos entah karena apa.
Yang lain nya juga begitu, tertawa karena menurut mereka sangat lucu,mana Lia mengucapkan nya lancar lagi dan terlihat sangat menikmati peran nya,fokus mereka terbagi antara tingkah Lia yang lucu dan Nia yang tertawa nyaring hingga mata gadis itu menyipit dan gingsul gadis terlihat,sangat manis.
Ini adalah kali pertama nya mereka melihat tawa gadis itu,bahkan gadis itu tersenyum saja mereka tidak pernah lihat ,yang mereka lihat adalah tatapan takut dan kepala gadis itu yang selalu tertunduk takut setiap berhadapan dengan mereka dan orang lain.
Dan baru kali ini mereka tahu jika gadis itu memiliki gingsul,bukan dimple seperti milik Lia kembaran nya,sangat tidak bisa dipungkiri,dan Zayyan bahkan Erik yang sangat membenci adiknya itu terpaku melihat tawa gadis itu,terlihat sangat bahagia.
Dan gadis lainnya menampakkan mimik wajah tidak suka melihat Nia, kebencian semakin besar kepada gadis itu,dan lihat saja dia akan membuat gadis itu juga Lia ,semakin dibenci oleh semua orang lihat saja.
Hi besty besty😶🌫️mudah mudahan suka ya,dan jangan lupa kasih dukungan,tekan ❤️ dan jangan lupa like juga beri penilaian ya dengan klik⭐
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih komen,dan beri saran nya,typo juga masih banyak jadi hati hati membacanya,thanks semua nya udah mampir