Twin Girls : Natha Transmigrasi

Twin Girls : Natha Transmigrasi
Twin girls 31


__ADS_3

Sepasang remaja menuruni tangga turun ke bawah untuk sarapan bersama orang tua mereka,"Pagi ma,pa"kedua nya menyapa yang di balas oleh kedua pasangan paruh baya itu.


"Pagi juga sayang"


"Hmm pagi"


Keduanya duduk di hadapan sang mama yang tengah menyendokkan nasi goreng ke piring suaminya di susul oleh piring kedua anaknya.


"Seperti biasa masakan mama selalu the best"gadis cantik itu mengancungkan kedua jempolnya ke arah sang mama setelah mencicipinya.


Sang mama hanya tersenyum membalas, begitu juga dengan sang papa dan kembaran nya.Setelah perbincangan singkat itu akhirnya mereka menikmati sarapan dengan hikmat.


"Ya udah papa berangkat dulu mah"ucap sang kepala keluarga kepada istrinya sembari berdiri dari duduknya,di susul kedua anak nya "Kami juga mah "ucap sang anak setelah nya mencium tangan sang mama juga kedua pipi nya ,disusul oleh suaminya.


"Kalian hati hati ya bawa motornya jangan ngebut,nanti siang aku ke kantor kamu ya pa bawain makan siang"sang suami menganggukkan kepala nya begitu juga dengan kedua anak nya setelah itu mereka bertiga melangkah menuju kendaraan masing-masing.


"Yang kalah jadi babu !"setelah mengatakan hal itu gadis cantik itu melajukan motornya meninggalkan sang kembaran yang sibuk mengumpatinya.


***


Brum Brum Brum


Motor yang di kendarai oleh Natha berhenti di parkiran SMA Pelita Harapan, seperti biasa baik dia atau Lia dan geng Tigre akan menjadi sorotan anak anak lain,apalagi kedua gadis kembar itu.Apalagi Natha mereka masih tidak yakin dengan perubahan gadis itu,Natha bodoh amat dan bersikap bisa bisa dia sudah terbiasa akan hal itu sebenarnya tidak sih dia hanya berusaha membiasakan diri.


Brum Brum Brum


Tidak lama setelah mereka sampai sepasang motor juga sampai dan berhenti di dekat motor Lia.Natha mematung lalu mengerjapkan matanya,dia seperti mengenal kedua sosok itu juga motor yang di kendarai keduanya.


Banyak pertanyaan yang muncul di benak nya ,apakah itu mereka? dan benarkah ini dunia asli? dunia yang sama dengan keluarga nya ,apakah mereka juga mengenal nya? dan apakah mereka percaya jika dia mengatakan hal yang sebenarnya dan kenapa juga mereka pindah ke kota ini jika memang ini dunia dan masih banyak lagi namun dia tidak bisa mengeluarkan semua isi kepala n6a saat ini.


Natha tersentak karena pukulan Lia dibahu nya,jadi benar ini dunia asli pikirnya, setelah mengontrol detak jantung nya yang berdegup kencang akhirnya natha kembali sadar namun masih belum membuka helm nya,dia masih sibuk menunggu kedua orang itu membuka helm nya.Dia akan membuka helmnya setelah memastikan kedua nya sudah membuat helm.


Dan seperti nya most wanted di sekolah ini akan bertambah,melihat tatapan tatapan kagum yang mengarah kepada kedua orang itu begitu juga dengan inti geng Tigre yang masih berada di parkiran bersama Lesya dkk.


"Mereka siapa?"Darius bertanya kepada teman temannya namun tidak mendapat jawaban.


"Sepertinya murid baru"Erik mengeluarkan suaranya yang di balas dengan anggukan oleh yang lain nya, sepertinya memang iya karena tidak ada pemilik motor seperti itu di sekolah ini.


Kedua tokoh yang menjadi pusat perhatian itu akhirnya membuka helm dengan gaya slomotion(maaf jika salah aku gak tahu cara nulis nya hehe).

__ADS_1


Keduanya menyisir rambut mereka yang sedikit berantakan menggunakan tangan , Pekikan kagum dari murid murid mulai terdengar di telinga Natha memang pantas kakak dan abang nya itu mendapat pujian seperti itu,karena visual keduanya tidak main main dan sangat berdamage.


"Gila cantik banget sumpah"


"Ganteng dan cantik"


"Calon mantu mama gue tuh"


"Dih,jangan mimpi terlalu tinggi deh lo,mana mau dia sama Lo yang dekil"


"Calon ayah dari anak anak gue"


"Diharapkan sadar diri "


"Mama ibu dari anak anak ku sudah ketemu"


"Abang cekek dedek bang"


Natha menganggukkan kepalanya mengiyakan pujian pujian yang terdengar ditelinga nya kecuali yang terakhir dianno komen karena agak laen.


Dia lalu memfokuskan perhatian kepada kedua orang itu dia melihat kedua bergantian dari kakaknya lalu Abang nya kakak nya itu memang sangat cantik dan sedikit tomboy namun tidak mengurangi kecerewetan gadis itu, begitu juga dengan abang nya yang memiliki ketampanan di atas rata rata, hidung mancung,dada bidang dan jangan lupakan otot perut laki laki itu jika siswi sekolah ini melihatnya bisa di pastikan air liur mereka akan menetes sedangkan kaum Adam akan iri dengki.


Namun jika ada kelebihan tentu ada kekurangan bukan?,begitu juga dengan abang nya, kekurangan yang di miliki abang nya itu adalah tidak pernah tersenyum di khalayak ramai,bahkan di depan sahabat sahabat nya pun tidak pernah.Saking dingin nya laki laki itu.


Abang nya itu sangat dingin,11 12 dengan Dave,dan seperti nya Abang nya itu semakin dingin saja,apakah karena kepergiannya?,jika iya dia akan senang sekaligus sedih dalam waktu bersamaan.


"KAKAK ABANG !!Natha turun dari motor Lia dan terburu buru membuat Lia terkejut hampir tewas dibuat nya,kareha motor nya yang oleng hampir jatuh karena Natha yang turun dengan terburu buru, untung dia berhasil menahannya jika tidak entah lah.


Natha memeluk keduanya dengan erat,dia tidak bisa menahan gejolak rindu di hatinya, memang benar rindu itu berat biar Dilan saja.


Kedua nya menatap satu sama lain,tidak tahu harus berbuat apa karena mereka tidak kenal dengan gadis yang memeluk mereka saat ini.Natha melepaskan pelukan nya sejenak menatap kedua nya dengan senyum manis nya lalu memeluk abangnya Alexino.


Axelino menatap kembaran nya Axelia yang ada di samping nya namun hari itu hanya mengangkat bahu nya, Alexino menggeram menahan emosi tubuhnya saat ini digoyang-goyangkan ke kiri dan ke kanan oleh gadis yang entah siapa yang saat ini memeluk nya erat,namun dia nyaman akan pelukan ini dan dia juga merasa tidak asing.


Setelah Natha puas memeluk Abang nya dia menatap ke arah Axelia dengan mata yang berkaca - kaca lalu memeluk kakak nya dengan pelukan yang sama saat dia memeluk Axelino tadi dan respon gadis itu tidak beda jauh dengan respon kembaran nya.


"Natha kangen tahu hiks"air mata Natha tidak bisa dia cegah,rasa rindu nya terhadap keluarga nya sangat sangat besar,dia tidak menyangka dia akan bertemu dengan kedua kakak nya itu, selama ini dia pikir dunia adalah dunia novel oleh karena itu dia tidak berinisiatif mencari keluarga nya.Ternyata Tuhan sangat menyayangi nya hingga dia dipertemuan kepada keluarga nya di kota ini.


"Menjijikkan"air mata Natha semakin turun dengan deras mendengar respon dari abang nya Axelino,"Abang jahat hiks,gak punya otak dan nyebelin kayak monyet"Natha memukul dada Axelino sambil nangis kejer.

__ADS_1


Axelino merasa bersalah setelah mengatakan hal itu apalagi setelah melihat air mata gadis itu yang bercucuran entah karena apa,baru kali ini dia merasakan hal yang sama jika dia marah kepada adik nya juga kembaran nya terhadap orang lain.Namun dia tidak bisa berbuat apa, lagi pula itu salah gadis itu yang memeluk orang sembarangan.


Tangisan Natha membuat semuanya diam dan heran secara bersamaan,ada apa dengan gadis itu?,apakah mereka saling mengenal?,bahkan inti geng Tigre yang dari tadi memperhatikan semuanya semakin mengernyitkan dahi masing masing saking heran nya.


Begitu juga dengan Lia yang tidak kalah bingung nya,siapa kedua orang itu kenapa kembaran nya itu bisa mengenal mereka bahkan gadis itu memanggil keduanya dengan sebutan kakak dan abang apakah mereka sangat dekat?,dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang menyinggapi otak mereka.


"Natha gak like, dasar kulkas dua belas pintu nyebelin!"Natha menyeka air mata yang meluncur di pipinya,lalu mengibaskan rambut panjang hingga mengenai pipi Axelino.


Natha menarik tangan kakak nya membawanya berlalu dari sana,Axelia yang masih diam terpaku karena bingung membiarkan Natha melakukan sesuka nya,lagi pula dia merasa nyaman di dekat gadis itu.


Satu


Dua


Tiga


Bugh


Natha berbalik meninggalkan Axelia lalu menginjak kaki Axelino dengan kencang,Natha menjulurkan lidahnya mengejek Abang nya itu yang meringis kesakitan.


Natha kembali menarik tangan kakak nya dan berlalu dari sana, meninggalkan Axelino yang meringis lalu terpaku.'Kenapa dia sangat mirip dengan Nana?'Axelino menatap punggung kedua gadis itu dengan tatapan rumit nya.


Dia sengaja menghitung di dalam hati nya,siapa tahu yang ada di dalam otak nya terjadi dan benar saja gadis itu melakukan apa yang ada di dalam pikiran nya.


Tidak mungkin itu Nana kan?,mungkin hanya sikap keduanya saja yang sama yah hanya sikap keduanya saja yang sama Axelino berusaha meyakinkan dirinya , tapi kenapa kedua nya bisa mirip? baik dari segi wajah dan perilaku, memikirkan hal itu membuat kepala nya pusing,tidak ingin membuat kepala nya semakin pusing laki laki itu melangkahkan kakinya menyusul kedua gadis itu.


Meninggalkan murid murid lainnya yang sibuk dengan pikiran mereka masing masing,Dave mengepalkan tangannya melihat murid baru tadi.


Begitu juga dengan lesya yang sudah menahan diri agar tidak mencabik cabik gadis itu sialan itu sejak tadi yang lagi lagi berhasil menjadi pusat perhatian satu sekolah.Kedua nya tidak sadar jika tengah di perhatikan oleh seseorang dengan senyum tipis nya.


Aku up lagi hari ini kawan


Seperti biasa nya semoga kalian suka dan tidak bosan dengan part part yang tidak jelas dan berbelit-belit ini hehehe.


Tekan like,vote dan subscribe juga ⭐ ya,kasih komen dan sarannya juga kawan karena itu sangat membantu.


Typonya masih banyak bertebaran jadi hati hati besty.


Salam kasih semuanya 💞 ✨

__ADS_1


__ADS_2