
Zayyan menatap langit malam yang dihiasi oleh bintang,saat ini dia berada di halaman belakang rumahnya dia menerawang jauh kebelakang saat mereka masih kecil dulu.
Kedekatan mereka saat dulu tidak ada jaraknya sedikitpun karena mereka selalu bersama setiap saat,bermain bersama dan melakukan semuanya bersama dan tidak terpisahkan.
Hingga kejadian yang tidak terduga membuat mereka menjadi jauh bahkan acuh tak acuh dan membuat hati mereka benci sebenci bencinya khususnya kepada Nia yang saat ini menjadi Natha namun tidak mereka tidak tahu.
"Lo masih ke pikiran sama Nia?"Zayyan mengalihkan perhatiannya kepada Alvaro,memang yang paling dekat dengan dia adalah Alvaro,mungkin karena kepribadian keduanya yang sama sama dingin jadi bisa saling mengerti satu sama lain.
Setelah mereka makan tadi, Zayyan langsung pergi dari mereka ,Alvaro yang melihat Zayyan pergi mengikuti sahabatnya itu dan dia bisa melihat sahabat nya itu yang termenung dengan rokok menyala ditangan laki laki itu,tanpa bertanya dia sudah tahu apa yang mengganggu pikiran laki laki itu.
Pasti perubahan Nia,jangankan Zayyan semua orang juga pasti memikirkan hal itu,"hmm"hanya deheman saja,dan Alvaro maklum akan hal itu.
"Lo tahu?,melihat perubahan Nia yang seperti sekarang apalagi saat dia tertawa tadi,gue bisa lihat Nia kecil dulu yang sangat receh,ceria dan random,dan itu membuat gue menyesal karena tidak bisa tegas terhadap diri gue sendiri"ini adalah kalimat terpanjang yang pernah Alvaro dengar dari Zayyan.
Memang Zayyan akui dia tidak pernah baik kepada adiknya itu,tapi dia tidak pernah membenci gadis itu sama sekali,dia hanya diam saja jika adiknya itu ditindas oleh orang lain bahkan oleh sahabat sahabat nya sendiri.
"Dari dulu gue sudah bilang,jika penyesalan akan datang di akhir,dan sepertinya lo mulai merasakan hal itu!"Alvaro sama dengan Zayyan ,dia juga tidak pernah menindas gadis itu namun hanya diam dan memperhatikan bagaimana teman temannya menindas dan membuli adik sahabatnya itu.
"Tapi lo masih bisa memperbaikinya jika lo mau!,lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan?"memang benar yang dikatakan oleh Alvaro lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, walaupun mungkin rasanya akan sedikit sulit namun tidak mengapa asalkan dia memang sungguh sungguh pasti bisa.
"Gue duluan jangan terlalu lama diluar,besok sekolah "saat ingin melangkah dia dihentikan oleh pertanyaan Zayyan"Dave jadi pulang?"lihat ?,jika yang dingin sama yang dingin disatukan sepertinya akan mencair, seperti mereka berdua contohnya.
"Kayaknya"setelah mengatakan itu Alvaro masuk kedalam di ikuti oleh Zayyan yang juga ingin istirahat.
__ADS_1
***
Pagi telah menyapa bumi degan sinar nya menggantikan malam.Lia telah siap dengan seragam sekolah nya namun tidak dengan gadis yang masih terlelap disamping kamarnya,tidak terganggu oleh sinar matahari yang masuk melalui sela sela jendela.
Lia menoleh sebentar kearah pintu kamar Natha sebelum melanjutkan langkahnya,dia pikir jika kembaran nya sudah ada dibawah tanpa berniat mencek kamar itu.
Setelah dia berada di tangga lantai dua,dia bisa melihat keadaan dilantai satu dari atas,tidak ada kembaran nya disana,lalu dimana dia?,jangan bilang jika masih tidur?,karena setahu dia kembarannya itu adalah manusia paling rajin dimuka bumi ini,dia adalah manusia yang pertama bangun dari semua orang di rumah ini,tapi sekarang?.
Tidak membuang buang waktu,Lia kembali naik keatas sambil menggerutu kesal,jika dia tahu begini dia akan mencek kamar kembaran nya itu terlebih dahulu sebelum turun tadi.
Bruk bruk bruk
Lia langsung menggedor pintu kamar Nia dengan kakinya setelah mencoba membuka pintu itu tadi namun ternyata terkunci.Dan tanpa pikir panjang akhirnya dia langsung menggedor pintu itu dengan kakinya jika pakai tangan sudah pasti sia,bahkan pakai saja tidak membuat penghuni kamar itu bangun.
Natha semakin mengeratkan selimutnya,dia mendengar gedoran yang sangat keras itu namun rasa malas yang bersemayam didalam tubuhnya membuatnya tidak ingin membuka mata,dia tidak ingat jika hari ini dia sekolah.
"Nia lo bangun gak!,hari ini sekolah nyet lo mau telat ha?, bangun gak lo kalau gak gue tinggal ya"mendengar itu membuat Nia langsung mengambil langkah seribu membuka pintu kamar itu,tanpa melihat dan menunggu lagi dia langsung masuk kekamar mandi,tidak perlu mandi cukup melakukan jurus dua jari saja sudah cukup pikir gadis itu.
Seperti yang dia katakan,dia tidak mandi hanya cuci muka dan tidak gosok gigi dia keluar dari kamar dan mendekat kearah Lia,dia menghembuskan nafas nya kearah gadis itu "bau gak?"tanya santai dengan mimik wajah yang minta di tampol.
"gak gak gak, cepetan ganti baju lo!"Lia tidak berbohong ,nafas kembaran nya tidak bau,tapi tatapan Nia yang seolah-olah mengatakan tidak percaya membuatnya kesal sendiri,sudah ditungguin juga.
Mendengar nya,Nia langsung menuju walk in closet,dia mencari baju seragam yang pas di tubuhnya nya tanpa kekecilan ataupun kebesaran,tidak perlu lama dia sudah keluar dengan seragam lengkap, dia hanya mengambil kacamata nya dan hanya memoleskan lipbam kemulut nya.
__ADS_1
"Udah ayok"Nathan menarik tangan kembaran nya itu, keluar dari kamarnya tanpa menghiraukan tatapan gadis itu,yang paling penting adalah mereka tidak telat.
***
Setelah sampai di tangga yang menuju lantai satu,mereka berdua langsung menuju meja makan dan bisa melihat orang orang sudah berkumpul di sana.
Tapi ada personil yang tambah yaitu kedua orang tua Nia,ini pertama kalinya Natha bertemu mereka,jujur saja dia bingung harus bersikap seperti apa namun tidak lama memutuskan untuk menjadi dirinya sendiri.
Lia menarik tangan Natha mereka berdua duduk berhadapan dengan lesya dan mamanya,Lia berhadapan dengan maminya dan Natha dengan lesya,namun tampaknya orang tua mereka tidak menghiraukan keduanya hingga akhirnya suara lembut Lesya menyita perhatian mereka.
"Ka Lia sama ka Nia mau makan apa?,biar Lesya ambilkan"mendengarnya membuat Nia menoleh kearah Lia,lagi lagi seperti melakukan telepati keduanya tersenyum namun mereka tidak bisa menebak kenapa keduanya tersenyum.
Mami Naura dan papi Sebastian mami papi dari Nia,terkejut melihat keduanya mereka tidak tahu siapa gadis yang ada di samping Lia, mereka bisa mengenal Lia karena tahi lalat gadis itu yang ada di bawah mata sebelah kanan gadis itu,selain lesung pipi mereka juga memiliki perbedaan letak tahi lalat.
Jika Lia berada dibawah mata sebelah kanan,maka Nia memiliki tahi lalat kecil di hidung sebelah kiri seperti tindik, perbedaan itu bisa terlihat jika mereka memperhatikan wajah keduanya,namun sepertinya kedua orang Nia sama sekali tidak memperhatikan itu.
"Pagi mami papi"Tanpa memperdulikan pertanyaan Lesya,dia menyapa kedua orang tua Nia yang mungkin menjadi orang tua nya saat ini dengan senyum lebarnya hingga memperlihatkan gingsul gadis itu, sangat manis dan tulus.
Papi Sebastian merasakan hangat entah karena apa saat melihat senyum tulus dari gadis yang entah siapa namun sangat mirip dengan putrinya,begitu juga mami Naura dia merasakan sesuatu menyentil hatinya saat menatap gadis yang tersenyum lebar kearahnya.
Hy besty besty ku, makasih udah mampir, Jangan lupa like,klik β€οΈ serta tekan β ya π,kasih komen dan saran mendukung juga π.
typo masih banyak jadi hati hati πΆβπ«οΈ,semoga suka ya,dan jangan lupa mampir ke karya aku yang satunya lagi π₯°
__ADS_1