Twin King Boy Mafia

Twin King Boy Mafia
chapter 18


__ADS_3

~🌹~SELAMAT MEMBACA~🌹~


next...


saat mereka masuk mereka melihat Adsel yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada dan handuk kecil melingkar di pinggang nya


blush...wajah Maria langsung merah padahal ia sering melihat laki laki yang telanjang dada tapi kenapa Adsel sampai panas wajahnya


Adsel masih belum menyadarinya karna Maria ada dibelakang mereka


" kelen ngapain berdiri aja ?" tanya Adsel yang masih setia berdiri


Alex pun maju untuk memukul kepala Adsel


platak


" aaww.." rintih Adsel memegang kepalanya


" ada apa si?" tanya Adsel


" eh elo itu bodo atau paok sih" tanya Alex


" kayaknya sama aja deh" jawabnya dengan polos


" udah lah ampun gw eli gak liat apa ada tamu"


" emang siapa yang datang?" tanya Adsel


Alex pun memdekat dan membisikkan


" APA!!" teriak Adsel dan pergi masuk kekamar memakai baju dengan cepat


beberapa menit kemudian Adsel keluar dengan berpakaian santai dan menemui mereka di ruang makan


Adsel duduk disebelah Edward dan dimeja makan ada banyak begitu makanan


" kk ini kk yang buat?" tanya Adsel menunjuk mengambil makanan yang ada dimeja


" bukan" jawab Edward dengab santai


" jadi siapa yang buat?" tanya Adsel yang sedang memakan makanan nya


" Maria" sela Chandra


khuk...khuk...khuk...

__ADS_1


" apa!" celinguk nya dan minum air putih


" jadi dia dimana ?"


" itu didapur" tunjuk Alex


Dengan segera Adsel peegi menuju dapur dan ia melihat wanita yang memakai kelemek sambil menghidang kan makanan nya untuk dimakan


Maria yang sadar diperhatikan seseorang melihat siapa yang melihat nya?


" Adsel" gumam nya


Adsel mendekat kearah Maria sedangkan Maria melangkah kan kakinya ke belakang untuk menjauhkan


" kok mundur?" tanya Adsel yang merasa tidak terjadi apa apa


sisi lain


TOK..TOK..TOK..suara ketukan pintu


Diego pun berdiri dari tempat makan dan melangkahkan kaki nya ke arah pintu saat ia buka ia melihat Dokter Chyntia


sedangkan Chyntia merasa terkejut kenapa bukan Adsel yang keluar


" ini rumah Adsel?" tanya Dokter Chyntia


" ini saya hanya ingin membicarakan sesuatu dengan Adsel"


" baiklah silahkan masuk" ucap Diego mempersilahkan masuk.Chyntia pun masuk saat ia masuk ternyata ia melihat ternyata mereka sedang ingin makan


" maaf mengganggu" ucap menunduk dan berbalik badan dengan cepat Diego menarik tangan nya dan


" silahkan masuk bukannya tadi lo bilang mau mencari Adsel"


" iya" Chyntia pun tidak jadi pergi dan ia hanya duduk di ruang tamu


Diego yang menyadari nya pun menarik tangan Chyntia untuk makan bersama sedangkan Chyntia menetralkan jantungnya yang berdetak dengan kencang


mungkin saja karna ia tidak pernah disentuh walaupun sekedar tangan itupun hanya mantan pacarnya bernama Devie Martin orkay no.10 dan selingkuhannya bernama Kapila Merapol


lanjut...


setelah mereka sampai diruang makan


tempat Adsel dan Maria

__ADS_1


" elo kok menjauh?"tanya Adsel yang masih mendekat Maria yang mendengar pertanyaan itu berhenti dan melihat Adsel ke atas karna Adsel lebih tinggi dari nya


" maaf king saya akan makan dan setelah itu saya akan pergi tapi kalau king tidak ingin saya makan disini saya akan pergi sekarang juga" jelas Maria dan melangkahkan kaki nya keluar dari dapur menuju ruang makan


setelah sampai dimeja makan Maria duduk di samping Chyntia mereka semua diam hanya detingan sendok dan garpu


Adsel pun masuk ke ruang makan dan melihat Dokter Chyntia


" eh Dokter, Dokter ngapain?" tanga Adsel


" ini " ucap Chyntia memberikan sesuatu Adsel menerima apa yang diberikan oleh Dokter Chyntia


" ini apa dok?"


" boleh kita bicara pribadi?" tanya Dokter Chyntia


" boleh" ucap Adsel dan Cyntia berdiri dan pergi bersama Adsel ke kamar


setelah kepergian Adsel dan Dokter Chyntia Maria hanya ingin bertanya kepada sahabat Adsel


" Alex" panggil Maria


" apa?"


" gw kapan melatih diri nya?" tanya Alex


" besok ke markas ini alamat nya" sela Edward dan memberikan sebuah kertas yang berisi alamat markas Mafia mereka


" baiklah kalau begitu saya pamit " seraya berdiri dan pergi


" gw juga sekalian mau pergi "


Chandra ingin pergi ke rumah sakit menjenguk Nadine yang masih sakit sekalian mengantar Maria pulang


dikamar


" apa yang ingin Dokter katakan?" tanya Adsel in the point


" dan ini apa?" menunjukkan isi yang diberikan Dokter itu


" oh itu obat untuk menahan nyeri di kepala kalau bisa ia jangan sampai terlalu lelah karan ia masih belum sembuh setotal mungkin " jelas Dokter Chyntia


" oh baiklah" ujar nya tapi sebelum ia pegi Dokter Chyntia memperingatkan sesuatu


" kalau bisa jangan sampai kepala bagian belakang nya di pukul dengan kuat lagi!" peringatan Dokter Chyntia untuk Adsel

__ADS_1


" hm..baiklah"dan mereka pergi meninggalkan kamar


__ADS_2