
pagi hari yang cerah seorang wanita yang baru saja bangun memeluk seorang lelaki tampan yang tak lain Maria dan Adsel
saat Maria membuka matanya dan yang pertama kali ia lihat adalah Adsel yang terlelap disebelahnya
Maria mendekat ke wajah Adsel dan bergumam sambil memainkan rambut Adse0l dengan jari jarinya
" tampan "
tanpa Maria ketahui Adsel terbangun dengan senyuman manisnya
" AAHH " teriak Maria dan melempar bantal kemudian menutup tubuhnya dengan selimut
Adsel pun terkekeh pelan kemudian ia masuk ke dalam selimut dan memeluk Maria dari belakang
" Maria" bisik Adsel
beberapa detik kemudian tersadar kalau ia bukan di bar melainkan..
"AAHH" teriak Maria lagi dan menatap Adsel dengan tajam
" ada apa sih?" tanya Adsel menutup telinganya
" apa yang terjadi semalam?" tanya Maria yang masih menatap mata Adsel dengan tajam
" semalam? kita ngapainnya" tanya Adsel dengan polos
"kok King lupa sih udahlah lupakan saja" ucap Maria dan turun dari ranjang
" Maria" panggil Adsel
" kamu telah mencuri!"
" What?!"
__ADS_1
" emangnya apa yang saya curi?seingat saya,saya tidak pernah mencuri"
" memang tapi kamu trlah mencuri my first kiss "ucap Adsel memegang bibirnya
" What?!" Adsel hanya menutup telinganya
" bisa tidak kalau kau tidak bertekak" ucap Adsel
" maafkan saya King dan untuk ciuman pertama King saya juga minta maaf dan satu lagi itu juga ciuman pertama saya jadi kita impas King" ucap Maria dan masuk ke kamar mandi tapi sebelum ia masuk ia berkata
" dan satu lagi King saya ingin meminjam uang kepada King untuk pergi dari negeri ini dan uangnya pasti akan saya kembalikan kepada King suatu saat nanti" dan masuk kekamar mandi
Adsel terdiam wajah nya yang tadi ceria kembali murung dadanya terasa sesak mungkin ia telah menyadari kalau ia sudah jatuh cinta kepada Maria
" apa aku harus mengungkapkan isi hatiku?"
Chandra dan Nadine
pagi pagi sekali ini Nadine terbangun dari tidurnya dan setelah Nadine bersiap siap kerja ia langsung berpamitan dengan ayahnya dengan wajah yang lebih ceria dibanding hari hari lalu karna akan ada Chandra disampingnya walaupun sekedar teman
"pa Nadine pergi dulu" teriaknya dan keluar dari rumah
" Nadine ini masih pagi" teriak ayahnya Nadine tak mendengar itu karna ia sudah mempercepat larinya
bahkan ia sendiri tidak tau kalau cuacanya masih agak gelap dikarnakan masih jam 6 pagi sangkin bahagianya ia hari ini cuaca yang gelap aja dilihat terang
dasar bucin
selama diperjalanan Nadine senyum senyum sendiri gak jelas
sesampainya ia di kantor polisi ia memparkirkan motornya dan dengan cepat ia masuk ia bertanya tanya kepada dirinya sendiri
" kemana semua orang kok sepi?" tanya nya kemudian ia melihat jam 6 pagi
__ADS_1
" ya ampun pantes sepi pulaan jam 6 "
" Nadine bodoh " gumamnya sambil menepuk jidadnya karna ia belum makan ia pun mengambil makanan yang ada ditasnya yang sebelum ia siapkan
ia kira ini semua akan sia sia karna ia tidak melihat satu orang pun sampai ia melihat ada satu ruangan yang lampunya hidup
Nadine mendekat ke arah ruangan itu kemudian ia mengintip siapa yang berada disana
saat ia mengintip yang ia lihat adalah Chandra yang bekerja dengan serius itu membuat jantung Nandine berdebar sangat kencang
dengan memberanikan diri Nadine masuk ke ruangan Chandra tapi sebelum itu ia mengetuk pintj terlebih dahulu...sopan...
Tok..Tok...Tok....
Chandra menghentikan pekerjaannya dan melihat jam yang ada di tangannya kemudian ia bertanya siapa yang datang sepagi ini?
" Masuk!" pintu itu terbuka dengan sangat kuat sampai Chandra terkejut
Bruk....suara pintu yang terbuka dengan kuat
" tampan Chan-Chan Good Morning " teriak Nadine dengan semangat
LIKE
LIKE
LIKE
LIKE
Like dong supaya Author lebih semangat dan cerita ini berasal dari khayalan saya jadi mohon hargai karya saya
jangan lupa Komen dan kasih saya saran dong
__ADS_1
dan satu lagi Vote dan rate 5