Twin King Boy Mafia

Twin King Boy Mafia
chapter 2


__ADS_3

~🌹~SELAMAT MEMBACA~🌹~


saat di pagi yang cerah terdapat lima orang anak anak yang sedang belajar bela diri dan lainnya beserta senjata yang sangat berbahaya siapa lagi kalau bukan Adsel Edward Diego Chandra Alex


sekarang Adsel melawan Edward yang sudaj memasang kuda kudanya mereka didampingi oleh guru dan ayah mereka kalau ibunya biasalah menggosip sekarang mereka masih berumur 7 tahun


Adsel melawan dengan tumbukan tangan kanan dan Edward menghindar dan membalas dengan tunjangan setengah ke perut Adsel,Adsrl pun terdorong kebelakang Adsel yang gak mau kalah membalasnya dengan serangan kaki dan Edward dapat menghindar dan membalsnya dengan tendangan kekaki Adsel dan tumbuka ke wajah Adsel


suara pruit pun berbunyi Adsel dan Edward mengakhiri latihan bela diri nya dengan pelukan


Edward dan juga sahabtnya mengahampiri Adsel yang sedang duduk meminum air dengan air keringat yang bercucuran


"Ad lo gak papa kan?" tanya Alex


" lo santai aja kali lex gini gini gue kuat tau jadi jangan remehin gw"


" gw kalo cakap sama lo gak ada nyambungnya ya gw nanyak keadan lo mala lo jawab yang mana"


" elo kan punya mata kenapa gak lo liat aja keadaan gw nanyak nanyak lagi buta apa lo"


" lo!!!" geram alex dengan menggertakkan gigi nya


" udah jangan ribut bising amat sih lu pada kayak anak kecil aja" sela Diego karan dua anak ini gak pernah akur akur


" memang kita masih kecil lu gak ingat umur ya umur kita itu masih 7 tahun " ucap Adsel dengan kesalnya


mereka bertiga pun berdebat dengan masalah yang gak penting sedangkan Edward dan Chandra hanya membersihkan wajah mereka dengan handuk kecil

__ADS_1


setelah mereka latihan mereka memutuskan untuk pulang karna memang sudah malam


beberapa tahun kemudian


disaat pagi hari mamanya Adsel mengetuk pintu kamar Adsel untuk membangunkan anak nya untuk berangkat sekolah karna sedari tadi tidak ada respon mamanya yang bernama bylea berteriak didepan pintu


"Adsel bangun udah pagi sana sekolah!"masih tetap tidak ada respon bylea pun memanggil pembantunya untuk mengambil kunci cadangan


" nyonya ini" memberikan kunci cadangan kamar Adsel


Edward dan ayahnya yang bernama mendra hanya melihat kejadian itu karna memang sudah biasa kejadian itu dipagi hari


bylea mengambil kunci cadangan nya itu dan menyuruh pembantu itu pergi bylea perlahan membuka pintu kamar Adsel yang lumayan berantakan( entah apa yang di kerjakan anak ini pikir bylea ) bylea pun mengambil air dikamar mandi Adsel dan membangunkannya dengan air


byur


" wah kebanjiran cepat pergi dari sini!sial lama banget lagi gw bangunnya!" Adsel bangun dari tempat tidu dan sangat disayangkan ia jatuh dari tempat tidur


" aww ush sakit eh mana banjirnya" ucap Adsel mengelus bokongnya


tawa pecah bylea menggema ruangan itu Adsel yang tersadar di kerjain mamanya pun cemberut


" mama" ucap Adsel dengan manja dan memalingkan mukanya bylea pun kembali datar


" kenapa kamar kamu berantakan?" tanya bylea yang sudah mengeluarkan aura dinginnya Adsel hanya diam


" jawab jujur!"

__ADS_1


" itu ma Adsel tadi malam main vidio game terbaru karna seru sangat Adsel mainkan eh setelah memainkan vidio gamenya udah jam 2 pagi Adsel juga gak tau kenapa jam nua cepat banget bergerak dan Adsel pikir jam nya rusak " jelas adsel yang memasang wajah polosnya


bylea hanya diam dan menatap anaknya itu dan bylea berbicara


" kamu sekarang makan lain kali jangan main vidio game malam malam.mengerti!" Adsel mengangguk tanda mengerti bylea pun berjalan ke ruang makan


Adsel segera bergegas mandi memakai baju nya dasi yang dilonggarkan sekarang mereka sudah SMA mereka berlima menjadi terkenal di sekolah mereka karna ketampanan dan kekayaan nya


Adsel pun turun dengan wajah yang ceria


" pagi" Adsel sambil duduk untuk makan


" ini udah gak pagi" sahut bylea semua yang ada dirumah itu takut dengan nyonya bylea karna suara cemprengnya suaminya saja hanya tutup telinga kalau istrinya sedang merepet tapi ia sangat mencintai istrinya


" ma aku pergi" ujar Edward dengan datar bylea sudah yerbiasa dengan sikap anaknya karna dia juga saat masih kecil hingga sekarang masih memasang wajah datar


" iya hati hati ya anak ku sayang" ucap bylea melambaikan tangan nya sambil tersenyum melihat anak nya


" ma aku pergi " ujar Adsel


" yaudah" pura pura cuek


" mama kok kayak gitu sih kak Edward pergi diperhatikan aku dicuekin" ucap Adsel sebenarnya Adsel tau kalau mama nya itu hanya bercanda


" ucucucup sayang ku pergi lah kesekolah hati hati" dengan senyuman bylea dan Adsel juga membalas senyuman mama nya


Adsel pun pergi dengan senyuman mnegembang ke sekolah

__ADS_1


Edward dan Adsel hanya beda beberapa menit


__ADS_2