
sebelumnya mereka di perjalanan mereka melihat Nadine dan Davie saling memancar aura kebencian
saat mereka berhenti dari mobil Davie langsung mengambil pistol dari celana nya Chandra yang melihat Davie mengeluarkan pistol untuk membunuh Nadine
dengan cepat Chandra mengambil pistol nya dan lain dengan Josefa yang tersenyum puas tapi sebelum itu ia berbicara
" king jangan bunuh dia!!" ucap Maria
" oke " dan
DOR!! menembak bagian kaki kanan Davie dengan cepat Maria mendekat dan membuka wig nya menampakkan wajahnya Davie yang melihat Maria ada di depannya menjadi terkejut.
bagaimana tidak terkejut melihat keponakan yang pernah ia hina dan ejek kini menjadi orang yang pemberani kuat ambisius dan juga mempunyai aura dingin menyeramkan begitu juga dengan matanya seperti memancarkan api kemarahan dan sakit hati yang dalam
" hai paman" ucap Maria dengan senyumannya
" Maria tolong paman liat mereka (menunjuk ke 5 orang itu) mereka ingin membunuh paman" ujarnya
" engga kok paman ku yang baik(memegang wajah paman nya dengan kuat) mereka gak akan bunuh paman tapi yang akan membunuh paman itu adalah aku" ucapnya dan mengangkat Davie memasukkannya kemobil untuk dibawa kemarkas
__ADS_1
" menarik "
setelah mereka sampai ke markas Nadine memutuskan untuk pulang takutnya ia dicari oleh ayahnya
" si tampan Chan-Chan Nadine cantik mau pulang dulu y,bye " melambaikan tangan dan melajukan mobilnya pergi kerumahnya
" bye juga,Nadine" gumamnya dengan senyum tipis dan masuk ke markas
Adsel dan Maria sudah membawa Davie masuk ke ruang rahasia dan itu tempat untuk mereka membunuh musuh yang ingin membunuh mereka
lain dengan ruang bawah tanah yang hanya untuk orang para penghianat saja
" King saya boleh minta tolong?" tanya Maria
" hm..boleh "
" tolong King ambilkan untuk saya pisau gunting dan air panas setelah itu saya ingin King pergi dari ruangan ini untuk sebentar saya juga bukan bermaksud untuk mengusir King" jelasnya
Adsel pun memahami nya tapi ia akan melihat dari kamera CCTV ruang rahasia untuk melihat apa yang akan terjadi
__ADS_1
beberapa saat kemudian Adsel membawa apa yang dikatakan Maria dan segera meninggalkan ruang rahasia dan pergi keruang CCTV untuk meliahat apa yang akan dilakukan oleh Maria
ruang rahasia
disinilah Maria akan menyiksa pamannya karna Maria merasa pamannya lama banget bangun nya ia pun menyeburkan air panas ke wajah Davie
" AAHH(suara Davie yang mengerang keras)"
" hai paman" sapa Maria dengan sopan
Davie diam karena masih merasakan panasnya air yang disiram Maria kearahnya
" paman aku ingin bertanya.kenapa paman jadi ketua mafia sedangkan paman 'LEMBEK' seperti marsmellow " ucap Maria yang masih 'setia' tersenyum ke arah paman nya
" apa yang mau kamu lakukan? membunuh saya? cepat !" perintah Davie
Maria tertawa bertepuk tangan mengelilingi Davie yang diikat dikursi dengan kuat setelah itu ia menyilangkan tangannya di dada nya
" paman aku paling gak suka cepat cepat kita perhalan perlahan dulu ya paman "
__ADS_1