
Keesokkan harinya kini bylea begitu bersemangat bahkan ia menyuruh anak nya itu untuk bersiap siap karna anaknya pasti akan kembali seperti dulu dimana ia ceria.
" Adsel sekarang kamu pakai baju ini (memberikan jas biru malam) "
" Adsel ngantuk mi " dan mulai berbaring
" Adsel Mami ingin kamu bahagia Mami harap kali ini kamu menemuinya ya okay Mami jamin pasti kamu menyukainya "
" Mami mohon Sel Mami mohon " karna Adsel tidak tahan melihat Mami nya yang memohon ia pun menyetujuinya
" baiklah!" dengan terpaksa dan mulai masuk kekamar mandi kemudian memakai baju yanh disiapkan Maminya
disisi lain tempat dimana Maria berada setelah bylea keluar dari rumah ia langsung kerumah Maria untuk membelikan nya pakaian bagus untuk perjodohan ini.
" hmm... bu lebih baik saya pakai baju yang biasa saja!" ujar Maria dengan canggung ketika melihat bylea memilih baju banyak untuk nya
" tidak..tidak..tidak hm...nih nah" memberikan dress merah cantik ke Maria
" oh my good "
" bu...hm... gk usah repot repot kek begini!"
" he..he"
" tidak lagipula kalau beli beginian tidak masalah dan juga aku tidak akan bangkrut dengan hal ini!"
" uh..baiklah" kemudian Maria masuk keruang ganti beberapa menit kemudia Maria selesai memakai baju itu dan saat ia keluar ia langsung ditarik oleh seseorang tak lain bylea.
selang beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah utama milik JOAQUIN. saat ia masuk ia terpesona akan ruang tamu yang sangat besar dan berwarna putih seperti mimpi saja. pikirnya.
__ADS_1
ia pun disuruh duduk diruang tamu sambil memunggu pria yang akan ia tunangin walau dijodohkan.
" Maria kamu duduk disinu dulu atau boleh berjalan jalan melihat sekitar " ucap bylea
" baiklah " kemudia bylea pergi ke kamar Adsel untuk memanggil nya.
Maria pun berjalan keliling rumah tersebut walau hanya diruang tamu tapi itu sangatlah besar bahkan melebihi rumah kecil nya.
sampai beberapa menit kemudian Adsel turuh dengan wajah datar dsn tak bersemangat tapi Maria masih membelakangi karna ia melihat sesuatu hal yang membuatnya tertarik.
saat Maria mendengar langkah kaki seseorang ia langsung berbicara karna ia pikir itu adalah bylea.
" bu .. apa boleh aku mengambil nya?"
" hei!!"
" oh hai apa ka.." ucapan nya terpotong karna orang yang ia lihat adalah Adsel begitu dengan Adsel yang tak kalah terkejutnya dengan Maria
" Maria!"
" gawat!! aku harus kabur "
Saat Maria ingin berlari tapi tangan nya dipegang oleh Adsel dan ia pun menghempas tangan Adsel kemudian menatap Adsel sampai mata mereka bertemu.
" Maria...aku tidak ingin kehilangan mu?" ucap Adsel memegang tangan Maria
Tanpa sadar air mata Maria jatuh
" Aku...hiks....aku sungguh ...tidak bisa bersama mu!" dan menepisnya lagi.
__ADS_1
" kenapa? kenapa!?"
" apa aku punya salah? kalau aku salah aku minta maaf"
" tidak...aku sungguh tidak bisa...maaf"
Maria tidak boleh memberi tahu kejadian yang ia alami dan ia terpekasa berbohong.
" kenapa? kasih tau aku alasan nya!"
" hiks...karna derajat sudah itu alasannya "
" tidak..hiks...aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu "
" aku tidak akan memandang status mu kalau bisa aku akan seperti menjadi orang biasa....hiks...aku tidak mau kehilangan mu lagi..hiks...aku sungguh tidak bisa hidup tanpa mu.....apa kau tau saat kau pergi aku seperti orang gila karna aku gak rela kalau kau pergi dari kehidupan ku tanpa alasan yang jelas "
" apa kau mengerti?!"
" aku ..aku tetap gak bisa bersama mu!"
" aku tidak mencintai mu!"
tapi tiba tiba saja seorang lelaki tampan yang menggebrak pintu
" lbu aku kembali! " ucap pria itu tak lain adalah Edward
ya karna pernikahan nya dengan Leriana akan dirayakan jadi dia pulang untuk membawa ibunya ke rumah Leriana sekedar silahtu rahmi doang.
tapi saat itu ia melihat Maria dan Adsel ya gitu lah hm.saat itu bylea dikamar nya sedang mengerjakan sesuatu tentang perusahaan nya.
__ADS_1