
~🌹~SELAMAT MEMBACA~🌹~
Next...
setelah Maria berbincang bincang dengan paman 'tersayang nya' ia langsung menyiksa Davie dengan kejam
" paman Davie Kareso dulu kamu pernah menginjak nginjak kami dengan kaki busuk mu ini " menunjuk kaki Davie
Maria mengambil pisau yang diberikan Adsel dan berjongkok tapi karna ia masih punya 'hati nurani' yang baik ia ingin tau apa keinginan terakhir paman nya
" paman ku yang 'baik' di dunia , apa permintaan terakhir paman ku yang satu ini?" tanya Maria dengan nada menekan
sungguh Davie benar benar menyesal dan sekarang ia benar benar frustasi
" kalau paman gak ada permintaan terakhir aku langsung aja kali ya?" tanya nya
Davie mengangkat kepala nya yang tadi tertunduk ia ingin mengatakan permintaan terakhirnya
" paman ingin minta maaf ke ayah mu" lirihnya
Maria menatap pamannya dengan tajam dan berkata
" PAMAN EMANG GAK PUNYA HATI YA?GARA GARA PAMAN DAN BIBI, IBU MATI DAN KALIAN TELAH BERBUAT JAHAT DENGAN AYAH DAN AKU DAN KAMU SEKARANG MAU MINTA MAAF DAN JUGA GARA GARA KALIAN JUGA AYAH SERING MABUK MABUKAN BERJUDI DAN YANG LEBIH MENYAKITKAN KATA KATA AYAH SELALU TERBAYANG DIOTAKKU DIA SELALU MENGATAKAN AKU INI ANAK SIAL DIA JUGA MEMUKUL KU DENGAN SANGAT KUAT SAMPAI AKU ITU HAMPIR MATI " Teriaknya dengan perasaan yang selama ia pendam bertahun tahun dan ia akhirnya ia pun menitikkan air mata yang selama ini ia pendam
Adsel yang mendengar perkataan Maria terkejut bukan main berarti seluruh tubuh maria banyak luka luka termasuk hati nya
Davie juga gak nyangka dikiranya kakaknya akan bangkit kembali ternyata ia seperti tidak punya tujuan hidup
" sudahlah kita lanjut saja jangan difikirkan perkataan ku tadi"
" pertama tama kamu pernah menginjak injak kami dengan kaki mu,bukan?" ucap Maria mengambil gunting dan pisau ia ingin bertanya kepada paman nya barang yang mana akan ia pilih untuk membunuh pamannya
Maria mendekat kearah Davie
__ADS_1
" paman, paman mau yang mana yang ini(mengangkat pisau) atau yang ini (mengangkat gunting)" Davie hanya diam menatap kesegala arah dengan kosong
" paman!" bentaknya Davie mengangkat kepalanya
" terserah"
" baikalah"
AAHH(suara teriakan Davie yang mengembang disegala arah)
Maria menusuk paha Davie dengan gunting Maria pun tertawa di atas penderitaan paman nya saat ini
" Langsung bunuh saja " teriaknya
"bibir ini juga mengucapkan kata kata kasar juga bukan?" menggores bibir pamannya dengan pisau
Davie tidak bisa berteriak lagi karna bibir nya sudah mengeluarkan darah Maria masih setia mengelilingi Davie
" paman dan ini yang terakhir ingin aku katakan padamu" Davie melihat Maria
" kalau aku itu pasti akan membuat anakmu menderita"
" tangan(jangan)"menggelengkan kepalanya
" selamat tinggal paman" Ucap Maria tersenyum sinis dan
Jlep
Maria menusuk jantung Davie dengan pisau kemudian ia menusuknya berkali kali dan bergumam tak jelas walaupun Davie sudah meninggal dunia
" HAHAHA" tawa gelaknya akhirnya pecah ia seperti merasa beban yang ia pendam akhirnya terlepas semua dan ia juga merasa kalau ia hidup kembali
Maria pun meninggalkan ruang rahasia dan ingin membicarak sesuatu dengan Adsel
__ADS_1
Adsel juga keluar dari ruang CCTV dan menghampiri Maria
" Adsel gw mau bicara sama lo" Adsel mengangguk sesampai nya mereka dibelakang halaman Maria membalikkan tubuhnya
" Mar apa yang ingin lo bilang?" tanya Adsel
" gw mau bilang tolong Antar tu mayat paman gw ke rumahnya kemudian hilangkan jejak kematian paman gw " ucap tanpa menatap Adsel karna ia melihat pemandangan halaman belakang
" trus? cuma itu saja kah?" tanya Adsel kembali
" trus nanti setelah gw balas dendam gw terbalas gw akan pergi jauh sampai dunia ini tidak tau "
" maksud lo?" tanya Adsel
" maksud gw nanti setelah gw balas dendam ke bibi dan Fatricia sepupu gw , gw ayah dan riko akan pergi menjauh dari negeri ini dan pindah ke negri lain dan kami akan hidup bahagia bertiga" jelasnya
" tapi sebelumnya gw ingin balas budi ke elo karna elo mau bantuin gw" jelasnya dan pergi meninggalkan Adsel
Adsel memegang dadanya yang sesak entah kenapa hatinya sakit saat ia akan meninggalkan nya seharusnyakan ia senang karena memang pertemuan mereka dengan tidak sengaja
Adsel kemudian memutar otaknya dan berfikir
" kenapa gw pernah kesal meliat Maria digoda Diego?"
" kenapa juga ia marah meliat Maria memeluk Riko saat ia tidak tau siapa Riko?"
" kenapa juga ia pernah memikirkan Maria?"
" kenapa juga ia membantu Maria?"
" *dan kenapa juga dada nya sesak saat maria mengatakan kalau ia akan meninggalkan nya"
" atau jangan jangan gw..."
__ADS_1
" **cinta sama lo,Maria*** "