
~🌹~Selamat Membaca~🌹~
Chandra sekarang berada dirumah sakit melihat keadaan Nadine yang sudah membaik
" Dok sekarang boleh gak kalau Nadine pulang?" tanya Chandra
" boleh tapi dia jangan terlalu lelah dan memakan makanan yanh sehat dan jangan lupa meminum obatnya" jelas dokter itu
Chandra masuk ke ruang rawat Nadine dan ingin memberitahukan kalau ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit
tapi saat ia masuk ia tidak melihat Nadine yang ada hanya tempat tidur yang kosong ia pun mencari cari Nadine
" Nadine" panggil Chandra
ternyata Nadine tadi hanya mandi dan sudah memakai baju yang diberikan Chandra.
Bajunya sopan baju kaos tangan panjang warna biru dan rok pendek diatas lutut warna merah muda
" oh si tampan Chan-Chan " tanpa Nadine sangka Chandra memeluk Nadine dengan erat itu membuat Nadine malu malu kucing
" elo kemana aja sih gw khawatir tau" ucapnya dengan suara membentak dan melepas pelukannya
" si tampan Chan-Chan kok marah marah sih nanti cepat tua lo" jawabnya dengan wajah polos.
Chandra yang melihat tingkah laku Nadine menjadi gemas sampai ia tak menyadari kalau ia mencubit pipi Nadine dengan lembut
__ADS_1
setelah itu Chandra mengajak Nadine pergi dari rumah sakit sedangkan Nadine menunduk karna wajahnya masih merah
Maria dan Adsel
setelah Maria memuntahkan makanan yang ia tadi makan ia langsung pingsan karna perut nya sedang sakit
Adsel memenggedong Maria ala tuan putri dan diikuti Riko dari belakang
Adsel menggedongnya masuk ke kamar nya saat ia menuruni Maria ia melihat cap darah di celana Maria dan tangan nya juga berdarah
Adsel pun menjadi panik karna ada darah di celana Maria dengan cepat ia memanggil dokter pribadi yang ada di markas
beberapa menit kemudian Dokter nya pun datang karna dokter nya 2 yang 1 cowok dan yang 1 lagi cewek ia mengambil yang cewek untuk memeriksa Maria
dasar cowok posesif
" gimana keadaan nya?" tanya Adsel dengan panik
" hm..ia baik baik saja"
" trus darah nya?" tanya Adsel
" ia mengalami datang bulang" jelas nya
" dan ini obat penahan nyeri" sambungnya dan memberikan obatnya
__ADS_1
setelah kepergian dokter itu Adsel langsung masuk begitu juga dengan Riko.sebenarnya Adsel malu mendengar jawaban Dokter itu tapi mau tak mau ia harus menemui Maria
Maria sudah bangun sedari tadi dan ia muntah karna sebelum ia pergi ia memakan banyak makanan apalagi saat di jalan mobil Adsel macam balap mobil
Adsel dan Riko menghampiri Maria yang sedang berbaring tapi matanya terbuka.Adsel duduk disamping Maria sedangkan Riko masih setia berdiri bahkan dia ingin pergi sejauh jauhnya kalau bisa ia ingin di paris agar tidak jadi nyamuk
Chandra dan Nadine
setelah mereka sampai dirumah Nadine,Nadine mempersilahkan Chandra masuk walau sekedar minum teh
tapi tiba tiba saja
tring(suara chat dari grup cowok tampan)dari yang 5 jadi 6 ditambah Josefa
Alex:
" woi kalau kelen ada yang markas hati hati karna salah satu diantara nya ada penghianat sekaligus mata-mata dari Mafia no.2 kalau gak salah namanya Mafia KRS.supaya ia mendapatkan kedudukan no.1 nya.jadi abang ganteng peringati hati hati.bye.oh iya kita juga harus ke markas untuk membasmi para kecoak2 nya"
setelah Chandra membaca pesan Alex dapat doartikan akan ada pertumpahan darah dengan segera Chandra berpamitan dengan Nadine dan pergi ke markas
sedangkan yang ada di kamar Adsel.Maria hanya mebutuhkan pembalut dan penahan nyeri maka ia akan sembuh cepat.
pesan yang dikirim Alex tidak dibaca oleh Adsel karna ponselnya kehabisan baterai jadi ponsel nya lagi di charger
tiba tiba
__ADS_1
DOR!!