Twin King Boy Mafia

Twin King Boy Mafia
chapter 3


__ADS_3

~🌹~SELAMAT MEMBACA~🌹~


diperjalanan


Adsel masih di perjalanan yang tidak sengaja hampir menabrak gadis itu sebenarnya salah gadis itu udah tau lampu hijau gadis itu masih tetap berlari karna dia udah hampir terlambat


adsel pun turun dari keretanya ya walaupun masib SMA dia udah pandai mengendarai kereta namanya juga mafia membuka helm nya


" eh bocah lu gak nampak apa ni jalan masih lampu hijau punya mata gak sih lo" ucap Adsel dengan teriak karna marah gadis itu pun berdiri sari tempat duduk itu


" maaf gw gak sengaja" memalingkan wajahnya


" maaf maaf ganti rugi lo" teriak Adsel


" ya elak gw juga minta maaf gak namanya juga gak sengaja lagi pula lo mau minta rugi apa?" tanya cewek itu


Adsel masih tenggelam dipikirannya


cewek ini kayaknya bar-bar deh penampilan nya aja kayak cowok pakek topi celana baju diikat di pinggang


" udah lah lain kali lo harus ganti rugi gara gara lo gw jadi telat"


" sialan,lain kali kalau gw jumpa sama lu gw bunuh lo" batinnya


Adsel memakai helm nya dan melajukan keretanya ke sekolah gadis itu hanya melihat cowok itu yang sudah pergi gadis itupun melanjutkan perjalanannya kesekolah yang sempat tertunda gara gara tu cowok padahalkan kesalahannya sendiri


di sekolah


Edward dan Adsel disekolahkan di sekolah yang sama dengan ketiga sahabat nya memang mereka bertiga seperti best friends forever tidak pernah terpisahkan


saat Adsel ke kantin nampak Edward dan ketiga sahabatnya ia pun menghampiri mereka yang sedang makan ia pun ingin curhat dengan mereka


Adsel pun duduk di sebelah Chandra dan memanggil ibu kantinnya


" bu " ibu itupun menghampiri Adsel


" bu saya pesan nasi goreng sama jus pokat " ibu kantin itupun mencatat pesanan Adsel dan pergi menyiapkan makanannya


" woi gw mau curhat"


" ih tumben lu mau curhat biasa gak habis makan apa lo semalam" ejek Alex


" gw semalam makan roti udah ah gw mau curhat "


" silahkan" ucap Diego sambil menyantap makanannya

__ADS_1


" itu tadi gw pas diperjalanan gw hampir nabrak cewek"


khuk....khuk...khuk...


" kelen napa?" tanya Adsel mengambil makanannya dan memakannya


" lu nabrak cewek, trus..." ujar Diego


" ya gw repet repetin lah tu cewek"


" gila lu ya palingan dia juga gak sengaja elu juga salah udah tau cewek jangan di kasarin malah lu kasarin"


" alah lu juga sering bunuh cewek di markas"


" ya itu beda itu karna dia salah" balsnya dengan geglapan


" terserah lu deh"


" eh ada yang ngajak tawuran gak?" tanya Diego


" ada" balas Edward


merekapun menyantap makanan mereka dan membayar nya kepada ibu kantin merekapun memutuskan untuk pergi ke halaman belakang sekolah yang tidak di ketahui oleh siapapun untuk tawuran


" eh lo gak papa?" tanya Alex cewek itu hanya menggeleng kepala dan pergi tanpa melihat wajah laki laki tersebut


" kenapa tu cewek? udah ah bodo" sambil berjalan menuju halaman belakang menyusul teman temannya


halaman belakang


Adsel Edward Alex Diego dan Chandra menunggu orang yang ngajak tawuran


" sial,kemana tu orang takut apa?udah tau waktu gw berharga tengok aja tu orang gw tabuk tu orangnya"ucap Diego


" entah Edward masih lama?" tanya Alex melihat kearah Edward yang memainkan handphone nya


sebelum Edward menjawab ada suara kereta dengan asap yang tebal


khuk...khuk


" sial"


Edward dan Chandra hanya memainkan handphone mereka,kaena mereka gak suka banyak bicara dan mereka lebih suka banyak bekerja


" sial lo semua lambat amat sih datang nya"teriak Adsel

__ADS_1


mereka semua hanya tertawa menghina dan mengejek kepada Adsel dkk


" aduh sorry ya soalnya gw tadi ada urusan sebentar sama ketua kami jadi sekarang LAWAN" teriak salah satu murid disana


Edward dan Chandra berhenti memainkan handphone mereka dan menatap lawan musuh dengan tajam.Adsel dkk pun membalsnya


di sela sela pertarungan Edward melawan musuh tapi yang sangat disayang kan dia itu seorang cewek karna Edward gak mau masalah dengan cewek dia pun berbalik badan karna cewek itu gak terima cewek itu mengambil kayu untuk memukul kepala Edward tapi dengan cepat Edward membalikkan badannya menahan kayu tersebut


" gw gak mau bertarung dengan lo jadi gw harap jangan ganggu gw" dengan cepat Edward mematahkan tangan cewek itu dan melipatkan tangan nya di belakang


DEG...DEG...DEG...


suara detak jantung cewek itu berdegup dengan sangat kencang dan wajahnya sangat panas dan memerah padahalkan dia udah sering dengan banyak cowok tapi ini baru pertama kalinya berfegup dengan kencang


Edward yang menyadari detak jantung cewek tersebut tersenyum licik mendekatkan kepala nya di bahu cewek itu dan berbisik


" jantung lo berdegup kencang,dan gw peringati sama lo jangan sampai lo suka sama gw karna gw takut lo sakit hati" bisik nya dengan nada ancaman Edward pun menaikkan kepalanya dan berbicara


" siapa ketuanya?" tanya Edward dengan datar dan mengeluarkan aura dinginnya bukannya cewek ini takut mala semangkin malu


" gw"


" suruh berhenti dan menyerah" ucapnya


cewek itu hanya diam dan mematung mana mungkin dia langsung menyerah dengan cepat kaki nya menginjak kaki Edward dan lebih cepat lagi Edward menarik kaki nya dan menginjak kaki cewek itu


" AAHH(suara teriakan cewek itu)" mereka semua pun berhenti melihat ketua mereka ditangkap


" suruh mereka bubar " ucapnya dengan pelan


" BUBAR" teriak cewek itu semua yang ada disana pun bubar meninggalkan ketua nya disana


" sekarang lo lepasin tangan gw" ucap cewek itu dengan meronta ronta dan melompat lompat dengan gelisah Edward pun melepaskan tangan cewek itu


" sial sakit banget lagi" gaduhnya mengibas kibaskan tangannya


saat Edward mau pergi ia dihalagin oleh cewek itu


" apa?" tanya Edward dengan santai dan datar


" gara gara lu gw ditinggal sama kawan kawan gw jadi sekarang gw minta lu antar gw sampai rumah" ucap nya dengan tegas Edward hanya diam dan mengangguk pelan


" Adsel gw cabut luan" teriak Edward


" baiklah"

__ADS_1


__ADS_2