
Chandra pun masuk ke ruang manajer kepolisian untuk melamar bekerja disana
" ada keperluan apa?" tanya pak manajer langsuk ke intinya
" saya mau bekerja disini " jawab Chandra memberikan berkas berkas lamran kerja
semua berkasnya itu palsu yang asli disana hanya nama saja yang semuanya palsu tidak ada yang benar
" hm..lumayan kamu saya terima selamat" mengulurkan tangannya dengan senang hati Chandra menerimanya
" terima kasih pak,kalau boleh tau kapan saya boleh bekerja ?" tanya Chandra
" besok "
" permisi?" menunduk sebentar dn pergi meninggalkan ruang mananjer
baru beberapa langkah Chandra keluar ia langsung ditarik oleh seseorang dari belakang yang tak lain Nadine
" bagaimana di terima gak?" tanya Nadine dengan antusias
" sepertinya" jawab Chandra dengan wajah datar
tanpa Chandra sadari Nadine memeluknya dengan erat
" huwa..akhirnya" yang masih memeluk Chan-Chan nya
" akhirnya apa?"
" PDKT!" Nadine melepaskan pelukannya dan pergi tanpa mengucapkan kata kata karna ia sangat malu
Maria dan Adsel
Maria pun masuk ke dalam mobil
" berhasil?" tanya Adsel
__ADS_1
" yes, sebentar lagi dendam ku akan terbalas dan sebagai balas budi ku kepada mu bagaimana kalau kita minum malan ini" ucap Maria dengan antusias Adsel tersenyum karna ia melihat Maria seperti hidup tanpa beban
pada malam harinya Maria mengajak Adsel minum di bar yang selalu ia kunjungi hanya mereka berdua
flash back*
" Lex lo mau gak minum sama kami?" tanya Maria melihat Alex dengan penuh harapan Adsel pun langsung menatap Alex dengan tajam agar ia tidak ikut
" gak bisa ini bar itu ...aku masih ada urusan sebentar bahkan lama" ucap Alex dan pergi
Chandra belum pulang karna ia masih dikantor polisi begitu juga dengan Edward yang terpaksa menjaga perustakaan sekolah karna penjaganya ada urusan mendadak tapi paling sebentar lagi ia juga akan pulang bersama siapa lagi kalau bukan Leriana
kalau Diego mah jangan ditanya ia pergi kesuatu tempat untuk menenangkan fikiran nya yang sedang kacau .lagi pun ini masih sore menjelang malam
sampai Chyntia juga datang karna kebetulan juga ia lewat
" eh kamu yang ada dirumah Adsel kan ?" tanya Chyntia dan duduk disebelah Diego
" oh Dokter cantik "
" gak ada hanya menenangkan fikiran "
" kalau dokter?"
" sama "
" gimana kalau kita makan ?" usul Diego
" baiklah"
mereka pun membeli makanan ringan seperti bakso jamur dan sebagainya setelah mereka membeli nya mereka duduk kembali ditaman
mereka makan tanpa berbicara membuat keduanya canggung sekali sampai
" dok "
__ADS_1
" hei " secara bersamaan
membuat mereka saling menatap kemudian memalingkan wajah karna malu
" *sial kok gw malu ya? biasanya juga cewek cewek yang malu sama gw sial" batin Diego
" aduh Chyntia kok kamu kek gini ya?atau gara gara kamu sudah lama menjomblo ya, bodo" batin Chyntia*
kembali ke Adsel dan Maria
karna semua sahabat Adsel sibuk terpaksa hanya mereka berdua yang akan minum dibar yang sering dikunjungi Maria
sesampainya mereka di bar mereka langsung masuk tanpa memperdulikan orang yang ada disekitar yang lagi mabuk
setelah mereka masuk teman Maria yang bernama Arky merangkul Maria
" he sial lo " membalas rangkulan Arky
" sabar...sabar..." ucap Adsel dalam hati manahan amarahnya
" eh siapkan kami minum " teriak Maria
" ok" Adsel dan Maria pun duduk
beberapa saat kemudian minuman mereka pun datang dengan cepat Maria meminum minuman nya hanya dalam sekali teguk sampai mabuk
Adsel juga sama meminum dengan sekali teguk tapi ia tidak mabuk ,lagi pun ia sering meminum minuman yang seperti ini
" ha sial gw gak kuat lagi " ucap Maria dan ia pun tertidur
" Maria...Maria" mengangkat tubuh Maria ala tuan putri
tanpa Adsel sadari Maria me****m bibir Adsel ya sebagai pria normal pun ia membalas ciuman Maria
first kiss
__ADS_1