
hi para reader ini karya ku ya ketiga ya kalau kalian penasaran baca terus yuk cerita nya semoga kalian suka
dan juga kalian juga boleh baca karya ku yang lain
First Love Is Very Perfect
Cinta Masa Kecil
~🌹~SELAMAT MEMBACA~🌹~
cewek itu dari tadi sempat membantu Adsel karna di hampir terjatuh dengan tak sengaja dia melihat kalau salah satu preman itu ingin memukul Adsel dengan kayu dari belakang dan dengan cepat pula cewek itu berlari ke arah Adsel walaupun kepala nya oyong dan menghalangi pukulan preman itu
"AAAHH"suara teriakan cewek itu
dan
" BRUK"tergeletak tak berdaya dibawah dengan darah yang keluar karna cewek itu tidak ingin siapapun terlibat nya dan cewek itulah yang terkena pukulan kayu itu.
tanpa Adsel sadari dia mengeluarkan aura membunuhnya dan memukul preman preman itu tanpa ampun
BRUK..BRUK...BRUK....(suara pukulan Adsel)
__ADS_1
setelah Adsel melawan preman preman itu dia menelepon Diego untuk datang ketempat itu dan Adsel segera menggedong cewek bar-bar itu ala brydel stylel ke rumah sakit terdekat
Diego dkk sudah berada di tempat kejadian itu dan membereskan mayat mayat preman preman itu
saat masih dirumah sakit Adsel langsung menghubungi Edward
" kk aku di rumah sakit terdekat dari tempat kejadian" Adsel
" hmm.." dan memutuskan panggilan nya dan bergegas kerumah sakit terdekat bersama para sahabatnya
Adsel masih menunggu keadaan wanita tersebut dan dokter cantik itu keluar Adsel segera berdiri dari tempat duduk nya dan menghampiri dokter menanyakan kabar cewek bar-bar itu
" dok,gimana keadaan nya "
" darah pasien apa ya dok?" tanya Adsel
" kalau boleh tau anda siapa nya?"
" saya--
"saya siapa nya ya?pacar iya pacar" batin Adsel
__ADS_1
" saya pacarnya"
" oh.golongan darah nya A+ darah yang ada di rumah sakit ini sudah habis jadi--" sebelum dokter itu melanjutkan kata katanya ia melihat ternyata
Edward dkk datang kerumah sakit dan seperti menjadi artis karna wajah tampan mereka suster itu hanya melihat sekilas saja
" dok coba pakai darah saya,karna setahu saya golongan darah saya A+" jelasnya dokter
"dok gimana dok?" tanya Diego ke dokter itu
dokter itu seorang wanita cantik masih muda
dokter itu melihat sumber suara nya dan berkata:
" keadaan pasien masih kritis kalau bisa secepatnya darah nya--" Adsel lansung menarik tangan dokter itu ke ruang pengambilan darah
setelah sampai di ruangan pengambilan darah Adsel menyuruh dokter itu mengambil darahnya dokter itu hanya mengangguk tanda mengerti dengan cepat dokter itu memanggil suster untuk mengambil darah Adsel
☆dokter cantik itu bernama chintya kumawo hanya seorang dokter bedah dan juga dari kalangan biasa hanya memiliki seorang ibu yang sangat menyanyangi nya dan ayah nya sudah pergi meninggalkan nya selamanya karna penyakit jantung sebab itulah chintya ingin menjadi dokter bahkan ia sekarang menjadi senior nya
dokter cantik itu masih belum mendapatkan pasangan nya dikarna kan dia pernah dihianati oleh pacarnya karna ia dulu orkay sekarang saat ia jatuh miskin ia dihianati olehnya sebab itulah ia tidak ingin yang nama nya jatuh cinta karna itu ia tidak ingin patah hati kembali☆
__ADS_1
maaf ya kalau karya ku yang ini ada pengadetan