Twin King Boy Mafia

Twin King Boy Mafia
chapter 36


__ADS_3

ditemapat dimana Fatricia berada


saat Fatricia tidak mempunyai siapapun tiba tiba saja ada orang yang membantunya untuk membalas dendam kepada orang yang ia benci


memang ia tidak memiliki siapapun bahkan ibunya sudah dibunuh retenir hanya ia seorang diri saja


orang yang membantunya Fany pratama orang kaya baru dari negri Spanyol yang datang ke indonesia untuk mencari seseorang yang tak lain Maria orang yang paling ia benci dengan Maria karna ia merasa kalau Maria telah mencuri perhatian orang yang ia sukai tak lain Chirst yang sudah melanjurkan pendidikannya diluar negri


kembali ke Fany dan Fatricia


mereka ingin membunuh Maria karna mereka sangat membenci dengan orang itu karna itu mereka menyuruh seseorang untuk mengikuti Maria tanpa sepengetahuan siapapun


tring....


dengan cepat Fany membaca pesan itu kemudian ia tersenyum evil begitu juga dengan Fatricia


ya orang orang suruhan Fany mendapatkan kabar kalau Maria akan pergi ke suatu tempat tapi karna Fany merasa kalau itu bukan hal yang penting initinya ia akan segera membunuh Maria dengan tangan nya sendiri


Next....


Adsel sudah terlebih dahulu ke restoran itu karna ia akan menyiapkan hadiah yang spesial untuk orang yang spesial


di tempat Maria


ia sedang bersiap siap dengan jantung yang berdebar debar ia melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu dengan susah payah


ia memakai baju baju lengan setengah siku, panjangnya sampai atas lutut, rambut digerai, memakai make up tipis, dan pakai sepatu high less yang tidak pernah ia pakai tapi hanya 1,5 centi aja


selama diperjalanan jantungnya berdebar dengan kencang ia pergi bersama supir pribadi dari markas


Maria tidak tau kalau ia akan mengalami kecelakaan besar

__ADS_1


dengan cepat mobil yang ada dibelakang Maria pun menabraknya sampai terhuyung dan mereka tertabrak oleh truk yang besar


sedang Adsel yang sudah menunggunya dengan sangat lama sampai tiba tiba saja handphone nya berbunyi ia kira kalau maria lah yang meneleponnya


tapi malah sebaliknya yang menelepon nya tak lain adalah Chyntia dengan cepat ia mengangkat teleponnya


" halo dok?"


" Adsel segera kamu kesini itu siapa namanya ...." mengingat nama calon kekasih


Adsel dengan panik


" siapa sih dok?" tanya Adsel dengan penasaran


" itu lo cewek yang ada dirumah lo Sel" jawab Chyntia


" cepat keadaan nya kritis gw mau operasiin dia" ucapnya


sesampainya ia disana ia sudah melihat sahabat nya siapa lagi kalo bukan Edward(sidatar), Chandra(gunung Es), Diego(Playboy), dan Alex( si kocak)


" kelen ngapain kesini?" tanya Adsel dengan bingung


" itu Maria..." ucapan Alex terpotong karan Chyntia keluar dari ruang operasi


" dok kenapa Maria?" tanya Adsel dengan khawatir


" Maria terus memanggil nama Adsel " jelas Chyntia


" emangnya Maria kenapa dok?" tanya Adsel dengan panik


" huh...Maria kecelakaan dengan supir nya tapi supirnya sudah tak tertolong lagi kalau Maria..." ucap Chyntia terpotong karna ia tidak sanggup melanjutkannya itu akan membuat Adsel marah

__ADS_1


" Maria kenapa?" tanya Adsel dengan lirih


" sepertinya Maria tidak akan hidup lebih lama lagi tapi kalaupun itu bisa itu sebuah mukzizat dari tuhan " jelasnya


DEG...


jantungnya berdegup kencang kemudian ia menangis sejadi jadinya karna orang yang ia cintai akan pergi ,ini adalah pertama kalinya ia menangis dan tapi ia akan berusaha tetap berfikiran positif kalau Maria pasti kuat


" dan Adsel, Maria sedari tadi memanggil namamu trus kupikir sebaiknya kau temuin saja ia"


tanpa menjawab Adsel langsung masuk dan ia melihat Maria yang tergeletak diruangan itu dengan perlahan Adsel mendekat kearah Maria yang tergeletak lemas dengan penutup hidup oksigennya itu


kemudian ia memegang tangan Maria yang dingin dan ia pun kembali menangis dan bergumam:


" Maria kupikir ini adalah hal yang paling indah untuk kita tapi malah sebaliknya yang ada ini adalah hari dimana kau membuatku menangis hiks...." lirihnya dan mencium tangan Maria yang dingin


" AKU MENCINTAIMU MARIA!" teriaknya orang yang mendengar itupun menjadi iba


" kasihan Adsel" dalam hati mereka berlima


tapi kemudia Maria mulai menagis dan menggerakkan jari telunjuknya itu membuat Adsel langsung keluar dan menarik tangan Chyntia


Diego yang melihat Dokter cantiknya disentuh walaupun sekedar tangan ia seperti merasa kesal atau ia cemburu


saat didalam Maria bergumam dengan menyebutkan nama Adsel terus menerus. Chyntia memeriksa Maria dengan serius kemudian ia berkata ke Adsel


" bagaimana? apa ada perkembangan?" tanya Adsel kembali dengan penuh harapan kalau Maria bisa sembuh lebih cepat


" belum ada sama sekali tangan nya bergerak karna kejang bagian kanannya dan kalau ia bergumam tak jelas itu menandakan kalau ia bermimpi sesuatu "


" oh "

__ADS_1


" sabar aku yakin kalau ia adalah wanita yang kuat" menepuk bahu Adsel dan pergi meninggalkan nya


__ADS_2