
sesampainya di rumah, kami duduk di ruang tamu, ibuku hanya diam, lalu putra menyerahkan paper bag yang berisi kue lapis surabaya pada ibu
"bu ini ada kue lapis surabaya untuk ibu" ucapnya
"iya terima kasih" ucap ibu singkat
"kalau begitu saya pamit dulu bu sudah malam" kata putra berpamitan sambil mencium tangan ibuku
"iya" ibuku masih cuek
setelah putra pergi kami pun masuk ke ruang keluarga, di sana ada mas fikri mbk dewi istri mas fikri, setelah aku ganti baju dan ikut ngumpul bersama mereka ngobrol ngobrol biasa dan tiba tiba ibu menanyakan kabar mas aldi dan mbk kiki
"gimana kiki dan aldi?" tanya ibu
"mereka baik, sania dan safa juga makin pintar tp safa gk pernah main sama aku selama di sana" jawabku
"lah kenapa biasanya semua lengket sama kamu" tanya mbk dewi
"iya nempel trus sama putra" jawabku kesal
"ya berati putra baik anak anak itu perasaannya benar apalagi safa itu sulit di dekat i" mbk dewi menjelaskan dan mendukung putra agar ibu berubah fikiran
"iya mbk anak anak itu tau siapa yang tulus, sampai saat kami pamit safa dan sania nangis putra gk boleh pulang aku di suruh pulang sendiri" jawabku
melihat ibu murung mas fikri merubah topik bahasan
"besok ada jadwal kuliah?" tnya mas fikri
"iya besok jadwal pagi masuk jam 9" jawabku
"ya da kamu istirahat aja dulu, kan kamu baru pulang" ucap mas fikri kepadaku
"iya mas" aku pun beranjak dari ruang keluarga dan masuk ke kamar
aku sengaja tidak menentang ibuku, biar putra yang menunjukan perjuangan dan cintanya yang selalu di katakan padaku dan aku tak ingin membuatnya lebih buruk di mata ibuku, dan aku tak ingin hubungan ku dengan ibu memburuk.
aku berusaha tenang seolah semua biasa saja biar tuhan yang mengarahkan cinta ini dan tuhan juga yang menentukan jodohku. sebesar apapun cinta ini kalau tidak berjodoh aku bisa apa.
saat masuk kamar kulihat hpku ada beberapa telp dari putra, lalu ku telfon balik untuk memastikan tak butuh waktu lama putra sudah menerima telpku
"assalamualaikum sayang" terdengar suaranya yang manja
"walaikumsalam genit amat si, ada apa tadi telp? aku tadi ngobrol sama ibu" jawabku
"iya gpp aku kangen aja, masa aku di biarin pulang sendiri " ucapnya memprotes aku
"iya maaf tadi ibu masih ngajak ngobrol, kn uda lama aku di diamin baru tadi ngajak ngobrol, masa aku cuekin" aku menjelaskan
__ADS_1
"iya aku ngerti kok, sekarang masih ngobrol sama ibu?" tanya putra
"engak, ini masuk kamar mau bobok besok kuliah" jawabku
"temani aku dulu donk, masak jam segini mau bobok" pintanya
"iya di temenin, makasih ya" ucapku dengan tersenyum
"makasih buat apa?" tanya putra
"atas waktu 3 hari ini dan uda di anterin pulang" jawabku
"seharusnya aku yang terima kasih uda di kenalkan kakak kakakmu, dan uda kewajibanku mengantarkanmu sebagai lelaki" jawabnya
"semoga usahamu berbuah manis" ucapku
"iya pasti berbuah manis, aku yakin akan memilikimu asal kamu mencintaiku" jawabnya
"kalau aku tidak mencintaimu??" tanyaku bercanda
"aku tau kamu mencintaiku, buktinya kamu cemburu" jawabnya
"siapa yang cemburu, aku cumak tidak mau jadi pelampiasan atau jadi perebut milik orang" elak ku mengingkar i perasaanku
"aku tak pernah menjadikanmu pelampiasan dan kamu tidak merebut dari siapapun" jawabnya
"percayalah, kamu akan ku perjuangkan" ucapnya meyakinkan
"gimana dengan reta kamu tak bisa tegas dengannya, sikapmu membuatku percaya dia benar kamu masih mencintainya" ucapku dengan menahan air mata
"aku harus bagaimana lagi aku sudah bilang padanya aku akan menikah denganmu aku tak tau kenapa dia masih saja mengirim pesan padaku" ucapnya meyakinkan
"sudahlah, sampai mana? aku akan segera tidur besok kuliah" jawabku kesal
"sebentar lagi sampai, besok kuliah jam berapa" tanya putra
"aku masuk jam 9 tp hbs subuh aku otw biar gk panas" jawabku
"naik bis aja ya biar aku jemput" ucapnya
"tidak aku besok naik motor saja sm mary" jawabku
"ya udah besok kita ketemu ya" ajaknya yang sudah tak malu malu
ingat dulu awal deket, saat ada aku dia tampak malu dan salah tingkah, bahkan tak berani menatapku, tiap biacara denganku jarang sekali melihatku, dudukpun menjauh dariku, itu sebabnya aku tak pernah berfikir dia menyukai aku.
tapi mery selalu bilang sepertinya dia suka padaku, mery juga bilang kalau anton juga suka padaku hanya saja aku tak ingin merubah suasana persahabatan kami jadi cangguh.
__ADS_1
aku tidak mau tau tentang perasaan mereka padaku, agar kami tetap nyaman berkumpul, dan aku juga tak akan tersentu kalau tidak di ungkapkan langsung padaku, karena aku gak mau GR, tapi kadang juga aku tak tersentuh kalau aku gak srek atau nyaman dengan orang itu.
aku sering kehilangan teman lelakiku karena rasa cinta mereka padaku dan aku tak bisa membuka hati untuk menerima mereka, ya karena rasa trauma di tinggalkan pas lagi sayang sayangnya dan ingin sendiri dulu hingga aku siap untuk menikah.
dan sekarang putra dekat denganku dan mampu menyentuh hatiku, kusambut dengan sepenuh hati hanya saja masih belum bisa melangkah lebih jauh terhalang restu ibuku.
aku pun tertidur malam itu meski telp belum tertutup, belum sempat menjawab ajakan bertemu tiba tiba alarm hpku berbunyi menunjukan sudah jam 2 malam waktunya sholat istiqoroh dan sholat hajad meminta takdir terbaik untuk kami jika memang jodoh pasti akan di mudahkan kalau tak jodoh aku memohon agar segera di pisahkan agar aku tak lebih banyak berharap. lalu aku tertidur lagi masih menggunakan mukena dan di atas sajadah. lalu aku bermimpi ibu dan putra tersenyum padaku dan tiba tiba alarm sholat subuh sudah ber bunyi.
membubarkan mimpiku yang membuat aku senang dan akupun bergegas mandi untuk melaksanakan sholat subuh, setelah itu aku bersiap pergi ke kampus.
"kamu kuliah" tanya ibu yang melihatku bersiap siap
"iya bu, biar cepet lulus udah capek bolak balik ke surabaya" jawabku
"apa kamu gak capek semalam baru pulang dari jakarta sekarng mau ke surabaya lagi" tanya ibu
"egak kok bu, kan bareng sama mery nanti mampir dulu ke rumah meri" jawabku
meri juga dari jombang sama sepertiku tapi rumahnya di kota sedangkan aku di desa, jadi aku bisa menjemputnya karena rumahku lebih jauh, dia sahabat dekat yang selalu membantuku.
"ya uda hati hati jangan ngebut, itu teh hangat minum dulu sebelum berangkat" kata ibu
hati ini lebih bersemangat mendapat perhatian lagi dari ibu dan dia juga mau tersenyum padaku.
setelah kuminum aku mencium tangan ibu "aku berangkat dulu ya bu" langsung menaiki motor nmax ku yang di belikan mas fikri untuk berangkat kuliah. menuju rumah mery sesampainya disana ternyata mery belum mandi, ibunya menyuruhnya mandi
"mery cepat mandi nina sudah datang" teriak ibunya mery dari halaman
"gak papa bu santai aja masih jam 5 masuknya jam 9 kok" jawabku
"iya nina ayo masuk, uda sarapan belum?" tanya ibunya mery
"belum sempat bu tadi ibu blm selesai masak" jawabku sambil melangkah masuk
keluarga mery sudah seperti keluargaku sendiri, karena aku sering disana hampir tiap hari mery pun sering di rumah ku, jadi aku tidak sungkan dengan mereka.
"iya iya belum matang kan kamu berangkatnya pagi sekali" jawab ibunya mery
"e nina sudah datang" ucap mery seolah tidak tau ada aku dengan sengaja dan senyum senyum keluar dari kamar mandi
"untung kamu sahabatku ya kalau tidak aku tinggalin kamu" ejekku
"buruan mery biar nanti kita gak kepanasan" sambungku
"ibu juga belum masak, ini ada roti kalian makan dulu sama teh panas ini" sambil menyodorkan roti dan teh di depanku
"iya bu terima kasih" ucapku dengan senyuman
__ADS_1
setelah itu mery keluar dan menghabiskan rotinya lalu kami berpamitan dengan mencium tangan ayah ibu mery kami pun berangkat, selama di jalan kami pun cengengesan dan bercerita tentang perjalanan ku dan putra ke jakarta dan banten.