
aku bahagia karena hari pernikahan akan segera tiba, namun aku melihat raut kesedihan di wajah nina, apa dia terpaksa menikah denganku atau dia bersedih karena bulek dan sodara ayahnya memusuhi bahkan berusaha merusak kebahagiaannya.
aku tak tega melihatnya, aku berjanji pada diriku sendiri akan membahagiakan nina, nina gadis yang baik aku beruntung mendapatkannya, dan nina selalu merasa tak enak hati jika aku mengeluarkan banyak uang untuknya benar benar berbeda dengan wanita pada umumnya.
berbeda dengan mantan yang pernah aku cintai dia selalu mengajak aku menghabiskan uang, aku tidak salah jatuh cinta kepada nina, bahkan teringat setelah percakapannya dengan steven, steven mengirim pesan untukku lewat facebook, dia meminta aku berjanji untuk selalu melindungi dan membahagiakan nina, steven sangat mencintainya juga, jangankan steven teman teman di kampus yang dekat dengannya juga menaruh hati padanya semua nampak jelas hingga dulu aku tak berani mendekatinya karena sainganku begitu banyak dan aku merasa kecil
hari ini aku membeli 1 set perhiasan untuk mahar pernikahan kami, namun nina berusaha menolaknya dan dia merasa tidak enak karena belanja hari ini membuatku mengeluarkan banyak uang, namun aku tak peduli karena demi nina aku rela mengeluarkan semua uangku, aku hanya ingin dia merasa beruntung memilih aku, aku ingin dia bahagia bersamaku.
tadi di tempat perias dia sempat mencoba gaun pernikahan, dia nampak cantik, tanpa make up pun dia terlihat anggun dan manis, semakin membuat aku tak bisa jauh darinya, tinggkahnya begitu mengemaskan, nampak sekali di bahagia memakai gaun itu dan berputar putar di depan cermin, seperti anak kecil yang mendapat hadiah baju Princes, gemas sekali melihatnya, ingin rasanya sekadar memeluk nya dan berkata
" aku mencintaimu, kamu cantik sekali sayang" batinku namun malu mengatakan di depan mbk kiki, aku hanya tersenyum melihatnya
"bagaimana bagus tidak gaun ini ?" Tanya nina memecahkan lamunanku
"bagus, kamu tampak cantik memakai itu" jawabku
"sekalian coba kebaya juga buat ijab kabul" kata mbk kiki
"coba kebaya putih itu, sepertinya bagus untuk kamu" ucapku sambil menunjuk kebaya yang aku suka
lalu nina masuk ke ruangan ganti mencoba kebaya yang aku pilihkan, kebaya ya g sederhana , namun tampak indah di pandang, karena aku yakin nina juga suka yang seperti itu, saat dia keluar dari ruang ganti, nampak sekali nina sangat cantik dan memukau, pasti saat hari pernikahan akan lebih cantik dan membuat banyak lelaki iri kepadaku, karena menikah i gadis yang cantiknya mampu mengalihkan dunia.
aku yang tertegun melihatnya, saat dia berjalan kearah kami namun temukan dari mbk kiki menyadarkanku dari lamunan
"he malah bengong" ucap mbk kiki sambil menepuk pundakku
__ADS_1
"habis nina cantik sekali" ucapku lupa kalau bicara dengan mbk kiki
"iya cantik donk, kan adikku" jawab mbk kiki membuat aku malu karena tersadar akan jawabku tadi
"gimana pantas untukku?" tanya nina
"kata putra pas kamu cantik sekali" ucap mbk kiki mengodaku
" semua gaun akan terlihat indah kalau mbk nina yang pakai, sebab mbk nina cantik sekali" sahut mbk yang membantu nina mencoba gaun.
"mbk bisa aja" jawab nina
"beneran jarang sekali pengantin yang sangat cantik seperti mbk nina" ucap mbk itu lagi
"item gini cantik dari mananya mbk" elakku
aku hanya tersenyum mendengar pujian untuk nina dari wanita yang membantunya ganti baju, semua yang di katakan mbk itu benar calon istriku memang cantik itu sebabnya banyak yang patah hati ketika semua tau nina akan menikah denganku, beruntung sekali aku ini, aku tak bisa berhenti bersyukur terima kasih ya allah telah memberikan dia untukku.
jadi teringat dengan steven, mungkin dia sekarang sedang patah hati karena cintanya tak bisa di terima nina, padahal steven adalah pria mapan, tampan dan menyenangkan dan tentu dia baik sehingga nina pernah mencintainya.
terkadang aku merasa kasian padanya, dia tampak sekali sangat mencintai nina, dan aku merasa bersalah telah merebut nina dari dia, tapi aku pun tak bisa jauh atau pun kehilangan nina, keegoisan ini semata karena rasa sayang dan cintaku pada nina.
aku suka mengodanya, karena dia bukan wanita feminim dan kalem namun dia sangat aktif dan petakilan namun sangat berperasaan, itu semua sangat mengemaskan untukku.
"nanti kalau selesai resepsi aku akan bantuin kamu ganti baju" bisikku mengodanya dan benar dia nampak malu dan memerah pipinya, dia langsung memukul punggungku dan beranjak pergi, pasti dia menghindariku karena malu
__ADS_1
"sayang kamu kenapa? "aku mendekatinya yang sedang duduk setelah ganti baju dengan bermain ponsel
"gpp" jawabnya jutek
"sayang apa salah kalau suami bantu istrinya ganti baju setelah pernikahan" ucapku lirih dengan memelas, sengaja ingin mengodanya
"ih kamu, fikirannya kesana trus, aku nanti ganti sendiri" ucapnya kesal
"gak mungkin bisa sayang itu kancingnya penuh sampai bawah dan itu sulit di jangkau" ucapku membela diri
"nanti mbk kiki bantuin aku" jawabnya
"mana mungkin mbk kiki masuk kamar pengantin setelah kita sah menikah" aku masih berusaha mengodanya dan akhirnya mukaku di timpuk bantal sofa yang dari tadi di peluknya
"sungguh aku iri pada bantal ini" keluhku
"kenapa? " tanya nina yang nampak kepo
"bantal ini aja di peluk tapi aku egak" jawabku sambil tertawa kecil
"dasar mesuuumm " dia mencubitku gemas
aku sangat bahagia melihat dia seperti itu, dan ini semua seperti mimpi, mimpi yang jadi nyata, setelah sekian lama aku memimpikanmu nina, walau aku sudah berusaha melupakanmu dengan memacari reta, beruntung saat reta memutuskanku dengan memilih pria lain yang lebih kaya di saat aku kecewa, aku bisa dekat denganmu nina dan hatiku senang sebab dulu aku merasa cinta ini tak akan pernah pantas untukmu dan tak pernah bisa mendekatimu namun takdir akhirnya mendekatkan kita.
bagaimana aku bisa berpaling, hati dan fikiranku dari dulu tertuju padamu, walau reta mengajak aku kembali aku tidak akan pernah kembali bukan karena aku terluka namun aku lebih ingin bersatu dengan cinta yang telah lama aku pendam, di balik hubungan ku dengan reta.
__ADS_1
reta tak sebanding dengan nina, buktinya walau aku lama berpacaran dengannya namun hatiku masih utuh untuk nina, nina mengambil hatiku sejak pandangan pertama di malam penutupan masa orientasi mahasiswa baru namun setelah aku berkerja baru bisa dekat dengannya.
"aku berjanji pada diriku sendiri dan pada allah aku akan menjagamu dan membahagiakanmu sayang" batinku