UJIAN MENJELANG PERNIKAHAN

UJIAN MENJELANG PERNIKAHAN
bab 17 kehadiran cinta pertamaku 2


__ADS_3

di suramadu kami memesan minuman panas karena angin di sana sangat kencang, aku dan teman temanku bercanda dan tertawa, saling mengejek aku sesekali mengoda mery dan steven.


"sebaiknya kalian mencoba saling mengenal sepertinya kalian cocok" ucapku pada Steven dan mery


"iya mer siapa tau hbs ini langsung nikah" faris menambah ucapanku


"iya kan enak tu sama suka game dan musik" ucapku


"tu mer jarang jarang loh ada yang cocok gitu" nardo ikut mengoda


"ih apaan sih aku tu masih suka sendiri" ucap mery mengelak


"wah wah kok jadi perjodohan ini" ucap Steven sambil tertawa kecil


"iya kalian ini main jodoh jodohin aja" ucap mery pura pura ngambek


akhirnya kami tertawa tawa lagi, mulai tak terasa hari mulai sore dan aku harus pulang karena perjalananku masih jauh karena aku sudah lama tidak kos di Surabaya sejak skripsi karena jarang ke kampus, tak lupa aku mengabar i putra bahwa aku masih di suramadu, mery memintaku tetap tinggal dan menginap di rumahnya yang di Surabaya, ternyata pulang kerja putra mau menyusul ikut nongkrong di suramadu.


"eh putra nanti kesini pulang kerja" ucapku


"cie yang mau di samperin abang putra" nardo mengodaku


"ih apa an si" jawabku


Steven tidak tau siapa putra karena aku belum cerita tentang putra kepadanya, yang steven tau setelah 3 tahun yang lalu aku putus aku belum memiliki pacar, aku dan steven memang jarang saling menghubungi, karena steven selalu jaga jarak denganku.


tak lama kami berbincang bincang, putra datang dan membawakanku makanan dan es teh tongji yang aku pesan, sambil tersenyum dia melangkah ke arahku memberikan bungkusan putih di tangannya yang berisi kebab favoritku, sehingga membuat mereka mulai berkomentar mengoda kami.


"hmm enak ni yang di bawain makanan" ucap nardo sambil melirikku dengan senyuman khas yang selalu bisa membuatku meleleh (di bahas di bab lain ya tentang nardo)


"yang di bawakan cumak nina, yang lainnya suruh bengong ngelihatin nina makan kebab sendiri" protes mery


"gk usah cemburu mery, kita bisa makan berdua" ucapku merayunya


"egak deh, itu di belikan penuh dengan cinta khusus buat kamu iya kan put" goda mery


"mery peka bener tau aja kalau itu penuh cinta dan saos sambel" jawab putra tertawa kecil


"kalau penuh saos sambel ya emang bener cumak buat nina itukan kesukaannya" jawab nardo

__ADS_1


mereka bergantian mengodaku dan putra, tanpa aku sadari steven jadi lebih diam hanya sesekali tersenyum saat kami tertawa tawa, tapi putra sesekali memperhatikan steven, saat aku melihatnya aku ingat kalau mereka belum kenal.


"oh ya put ini steven sahabatku sejak SMA dulu kos di tempat yang sama" ucapku memperkenalkan


mereka saling berjabat tangan dan mengucapkan nama masing masing, setelah itu mereka ngobrol ngobrol, aku senang mereka semua cepat berbaur dan mau menerima teman baru dengan gembira.


tiba saatnya pulang hari mulai petang aku binggung mau di bonceng siapa karena tadi aku bareng steven, dan ternyata steven kosnya dekat jadi aku memilih bareng putra agar dia gak bolak balik.


saat melaju menuju kampus mau mengambil motor ku dan motor faris yang tadi siang di tinggalkan di sana, aku melihat putra seperti sedang banyak fikiran, aku pun mencoba menanyakannya siapa tau aku bisa membantu mencarikan solusi.


"ada masalah?" ucapku padanya


"gk ada, kok tnya begitu?" tanya putra


"kamu diam aja kayak mikirin sesuatu, bicara aja gk enakk kalau diam aja" jawabku


"aku berfikir sepertinya steven suka sama kamu" ucap putra mencoba jujur


"dia itu sahabatku, dulu kami tinggal di kos yang sama jadi terbiasa deket saling tolong menolong da kayak sodarah gitu aja" jawabku menjelaskan


"aku tau, tapi sepertinya dia ada rasa sama kamu, aku perhatiin dari tadi bagaimana dia peduli dan memerhatikanmu" pendapat putra


"jika dia suka sudah dari dulu kita pacaran, karena aku yang dulu punya perasaan tapi dia yang menghindar dariku, tak ingin berhubungan lebih dari sodara atau sahabat" aku menjelaskan dengan jujur


"iya" jawabku singkat takut melukai perasaan putra


"ya wajar dia ganteng gk kayak aku yang begini aja" jawabnya


"ganteng tapi dia beda iman andai aku tau dari awal paling aku juga gak akan jatuh cinta" aku menjelaskan


"ya tetap aja pasti masih ada rasa kalau cinta pertama" jawabnya


"jadi kamu mau menuduhku, atau curiga kepadaku?" tanyaku halus


"aku takut kamu terpengaruh karena dia cinta pertama, cinta pertama itu susah hilang" putra menjelaskan


"kalau kamu gk percaya mumpung keluarga belum datang ke jombang kita batalkan saja" ucapku yang melihat dia meragukanku


dia menghentikan motor di parkiran kampus dekat dengan motorku terparkir, lalu aku turun diapun meraih tanganku.

__ADS_1


"aku percaya hanya saja aku takut kehilanganmu nina" ucap putra meyakinkanku


"fikirkan dulu saja masih ada 3 hari buat berfikir" jawabku sambil tersenyum padanya


"aku tidak perlu berfikir lagi aku yakin, tunggu aku 3 hari lagi di sana melamarmu" ucapnya meyakinkanku


"uda pacarannya aku dari tadi menyaksikan drama percintaan" ucap mery sambil senyum


"iya uda kok ayo pulang mer" jawabku


"aku tunggu 3 hari lagi di rumahku" ucapku pada putra sambil melajukan motor meninggalkan putra


aku berharap putra tidak larut dalam pemikirannya kalau, aku akan meninggalkan dia untuk kembali mencintai steven, aku dan steven tidak akan bersatu karena kami berbeda dan steven juga memberi kami batas agar aku tidak berharap padanya, dia selalu menegaskan bahwa kita hanya bersaudara karena pernah tinggal di 1 atap.


sesampainya di rumah mery, hpku berdering ternyata steven telp aku lagi, steven sedang main gitar terdengar suara gitar lagu favoritku dulu saat bersamanya di kos, seakan mengingatkanku saat dulu bersamanya tiap pulang sekolah hingga malam, bahkan saat malam kita sering kabur dari bu kos untuk membeli makanan, saat pulang di tegur bu kos karena pulang terlalu malam.


"kamu sudah di rumah mery?" tanya Steven


"sudah tadi sampai langsung mandi, maaf jawab telpnya lama" ucapku yang melihat ternyata steven sudah telp 3 kali


"iya gpp cumak lagi bosen di kos sendiri, jadi ingat dulu kita sering bernyanyi bersama dan kabur bersama sampai dimarahin bu kos" jawabnya


"kamu masih ingat hal itu?" tanyaku


"iya ingatlah itu saat saat indah dan gk membosankan, itu keseruan kita dulu" jawabnya bernada sedih


"iya itu seru sekali, aku kira tidak berkesan di hatimu" jawabku sedikit ragu


"berkesan kok aku ingat semua, saat kita hujan hujan pulang sekolah, saat berangkat sekolah, dan saat pagi hujan kita sepayung berdua" ucapnya sambil tertawa kecil


"iya habis itu kamu gk mau bawah balik payungnya, akhirnya aku yang ambil dan bawah pulang, kamu tu banyak nyebelinnya" jawabku mengejeknya


"iya dulu aku suka ngerjain kamu bikin kamu ngambek, habis kamu kalau ngambek lucu" jawabnya


"ih nyebelin" jawabku singkat


"waduh aku jadi obat nyamuk, malah nostalgia gue gk di hirau" ucap mery protes


"iya uda ayo kita nyanyi bareng, aku yang main gitar" ucap Steven

__ADS_1


"ayo lagu apa?" tanyaku


kemudian kami bernyanyi, sampai beberapa lagu hingga aku tertidur mendengarkan mery bernyanyi suara mery merdu jadi bikin aku ngantuk, entah siapa yang mengakhiri i telp aku sudah tidak tahu.


__ADS_2