UJIAN MENJELANG PERNIKAHAN

UJIAN MENJELANG PERNIKAHAN
berniat lari dari pernikahan


__ADS_3

setiap hari di hampir i rasa ragu, semakin hari semakin kuat rasa ragu ini, membuatku binggung aku takut dia berubah namun aku juga tak ingin kehilangan dia yang aku cintai, fikiran dan hati ini membuat aku binggung dan benar benar binggung.


kebinggunganku membuat aku berniat lari dari rumah menghindari pernikahan ini, semakin hari fikiranku terbebani dengan pernikahan aku sangat takut hingga aku berencana pergi dari rumah namun selalu aku fikirkan lagi, bagaimana ini akan berakibat pada kedua keluarga, keluargaku akan malu jika aku pergi dari rumah.


aku mencintai putra namun semakin dekat dengan hari pernikahan ketakutanku semakin besar, aku takut putra berubah suka main kasar dan takut putra akan suka bermain wanita, terlebih banyak yang mendekatinya apalagi reta tak menyerah mendekati putra.


terlalu kepikiran yang akan terjadi setelah menikah membuatku jatuh sakit, sehingga semua menjadi kuatir akan kondisiku.


"nina ayo bangun kita kan mau cari keperluan pernikahan kamu yang belum terbeli" ucap mbk kiki memasuki kamarku, melihat aku masih pakai selimut membuat mbk kiki gemas karena mengira aku lagi malas


"ayo bangun " mbk kiki membuka selimut dan mau menarikku bangun, namun mbk kiki kaget melihat aku lemas dan panas.


"mbk aku masih ingin tidur biarkan aku tidur sebentar" ucapku sambil menarik selimutku lagi karena aku merasa pagi ini sangat dingin.


"nina kamu demam" mbk kiki mulai panik dan pergi meninggalkan kamarku


aku melihat cendela dan melihat betapa indahnya pagi ini, cuaca cerah dan gunung nampak indah terlihat jelas, namun tak seperti biasanya aku langsung ke balkon menikmati pagi, kali ini aku hanya melihat dari jendela dan masih menggunakan selimut, badanku terasa lemas.


"ayo minum teh hangat ini, dan makanlah ini dulu" ucap mbk kiki sambil memasuki kamarku dengan membawah satu gelas teh hangat dan dua lembar roti tawar yang di beri susu dan madu kesukaanku


mbk kiki membantuku duduk dan memberikan teh hangat padaku, aku pun meminumnya namun hanya sedikit.


"makanlah ini dulu karena sarapan masih di masak sama mbk rahma" ucapnya menyodorkan piring yang berisi roti, namun aku tak berselerah hanya mengigitnya sekali membuatku mual.


"ayo makanlah, kamu harus makan biar cepat sembuh, setelah itu tidurlah dulu" mbk kiki nampak kuatir


"iya bawel" ucapku mengoda mbk kiki yang selalu bawel saat aku sakit seperti ini


setelah ku habiskan roti itu, aku berbaring kembali, lalu hpku berdering dan mbk kiki mengambil dan menjawab telp yang ternyata dari putra.


"halo assalamualaikum " jawab mbk kiki


"walaikumsalam mbk kiki, ninanya dimana? kok mbk kiki yang jawab" tanya putra yang terdengar samar samar


"nina mau istirahat, dia lagi sakit, biarkan dia istirahat dulu jangan di ganggu biar cepat pulih"


jawab mbk kiki


"nina sakit sudah di bawah ke dokter" suara putra nampak cemas

__ADS_1


"belum biar dia istirahat dulu kalau panasnya gk turun nanti di bawah ke dokter, sudah ya biar dia istirahat dulu, pernikahan kalian sebentar lagi, dia harus banyak istirahat biar sehat waktu pernikahan " jawab mbk kiki


"iya mbk kiki, salam buat nina ya, assalamualaikum" jawab putra mengakhiri obrolan mereka


"walaikumsalam " lalu di letakkan hp itu di meja dan mbk kiki beranjak pergi, aku pun memejamkan mata rasanya aku ingin tidur karena lelah.


setelah 1 jam tidur mbk kiki dan ibu memasuki kamarku, memastikan keadaan ku, mbk kiki membawa baskom berisi air hangat dan semangkok bubur.


"Nina" ibu membangunkan aku dan menyentuh dahiku memastikan apa aku masih panas


"masih panas bu?" tanya mbk kiki


"masih, apa kamu kecapean atau kamu kepikiran sesuatu nak" tnya ibu padaku


"mungkin hanya capek bu dan aku grogi saja menjelang pernikahan" jawabku menutup i kekuatiran ku dan kekecewaan ku akan adik kakak dari ayah.


"Jangan terlalu di fikirkan di jalan i saja, harusnya kamu bahagia putra sangat menyayangimu dan dia sangat kuatir" ucap ibuku mencoba menenangkan hati ku


"iya dari tadi wa aku trus menanyakan kabarmu" jawab mbk kiki pura pura kesal.


"tapi dia tidak wa dan telp aku mbk"


"ayo makan buburnya trus istirahat " perintah ibu


"ah ibu, knapa harus bubur si? kayak orang sakit saja" aku memelas karena dari dulu aku jijik banget sama makanan yang satu ini.


"memang sakit, ayo makan dikit aja" ibu memaksa aku makan dengan menyuapiku


"uda ibu, aku mau muntah makan ini" aku masih berusaha menolak


"telan saja gk usah di rasa" ibu masih memaksa ku


"ini terlalu halus ibu, makanan kayak ingus begini, aku jijik ibu" tolakku sampai mau nangis


"ya uda kamu habiskan tehnya" ibu menyerah


"boleh di kasih es gak bu? aku akan lebih segar jika minum dingin" pintaku


"boleh, tapi buburnya harus kamu habiskan !! uda di turutin malah nawar trus" ibu yang mulai kesal dengan permintaan ku

__ADS_1


"aku minum teh hangat saja bu" ku ambil teh di meja dan menghabiskannya.


"nin enak juga kalau minum es teh sambil makan cilok pedas" mbk kiki mengodaku


"beliin donk" jawabku


"dasar kalian, kamu juga ki adek lagi sakit malah di iming iming cilok pedes" ibu ngomel pada mbk kiki


aku dan mbk kiki tersenyum dan menjulurkan lidah kami memang senang sekali mengoda ibu, lalu ibu menyuruh aku tidur setelah meminum obat penurun panas, mereka meninggalkanku turun kebawah.


aku menelfon putra dari pagi tidak mengabarinya membuatku merasa ada yang kurang, aku sangat merindukannya walau ketakutan akan pernikahan ini juga tidak berkurang, benar bener membingungkan.


"halo assalamualaikum, gimana keadaan kamu? apa sudah baikan? Sudah minum obat? apa nanti ke dokter?" suara putra di seberang sana membuat aku stres dengan pertanyaan yang begitu banyak.


"walaikumsalam" lalu ku tutup telpnya binggung mau ngomong apa. tak lama suara dering hpku ku lihat putra telpon, aku angkat saja biar dia tidak telp ke mbk kiki.


"halo assalamualaikum " jawabku lemah


"kamu gpp kok td langsung mati telpnya? " tnya putra lembut


"aku makin pusing dengan semua pertanyaan mu, aku ini lagi sakit malah di introgasi" jawabku


"iya maafkan aku, aku hanya kuatir, karena aku tanya mbk kiki gk di jawab" ucap putra, pasti mbk kiki ngerjain putra


"gpp kok aku cumak demam nanti juga sembuh, hanya saja badanku masih lemas" jawabku


"aku anter ke dokter ya, aku kuatir " pinta putra


"gak usah kamu kan kerja pulang malam, kesini ya sudah tutup dokternya" jawabku sambil tertawa kecil


"tapi kamu harus kabarin aku terus ya" pintanya


"brati aku gk boleh istirahat harus ngabarin kamu terus tiap saat" godaku


"bukan begitu maksudnya, kalau ada perubahan kabarin biar aku tidak binggung " ucap putra menjelaskan


"iya iya nanti di kabarin i lagi, kamu fokus kerja dulu aku mau tidur lagi, assalamualaikum" ucapku mengakhiri obrolan


"walaikumsalam " jawab putra lalu ku tutup telp dan menggunakan selimut lagi, lebih baik aku tidur biar tidak pusing, semoga aku besok sudah sehat, aku terlalu sering merepotkan keluarga, pasti ibu sedih melihat aku sakit, mbk kiki juga makin repot karena aku.

__ADS_1


__ADS_2