
Mereka tak menjawabku hanya tersenyum dan turun dari mobil, aku pun akhirnya mengikuti mbk kiki dan putra berjalan, ternyata mereka masuk ke toko perhiasan emas, aku hanya diam tak bertanya lagi hanya menebak
"oh mungkin mbk kiki mintak anter kesini buat belikan safa gelang emas karena sania sudah di belikan neneknya, kemarin kan mbk kiki bilang kalau safa ingin gelang juga" batinku
namun mereka memilih kalung dan melihatku, setelah itu mereka sisikan, lalu cincin, gelang dan anting setelah itu mereka memanggil ku yang sedang asyik membalas pesan wa dari mary
"nina sini" panggil mbk kiki
"apa kamu suka ini" tanya mbk kiki saat aku sudah di hadapan mereka.
"iya itu bagus, mbk kiki dapat rejeki ya sampek belinya lengkap amat" ucapku yang gk tau apa apa
"ini beli buat kamu, kamu suka tidak ?? " ucap mbk kiki
"mbk kiki, hadiahnya berlebihan" ucapku sangat terharu dan memeluk mbk kiki dan membuat putra menahan tawa melihat kekonyolanku
"ini buat mas kawin dari putra, kau kira aku gila beliin kamu sebanyak ini aku aja gak pakai lengkap" ucap mbk kiki sambil mengetok kepalaku dan putra semakin tampak menahan tawa dan aku menoleh pada putra
"ngapain si beli sebanyak ini, aku gk mau membuatmu repot mengeluarkan banyak uang untukku" ucapku kesal
"aku ingin yang special buat kamu, aku tak masalah membeli ini " ucapnya sambil tersenyum
"ini berlebihan cincin aja cukup" pintaku
"ini untuk kita kedepannya kalau lagi kesulitan ekonomi bisa di jual lagi" bujuk putra
"iya gapapa buat tabungan, kalau nanti anak sakit dan butuh uang dadakan bisa langsung di jual atau di gadaikan" bujuk mbk kiki yang membuatku menerimanya.
"ya uda kalau begitu, tapi nanti aku akan di pandang orang wanita yang meminta mahar berlebihan" ucapku
"gak usah dengerin, kan putranya yang mau belikan kamu kan gk mintak" jawab mbk kiki
"mbk yang ini, ini, ini dan ini di bungkus ya " ucap putra pada pelayan toko sambil menunjuk kalung, gelang, cincin dan anting
"gak nambah kotaknya sekalian mas" tanya si pelayan toko
"gk usah mbk uda beli kotak seserahan buat perhiasan" jawab putra
__ADS_1
"ada yang terlupakan sepertinya " kata mbk kiki
"apa mbk" tanya aku dan putra serempak
"uda beli kosmetik belum buat seserahan? " tanya mbk kiki
setelah membayar kami pun bergegas menuju toko kosmetik terbesar di jombang, walau tak sebesar di Surabaya, namun cukup lengkap untuk membeli kosmetik yang aku butuhkan.
aku dan mbk kiki sedang asik memilih kosmetik sedangkan putra mengajak safa dan sania bermain di playgrond sesekali aku melihat mereka nampak bahagia bermain dan bercanda.
aku senang melihatnya dekat dengan anak anak aku tak perlu kuatir nanti anakku tidak akan kekurangan kasih sayang seorang ayah, karena sering aku jumpai laki laki yang tidak suka berurusan dengan anak kecil bahkan membenci anak anak.
setelah memilih beberapa aku dan mbk kiki menuju kasir, namun putra segera menghampiri kami, dengan mengandeng safa dan sania, untuk membayar semua belanjaku, aku merasa tidak tega melihatnya mengeluarkan uang begitu banyak hari ini, sebelum dia sudah transfer kepadaku uang 35jt untuk belanja saat tidak bersamanya.
"apa semua ini tidak berlebihan" tanyaku pada putra saat berjalan di belakang mbk kiki menuju mobil
"tidak, semua ini perlu" jawab putra dengan santainya
"kalau uangmu habis bagaimana? " tanyaku kuatir
"ya uda kan buat kamu" jawabnya
"kan nanti dapat uang lagi" jawabnya santai
"Jangan terlalu boros, hanya untuk acara 1 malam" ucapku
"1 malam itu yang sudah aku tunggu dari dulu" ucapnya mengodaku
"jadi cumak nunggu satu malam aja, setelah itu udah gk penting gitu??" tanyaku
"penting donk, tiap malam setelahnya itu penting" jawab putra cengengesan mengodaku
"kok jadi malamnya yang di bahas, dasar mesum" jawabku kesal
"siapa yang mesum, kamu kan yang mesum mikirnya kemalam malam yang sahdu" putra terus mengodaku
"yang aku bahas itu acara pernikahan kita cmk 1 malam kenapa berlebihan sayang kan uangnya" jawabku kesal
__ADS_1
"tapi aku lebih sayang sama kamu dari pada uang itu" masih aja gombal padaku
"ah masa " aku balik mengodanya, dengan mencolek pinggangnya
"ih uda berani ya sekarang, makin gak sabar buat malam acara kita" putra makin membuatku malu
hingga memerah pipiku
"belum juga sah udah malam malam aja yang di bahas" ucap mbk kiki yang tanpa di sadari mendengar obrolan kami, dan sengaja mengoda kami, membuat aku dan putra malu
"pestanya mbk yang kita maksud" jawab putra mencoba mengelak
"Ala ngeles, pestanya itu dari pagi sampai malam kenapa hanya malamnya yang di sebut" mbk kiki masih mengoda kami
selama perjalanan pulang mbk kiki masih saja mengoda kami membuat kami malu dan salah tingkah. dan ini berlangsung sampai di rumah dan di katakan pada yang lain dan akhirnya kami hanya pasrah di goda, banyak orang, rasanya sangat memalukan.
"kalaian jangan mengodaku terus" ucapku kesal karena malu
"gitu aja sok gak mau nikah cepat" ucap mas fikri
"uda ah aku mandi dulu" ucapku kesal.
aku berlalu meninggalkan putra yang masih di goda sama keluargaku, pasti ini nanti akan berlanjut sampai malah, putra enak bentar lagi pulang sedangkan aku akan do buly sampai malam.
ini semua karena putra di ajak ngobrol serius malah cengengesan, akhirnya jadi bahan bulyan,
"kamu mandi dulu aja, habis ini kita makan sama sama" ucap ibu pada putra
"iya bu" putra beranjak mandi sebelum itu dia mengambil handuk dan sikat gigi di mobil.
"ayo makan nina, teriak ibu memangilku yang lama di dalam kamar.
"iya ibu" ku turuni tangga menuju meja makan disana sudah ada mbk rahma dan suaminya, mbk kiki dan anak anaknya, ada ibu dan putra.
putra sangat baik hingga dia cepat di sambut di rumah ini, dia juga mau menolong jika dimintai tolong, dia lembut berbeda dengan aku ya g keras, semua nampak nyaman di dekatnya.
semakin dekat dengan hari pernikahan, hatiku semakin binggung, aku bahagia akan menikah dengan lelaki yang baik, namun aku juga takut setelah menikah dia berubah, dia menyesal menikahiku, Aku benar benar depresi memikirkan itu semua ketakutan akan bayangan setelah menikah.
__ADS_1
aku berusaha menutupinya, aku pun menghampiri mereka di meja makan, sambil makan kami saling mengejek dan bercanda, setelah makan putra berpamitan untuk kembali ke surabaya, ada rasa takut membiarkan dia bolak balik ke sini, takut hal buruk terjadi, karena kata orang calon pengantin pamali berkeliaran di jalan, karena akan banyak setan yang mencoba mengagalkan pernikahan dengan cara apapun termasuk mencelakai calon pengantin.