
Di cafe aku dan rendy terus berbincang bincang sampai tak terasa sudah pukul 12.00. oh ya tadi keluarnya pukul 09.00 yaa. hihihi. setelah itu rendy mengajakku ke mall buat jalan jalan. akupun ikut dengannya. mobilku tetap di parkiran cafe. hahaha numpang parkir yaa wkwkwk..
di mall rendy membeli beberapa sepatu, celana, kaos, kemeja. dan tak lupa rendypun menyuruhku mengambil beberapa baju. sontak akupum kaget.
rendy : " hei, kok diem aja. cari baju sana".
aku : "mmmm enggak deh aku lagi gak pengen beli apa apa" padahap emang keuanganku sangat menipis hahaha..
rendy : " tenang aku yang bayar kok" sambil rendy menatapku dengan penuh kegemasan.
akupun tak menolak itu. aku langsung ambil 2 kaos dan jadikan 1 sama punya rendy.
rendy : " cuma ini??" kata rendy heran.
aku " lah mau beli apa lagi"
__ADS_1
rendypun menarikku ke beberapa sepatu dan menyuruhku mengambilnya. ya terpaksa aku ambil deh lumayam gratisan hahaha. setelah belanja aku dan rendypun nonton film twillight breaking dawn part II. dan rendy dapet kursi yg paling belakang pojok. akupun mengikuti langkah rendy. dan benar saja lampunya remang remang. di film itu ada adegan dewasa yang hmmm membuat siapa aja ingin melakukannya.
Dan tidak disangka rendy melihat lekuk tubuhku sejak tadi. mungkin dia lagi pengen. dan akupun melihat mata rendy yang memandang wajahku tanpa berkedip sedikitpun. tanpa sadar rendy mendekatkan wajahnya ke wajahku semakin dekat, dekat, dan dekat. kemudian dia mencium bibirku tanpa meminta persetujuanku terlebih dahulu. bibirku hanya diam tak membalas apa yang rendy lakukan. kemudian rendy memegang daguku dan menekannya agar bibirku terbuka. tanpa sadar aku menikmati ciuman itu. dan kamipun ciuman begitu lama sambil beberapa kali mengulum lidah masing masing. tentu saja aku sudah sangat bergairah. setelah dirasa nafasku mulai habis, rendy melepaskan bibirku dengan begitu lembut. kemudian dia memandangku. akupun malu dan langsung mengalihkan mataku ke layar. kemudian rendy mengarahkan wajahnya ke leherku dan dia menghembuskan nafasnya. sontak saja aku merinding merasakan itu. dan kemudian rendy menjilat leherku. aku hanya bisa memejamkan mata. dan tanpa disadari filmmya sudah habis. akhirnya aku dan rendypun keluar dari bioskop.
"maaf" kata rendy.
"iyaa gak apa apa" kataku.
kemudian kami pun pulang. rendy mengantarkanku ke cafe untuk mengambil mobilku. di perjalanan aku dan rendy hanya diam membisu. setelah sampai di parkiran akupun keluar dan berkata "makasih yaa belanjanya". "sama sama" kata randy. kemudian kamipun pulang kerumah masing masing.
Di rumah aku mengingat ingat kejadian itu. Betapa nikmatnya ciuman itu. tapi sesegera mungkin ku tepis pikiranku. 'ah bagaimana mungkin baru ketemu udah main nyosor aja. dasar laki laki' batinku geram. tapi di lubuk hati kecilku ciuman itu begitu nikmat hingga aku menginginkannya kembali. tanpa sadar aku tertidur dan lagi lagi Mama membangunkanku.
"eh iyaa ma aku mandi dulu" kataku.
habis mandi Mama menanyakan kegiatanku dengan Rendy tadi.
__ADS_1
"tadi ngapain aja" kata mama.
"gak ada ma cuma nongkrong di cafe, jalan jalan ke mall. trus aku dibeliin ini ma" sambil nunjukin kantong kresek mall ke mamaku.
"wah mahal mahal bajunya. kamu dibeliin semua ini".
"iyaa ma. awalnya aku gak mau tapi dipaksa. ya sudah aku ambil aja. oh ya ma kasian ya Rendy itu orang tuanya gak ada semua. dia di rumah sendirian. tapi aku bangga sama dia ma soalnya dia bisa hidup mandiri hasil dari jerih payahnya ma".
"jangan bilang kalau kamu suka sama rendy" tebak Mama.
"eh nggak. cuma kagum aja" jawabku malu malu.
"iyaa Mama juga kasihan tapi Mama lebih suka cowok yang sudah bisa hidup mandiri daripada cowok yang hidupnya dari keringat ayah ibunya. seandainya calon suamimu seperti Rendy Mama setuju kok" kata mama.
"ah Mama apaan sih Lexa masih kuliah tau. belum lulus. belum kerja juga. Lexa masih pengen bahagiain mama".
__ADS_1
"sayang. kamu sudah semester 5. habis itu semester 6 trus lulus deh. masala kerja itu nomor sekian kalau perempuan. ya udah kamu maka gih mumpung masih anget"
aku pun mengangguk. setelah itu aku makan sambil terus memikirkan perkataan Mama..