
Matahari sudah bersinar dan menembus tirai kamarku. akupun bangun cuci muka, gosok gigi dan menuju dapur untuk membantu Mama masak.
aku : "Pagi ma.."
Mama : " pagi sayang. gimana boboknya? nyenyak?"
aku : "nyenyak banget ma. mungkin aku kecapean habis kuliah padet kemaren. ini badanku remuk semua rasanya ma"
Mama : "yaudah kamu mandi biar seger capek capeknya nanti hilang"
aku : "yaudah deh aku mandi ya ma. maaf ma gak bisa bantu Mama masak"
Mama : "ah kamu ini lagia masanya sedikit. udah gih kamu mandi"
aku : "baik ma" sambil mencium pipi Mama. setiap hari emang aku selalu membantu Mama masak. karena aku emang suka masak.
setelah itu aku pergi ke kamar mandi untuk berendam "hmmmm segernyaaaa" batinku. setelah mandi aku keluar pakai baby doll dan sarapan dengan Mama. hmmmm Mama masak lalapan Ika lele dan sambal terasi favoritku. jadi lahap aku makannya. ha-ha-ha. di tengah tengah aku sama Mama makan akupun bilang sama Mama.
__ADS_1
aku : "ma nanti aku mau ke cafe mau ketemu Rendy anaknya pak Wibowo itu".
"ngapain?" kata mama.
"ya gak ada maa. aku kan cuma mau ketemu aja. emang kalau pacaran gak boleh ya" kataku.
"boleh, asal gak boleh ke jalur yg lain" kata mamaku.
'jalur? lalu lintas kaleee' batinku tertawa dalam hati ha ha ha.
setelah sarapan akupun berdandan dengan pakai celana jeans super ketat dan kaos tak lupa sepatu Kets. aku memang lebih suka pakai baju yang simpel dan gak begitu kewanitaan. Dengan rambut yg aku urai tas selempang akupun menuju ke cafe dimana kita janjian..
aku : "hai ren"
Rendy : "hai Lexa. duduk duduk. mau minum apa? atau mungkin mau sarapan?"
aku : "mmmm ice cappuccino aja. aku udah sarapan. makasih yaa"
__ADS_1
setelah itu Rendy pun memanggil pelayan dan memesan menu makanan ringan dan minuman.
aku : "oh ya ren aku pengen banget liat kamu dulu waktu masih muda dulu sering main di acara festival musik" yaa Rendy emang salah satu gitaris terhebat di kotaku. dan akupun mengaguminya..
kemudian rendypun mengeluarkan laptop yang berisi beberapa video waktu dulu dia sering manggung. akupun melihat dan jujur aku kagum banget dengan kelihaian jari jemari Rendy memainkan gitar. skillnya sungguh skill dewa. kecepatan jarinya hmmm bagai sebuah jet meluncur.
Rendy : "gitu banget liatnya"
aku : " iyalah ren aku emang dari dulu kagum sama skill kamu. gimana coba kamu bisa printer main gitar gitu. kan sulit banget ren.
Rendy : "aku memang suka gitar sejak kecil. dan dulu ayahku selalu membelikan gitar kesukaanku. jadi aku tambah semangat belajarnya. tapi itu dulu. sekarang aku udah gak punya siapa siapa lagi "
aku : " eh eh maaf ren kok aku jadi ngingetin kamu sama ortumu sih. maaf ya"
Rendy : " santai aja. yang penting aku sekarang bisa hidup mandiri. bisa kerja. sudah punya rumah. itu saja udah cukup buat bikin orang tuaku tersenyum di surga"
aku : " wah kamu hebat banget ren. kalau aku jadi kamu entah aku harus gimana"
__ADS_1
Rendy : "semangat doonk masak gini sih" sambil mencubit pipiku. spontan pipiku memerah 😂😂😂. Rendy emang sudah yatim piatu. dia ditinggal ayahnya ketika kelas SMP dan ibunya meninggal ketika dia berumur 25 tahun. kakaknya sudah pada menikah dan tinggal dengan istrinya. jadi Rendy disuruh menempati rumah induk itu seorang diri. sekarang Rendy sudah berumur 27 jadi dia cuma mikir gimana mau dapetin istri.. sekarang dia bekerja di beberapa sekolah dan mengajar les privat gitar dan juga ada beberapa warisan ibunya.