UJIAN MENJELANG PERNIKAHAN

UJIAN MENJELANG PERNIKAHAN
bab 20 pov steven


__ADS_3

"nina sangat cantik, dengan riasan seperti itu membuat dia tampak sempurna" gumamku saat melihat foto status nina


tak salah bila aku, nardo dan putra mencintainya, dia cantik, baik dan ceria, jarang sekali dia menangis bahkan saat aku membawah pacarku ke kost agar kami bisa saling melupakan cinta ini, dia tampak tersenyum riang menyapa aku dan berkenalan dengan pacarku, seakan tak ada luka di hati namun saat dia masuk kamarnya aku melihatnya menangis dari jendela kamarnya.


"maafkan aku nina aku tak bisa berbuat banyak untuk membahagiakanmu, bahkan aku sering membuatmu menangis" gemamku dalam tangis melihat foto status yang aku simpan di hpku, aku sadar yang di katakan mery benar dia hari ini di lamar oleh putra.


"kenapa kenapa aku tidak berani berkorban untuk nina, tuhan kenapa harus ada perbedaan antara aku dan nina" ucapku masih menangis di kamar, biarlah aku menangis karena aku lelaki yang tak berguna untuk orang yang di cintai.


aku benar benar terluka melihat kenyataan bahwa nina telah menjadi milik orang, dan aku harus menghilangkan cinta ini agar aku tak melukai nina lagi, semoga nina bahagia dengan putra, mery bilang putra orang yang baik dan banyak berkorban untuk nina, nina pantas mendapatkan lelaki yang baik bukan sepertiku.


ku kuatkan hati menerima kenyataan ini meski berat, dan mungkin akan semakin berat


tiba tiba ibu memasuki kamarku, ibu tau apa yang aku rasakan pada nina, ibu juga mengenal nina karena sering bertemu di kos dulu.


"nak kamu kenapa menangis?" tanya ibuku


"nina menerima lamaran temannya bu" ucapku sambil menunjukan fto status nina bersama putra, ku ceritakan semua pada ibuku ibu tau yang aku rasakan.


"menangislah nak tak masalah lelaki menangis asal jangan berlarut, nina memang gadis yang baik dan cantik tapi kita berbeda dengannya, tak adil baginya jika kita meminta dia sama dengan kita, dan kamu jangan pernah berniat menghianat i tuhan, karena ini ujian tuhan untukmu pengorbananmu" ucap ibuku dengan mengusap kepalaku yang kusandarkan di pangkuannya.


hatiku sedikit lebih tenang, namun masih terasa sakitnya, dan ternyata ayah mendengar di depan pintu, ayah pun masuk dan menasehatiku

__ADS_1


"nina tahu kamu kamu mencintainya?" ucap ayah yang tiba tiba membuat aku dan ibu menoleh


"tidak ayah, aku gk mau menyakitinya" jawabku


"katakan nak, apapun jawabannya kamu harus katakan karena itu bisa sedikit mengurangi beban hatimu" ucap ayah


"tapi sekarang nina sudah dilamar orang, jangan merusak hubungan orang nak" kata ibu


"kalau tidak di katakan dia akan terbebani bu, dan semua tidak akan jelas, itu hanya menyampaikan unek unek saja tidak merebut" ucap ayahku yang kemudian melangkah pergi


dan ibu pun pergi dari kamarku, aku termenung memikirkan ucapan ayahku, dan melihat hpku nina tak membalas wa ku, apa dia benar benar ingin mengabaikanku, padahal dulu dia selalu peduli dan memerhatikanku, setiap aku telp atau wa selalu cepat membalas walau itu sudah larut malam.


"nina apa kamu benar benar mau melupakanku??" gumamku memandang foto foto bersama nina dulu


sudah menjelang subuh aku belum tidur, masih kulihat lihat foto kebersamaan kita dulu, tiba tiba notifikasi wa dari nina muncul.


"maaf semalam aku tertidur, terima kasih atas pujiannya, tapi aku tak secantik di foto" balasan wa dari nina


"kamu cantik pasti aslinya jauh lebih cantik karena dasarnya kamu memang cantik apalagi kalau dandan gitu" jawabku


"loh kamu belum tidur?" tanya nina

__ADS_1


"belum masih banyak fikiran jd gak bisa tidur" jawabku


"mikirin apa sih, paling juga lagi game" wa nina


"mikirin kamu" jawabku dengan emotikon senyum


"ngapain di pikirin aku sehat kok, paling juga lagi main, ngomong mikirin aku segala" jawaban nina yang tak percaya aku memikirkannya


"iya aku habis game" aku benarkah tuduhannya agar dia tidak sungkan


"sana tidur, jangan main melulu nanti cepet tua kalau kurang tidur" ucap nina padahal dia sendiri biasanya cumak sebentar tidurnya begadang nulis cerita gak jelas di laptopnya.


"iya ini mau tidur, selamat pagi" ucapku padanya


"iya, pagi" jawabnya singkat.


bangun tidur aku mikirkan rencana ajak nina makan romantis di Coffee yg romantis agar bisa menyatakan cinta, walau di tolak aku tak akan marah, setidaknya aku punya kenangan indah makan romantis bersamanya, aku pura pura tidak tau saja kalau dia sudah dilamar.


aku memesan meja di Coffee yang bagus di Surabaya untuk 2 hari lagi, aku memesan makanan dan bunga untuk acaraku, aku persiapkan semua agar nanti terasa nyaman dan indah di kenang, aku tak akan merebut aku hanya ingin kenangan indah 1 hari saja setelah itu kita bisa bersahabat layaknya dulu lagi.


aku yakin nina bisa bersikap biasa saat bertemu aku nantinya setelah momen yang aku rencanakan.

__ADS_1


lalu ku hubungi nina untuk membuat janji bertemu dan akhirnya kami sepakat menjemputnya di kampusnya 2 hari lagi, lusa akan ku ingatkan kembali agar dia tidak lupa.


__ADS_2