UJIAN MENJELANG PERNIKAHAN

UJIAN MENJELANG PERNIKAHAN
aku merasa mencintai putra secara utuh


__ADS_3

setelah makan makan kami putuskan untuk pulang karena anak mbk kiki rewel trus, selama perjalanan kami membahas apa yang akan terjadi di rumah


"pasti nanti di rumah bulek tiya sama bulek asih gak akan nyapa kita, kita lihat aja nanti gimana ceritanya tentang omonganku yang tadi bakal berubah" ucapku


"pasti di tambah bumbu dan cabe jd kesannya kamu yang pedas" jawab mbk kiki


"masa seperti itu mbk kiki? " tanya putra


"iya kamu ingat ingat ya omongan nina tadi gimana nanti akan jadi seperti apa??" mbk rahma turut menjawab


"iya mbk, mereka itu selalu begitu buat mencari pendukung" jawab mbk kiki


"nanti jangan berharap mereka semua datang di nikahanmu nin" ucap mbk rahma


"kita lihat saja nanti mbk, aku tidak berharap" ucapku


sesampainya di rumah kami duduk d teras belakang melepaskan penat di jalan, terlihat bulek tiya dari arah rumah bulek asih pulang karena rumah kami berada di tengah jadi mereka melewati i kami yang sedang duduk asik.


terlihat jelas wajahnya yang tak bersahabat, sudah jelas dia sudah di hasut membenci kami, saat dekat dengan kami bibirnya nampak mencibik, ya sudah lah kami tak mau ambil pusing, akan masalah ini sebaiknya kami fokus lagi menyiapkan pesta pernikahanku.


"nina kamu catat apa aja yang di butuhkan buat pesta biar nanti kita siapkan sesuai list" ucap mbk rahma


"iya ayo aku bantu" sambung mbk kiki


"iya nanti kita cari tenda dan dekorasi pelaminan dulu karena itu yang paling penting" jawabku


"aku tranfer ya " jawab putra


dengan bahagia kami persiapkan pernikahan, dan tentukan menu makanan, minuman dan hiburan setiap hari aku dan mbk kiki pergi belanja mbk rahma tidak ikut karena sedang hamil 7 bulan, mbk rahma membantu persiapan yang di rumah.


aku dan mbk kiki pulang dengan bahagia kami memilih tenda dan pelaminan yang besar, karena akan memakai pekarangan depan hingga pekarangan pak lek, sebelum acara lamaran rahayu kami suda bicara dengan pak lek dan di perbolehkan menggunakan lahan pekarangannya.


"besok kita cari perias nin, biar gk bentrok dengan jadwal orang lain, kita harus urus jauh jauh hari" ucap mbk kiki


"iya mbk kiki" jawabku, bersyukur mbk kiki mau pulang demi membantuku menyiapkan pernikahan walau harus meninggalkan suaminya begitu lama, malah suaminya yang sering pulang kesini karena rindu pada istri dan anaknya.


"nina kamu istirahat aja dulu, jangan sampai sakit di hari pernikahanmu" ibu menyuruhku beristirahat


"istirahatlah besok masih banyak tugas menunggu" ucap mbk kiki


"iya aku juga cukup lelah" jawabku langsung menuju kamar dan berbaring sambil wa sama putra, lalu putra telpon

__ADS_1


"halo assalamualaikum" jawabku


"walaikumsalam sayang, gimana tadi persiapannya" tanya putra


"sepertinya nanti saat selesai resepsi aku ingin tidur aja badanku terasa capek, kamu enek pesta yang di sana semua di atur keluarga" ucapku sebal karena pernikahan yang sangat cepat


"besok aku akan cuti membantumu menyiapkan pernikahan kita" ucap putra


"kenapa sodarah ku membenciku sampai tak mau datang membantuku" tanpa terasa aku menangis mengingat kejadian lamaran rahayu, bukan salahku namun aku yang di benci


"kamu yang sabar sayang ini ujian pernikahan kita aku tau kok semuanya bukan salah kamu" ucap putra menguatkan aku


"tapi kenapa aku yang di hukum" ucapku masih menangis


"oh ya sayang besok kita cari mahar yang kamu suka ya, jangan menangis lagi" ucap putra


"iya besok kita cari, sekalian anter aku cari perias" jawabku


"kamu mahar berapa?" tanya putra padaku pertanyaan yang membuatku binggung, karena selama ini aku tidak memikirkan itu, hanya 1 yang aku ingat sebaik baiknya mahar bila tidak membebani pengantin pria


"aku tak tau, terserah kamu saja aku tak mau membebanimu" jawabku


"aku tidak salah memilih calon istri, tapi lebih baik kalau sesuai kemauanmu" desak putra


"aku tidak akan berubah, karena aku sungguh sungguh mencintaimu dan perjuanganku selama ini hingga mendapatkan kamu cukup sulit apa aku akan sia siakan perjuangan ku" putra meyakinkanku


"jika kamu berubah dan tak menginkan aku lagi, sebaiknya kamu bilang dengan baik karena kamu memintaku menjadi istrimu dengan baik, mungkin itu sedikit lebih baik dari pada aku mengetahui kamu selingkuh"


"sayang kenapa kamu sulit sekali mempercayai aku? apa kurang bukti? " tanya putra


"aku percaya saat ini tapi aku takut nanti kamu berubah, kalau aku tak percaya mana mungkin aku mau menikah dengan mu secepat ini" jawabku


"percayalah aku tidak akan seperti itu, aku sudah berjanji pada ibu, dan kakak kakakmu untuk menjaga dan membahagiakanmu, bukan berjanji untuk menyakitimu" masih meyakinkanku


"ini sudah malam, ayo tidur aku sangat lelah" jawabku.


"iya besok pagi aku sudah di sana, selamat malam sayang" terdengar suaranya yang membuat aku selalu rindu


"malam assalamualaikum" ucapku


"susah sekali panggil sayang, walaikumsalam muuach" jawabnya semakin mengodaku

__ADS_1


aku pun berusaha tidur walau lelah mata ini sulit di pejamkan, aku ke fikiran hari pernikahan dan masalah yang aku hadapi bertujuan dengan bulek asih akan membuatku kehilangan sodarah,


semoga pak lek dan bulek tiya tidak mengganggu pestaku biasanya mereka selalu bikin ulah.


betapa aku kepikiran akan masalah keluarga ini, dan teringat perkataan rahayu yang membawah nama ayah yang sudah tidak ada, membuatku engan memintak maaf, sebelum itu aku sudah mengalah memintak maaf atas yang terjadi walau itu bukan salahku, namun semakin aku mengalah dan mintak maaf semakin harga diri ku dan keluargaku di injak injak terlebih mambawah bawah nama ayah, perkataannya membuatku semakin membencihnya, dan keluargaku pun sepakat memilih diam.


ke esokan harinya ternyata putra datang sangat pagi, sepertinya dia sangat bersemangat, hingga aku belum bangun dia sudah ada di bawah bersama keluargaku, mereka sengaja membuarkanku tidur lagi setelah sholat subuh karena mereka tau aku butuh istirahat, samar samar terdengar suara putra sedang bercanda dengan kakak kakakku, kepastian lagi itu suara putra, lalu aku bergegas mandi dan segera turun menemuinya, aku pun merasa rindu padanya, namun aku tak mau membuat dia GR karena ucapan rindu dariku.


saat menuruni tangga aku di sambut dengan senyuman khas putra, yang semakin membuat jantung dag dig dug tak karuan, sepertinya cintaku utuh untuknya, tak ada steven dan nardo lagi, hanya ada putra yang mengisi fikiran dan hati ini.


cinta putra mampu buat aku jatuh cinta secepat ini, dan aku berharap cintanya tak akan pernah memudar dan berakhir.


"pagi nina " ucapnya saat aku mulai dekat dan di hiasi dengan senyuman khas


"pagi, dari tadi di sini " jawabku dengan pertanyaan


"dari jam 6 pagi tadi" jawab putra


"ya uda kalaian tunggu dulu aku mau siap siap dulu" kata mbk kiki


"kami ke belakang dulu ya, kalian ngobrol aja" mereka meninggalkan kami ngobrol berdua


"berangkat jam berapa ? sepagi itu sudah di sini ? " tanyaku


"tadi habis sholat subuh, hbs uda kangen pingin ketemu" ucapnya mengodaku


"pagi pagi uda gombal" jawabku


"kok gombal, ini beneran sayang, pinginya selalu ketemu kamu" jawab putra


"nanti kalau uda tiap hari ketemu bosan" ucapku pura pura tak suka


"egak lah akan aku buat fikiranku selalu rindu padamu" putra masih saja mengucapkan kata kata manis


mbk kiki keluar kamar dengan dua putrinya, saat melihat putra mereka senang sekali, dan segera mengajak om putranya berangkat, mereka sangat manja pada putra, dan terlihat putra pun senang dengan sikap manja 2 keponakanku itu, mereka memang sangat manis.


kamipun berangkat tujuan pertama mencari perias dan mbk kiki sudah ada janji dengan temannya yang menjadi MUA namun sayangnya, hari sabtu adalah hari pandangan buat teman mbk kiki untuk merias padahal saat kami lihat foto foto hasil riasanya kami cocok, namun dia sudah berjanji pada tuhannya untuk tidak berkerja di hari sabtu, mungkin memang bukan jodohku dengan perias ini, kami pun pergi ke perias yang lain, namun banyak yang tidak cocok


hingga akhirnya kami dapat saran dari bapak yang punya studio foto yang aku boking agar ke perias yang bagus dan murah kami langsung menuju ke alamat perias yang di berikan bapak tadi, dan bener periasnya bagus, dan akhirnya kami sepakat untuk memakai jasanya.


namun kami tak langsung pulang karena harus mencari mahar seperangkat alat sholat, kami menuju toko alat sholat dan aku hanya nurut yang di pilihkan mereka saja, karena bagiku mereka pasti akan mencari yang terbaik untukku, sedangkan aku kalau harus memilih sendiri akan sangat binggung bahkan bisa gagal beli karena kebingungan.

__ADS_1


setelah belanja seperangkat alat sholat, aku berfikir kita akan pulang, namun putra membelokkan mobil ke arah pasar, mbk kiki hanya diam saja, aku yang merasa heran dan lelah pun bertanya


"kok kepasar, mau cari apa lagi? ".tanyaku yang merasa heran.


__ADS_2