
selama perjalanan hp putra aku yang pegang, bukan karena aku kepo tapi dia yang menyuruh aku untuk pegang hpnya, sering ada telp dari kantor untuk menanyakan file kantor, kadang teman kantor laki laki kadang juga teman perempuan.
lalu ada telp saat putra dan faris sholat jamaah kebetulan saat itu kami istirahat di masjid aku angkat siapa tau penting sesuai pesan dari putra agar mengangkat telp yang masuk.
"halo assalamualaikum " ucap ku menjawab panggilan itu dari yanti teman kantor putra
namun tak di jawab malah di matikan, lalu aku masukan lagi ke tas dan aku melihat lihat hpku sendiri, aku tak mau kepo hp putra karena aku takut menemukan sesuatu yang membuat aku terluka, mungkin masih ada yang belum di bersihkan dari mantannya.
tak lama hp putra berdering lagi, dan aku mengambilnya dari tas ternyata yanti lagi yang telp aku angkat lagi seperti yang pertama tadi
"halo assalamualaikum " ucapku yang langsung mendengar suara telp terputus, aku hanya menghela nafas besar karena heran dengan yanti itu.
15 menit kemudian dia telp lagi ku angkat lagi untuk memastikan hal yang aku fikirkan.
"halo assalamualaikum " ucapku lagi tidak di tutup sampai aku ucapkan salam 3 kali baru ku dengar suara telp terputus. telp yanti membuatku berfikir ini tidak beres kenapa saat ku angkat dia tak mau bicara sedangkan teman kantor lainnya bisa titip pesan padaku tanpa sungkan, ada apa sebenarnya ini, hal ini ku ceritakan pada mery yang sedang bermain game di sebelahku meri trus memandangku merasa heran
"mer aku kok curiga ya sama teman kantor putra yang 1 ini" ucapku
"emang kenapa?" tanya mery
"kayak menghindar gitu kalau aku yang angkat, dia gak mau bicara denganku seperti teman temannya yang lain seakan maunya bicara dengan putra saja" ku jelaskan pada mery
"iya juga ya kenapa dia gk bicara, misal suruh telp balik atau pesan apa gitu kok langsung di matikan" jawab mery
"kita lihat aja nanti, gimana ngobrolnya nanti sama putra, 15 menit lagi pasti dia telp lagi" jawabku yang melihat putra dan faris berjalan ke arah kami
dan benar hal yang kami tunggu terjadi, hp putra berdering dan aku memberikan kepada putra sambil berkata "ini dari tadi telp trus gk mau bicara sama aku kyknya maunya sama kamu aj" aku sengaja berbicara seakan curiga agar putra bisa bersikap
"halo assalamualaikum, ada apa mbk?" tanya putra dan tak lama dia bicara lagi
"td yang angkat calon istriku" jawab putra percaya diri
"berarti cewek itu yang gk beres bukan putra yang perlu di curigai" batinku
__ADS_1
tak lama setelah itu putra mematikan telp dan memasukan hpnya k tasku lagi kami pun menuju wisata yang lainnya, seperti kampung anggrek dan tetap saja di mana mana mery dan komting berantem ribut melulu walau kadang komting mencoba memberikan suasana romantis tp akhirnya sama mery di ketawain jadi bahan ledekan.
sudah sore kami pun bergegas pulang tak lupa kami membeli beberapa ikat nanas dan lain lain untuk oleh oleh buat keluarga masing masing, sesampainya di rumahku kami membersihkan diri dulu setelah seharian jalan jalan setelah itu kami makan bareng bareng karena ibu sudah menyiapkan makan malam kami.
"ayo makan uda ibu siapkan makanan" kata ibu pada kami
"wah mantap ini, tau aja bu kalau kita lapar" jawab faris
"kita, km dan meri aja mungkin yang sudah lapar kalian kan cocok tukang makan hehehe" jawabku meledek dan menepuk punggung komting
sambil makan kami berbincang bincang dan bercanda
"uda makan dulu bercandanya nanti aja" ucap ibuku
setelah makan malam faris sama putra berpamitan pulang ke surabaya, pasti mereka capek setelah seharian jalan jalan , ibu pun meminta mereka menginap pulang besok subuh karena mery juga menginap di sini.
"bu kami permisi pulang dulu, biar gak terlalu larut sampai rumah besok harus kerja" ucapan putra pada ibuku
"iya nginep aja disini dulu, aku uda capek" sahut komting
"bilang aja kamu mau deketin aku teng karena aku menginap alasan capek segala" ejek mery
akhirnya sepakat mereka menginap jadi kita nonton tv bersama ad mas fikri dan istrinya dan juga mbk rahma suami dan anaknya ngobrol ngobrol agar lebih dekat dengan putra karena hanya putra temanku yang belum pernah dekat atau kumpul kumpul keluargaku, tapi aku lihat mereka cepat akrab karena keluargaku orangnya selalu menerima orng lain agar jadi dekat.
paginya setelah sholat subuh putra dan faris berpamitan, meri pun tidur kembali setelah mereka berangkat, ya meri emang begitu gk sungkan di rumahku dan sukanya molor, dia uda seperti keluarga sendiri.
tiba tiba hpku berdering ternyata putra yang telp, dia baru mengantar komting ke rumahnya. aku angkat dan tak lama kemudian terdengar suaranya.
"assalamualaikum sayang" ucapnya
"walaikumsalam, da sampai rumah? tanyaku
"belum ini baru balik dari rumah " jawabnya
__ADS_1
"ya uda hati hati" ucapku
"hari sabtu aku kesana lagi ya" ucapnya
"ha apa gk capek sering kesini?" tanyaku
"engak kan kalau ketemu kamu capeknya hilang" jawabnya
"ih gombal meluluk" jawabku sambil tersenyum
setelah putra sampai rumah telp di matikan karena dia bergegas pergi ke kantor, di kantor yanti pun selalu cari perhatian, ada aja ulahnya agar putra deket dengannya, setiap malam putra bercerita apa saja yang dilakukan di kantor.
sabtu pun tiba ternyata putra tidak jadi kesini, karena mau pergi berwisata dengan teman kantornya ke malang, pergi ke kawasan pantai, aku kecewa karena di situ juga ada yanti bukan hanya teman laki laki saja, aku pun marah dan mengabaikan putra lagi karena aku melihat postingan teman teman putra yang menandai putra di slah satu foto ku lihat yanti tampak dekat dengan putra.
ya aku cemburu dan kecewa dia lebih memilih pergi berwisata dari pada menemuiku seperti janjinya, dia dengan muda mengabaikan perasaanku dan ada yanti di sana, aku bertanya tanya apa mereka ada hubungan, sehingga aku tak boleh tau apa pembicaraan mereka.
firasatku niat yanti ini tidak beres, saat aku berdebat dengan putra karena sikap yanti yang membuat aku curiga dan tak nyaman, namun putra tak menyadarinya, aku hanya ingin putra jaga jarak dengannya.
malah dia yang marah marah padahal aku hanya mengungkapkan apa yang aku rasakan
"mbk maaf jangan hubungi aku kalau gk ada urusan kerjaan" putra kirim wa ke mbk yanti
"loh ada apa kita kan teman bebas dong ngobrol sama teman" ucapnya membalas wa putra
"aku harus menghargai dan menjaga perasaan calon istriku" jawaban wa putra
"sebaiknya kamu urungkan menikah i dia" wa yanti ke putra
"gk bisa mbk ini hidupku, terserah aku" jawab putra yang mulai mengerti maksudku
"belum nikah aja uda cemburuan dan gk bisa hargai pertemananmu, gimana nanti kalau uda menikah" jawab wa mbk yanti
putra masih melanjutkan wa yang saat itu masih ku saksikan tiap jawabannya, dan aku fikirkan semua jawaban itu aku merasa dia mengingikan dekat dengan putra.
__ADS_1