
Aku kasihan melihat nina, aku tau bagaimana sifat mantan dari putra dia akan menganggu nina terus entah kapan dia bisa berhenti, tapi aku juga tak tega melihat perjuangan putra mati matian sampai apapun di korbankan demi nina tampak sekali putra sangat mencintai nina.
walau aku tau di hati nina masih ada nardo walau nina berusaha bersikap biasa aku tau dia suka dan mengagumi nardo, karena dulu sering bercerita tentang kriteria calon suami yang di inginkan semua yang di sebutkan ada di nardo dan tampaknya nardo juga suka memanjakan nina walau caranya cuek, ya mungkin mereka saling mencintai namun terhalang benteng yang sangat besar ya itu agama. nardo beragama Kristen seperti aku sedangkan nina islam dan keluarganya sangat taat agama dia pasti takut dosa dan tentangan dari keluarganya.
sekarang saat nina berusaha membuka hati buat putra dan mulai berhasil, muncul kembali cinta pertamanya steven sudah bertahun tahun dia mencintai steven walau dia mencoba move on dengan menerima erik yang dulu sangat mencintai nina, namun selama berpacaran dengan erik tidak ada hal special untuk erik melainkan semua untuk steven, saat hari jadian mereka dan kebetulan hari yang sama dengan steven ulang tahun nina memilih pergi bersama steven, nina tidak bisa menerima erik sebagai pacarnya walau sering jalan berdua hanya sebatas jalan tetap saja nina gagal move on, dan kini steven hadir kembali aku takut ini akan mengagalkan nina membuka hati untuk putra.
sekarang nina sudah tidur mungkin ini saatnya aku bicara dengan steven, ku bawah hp nina ke ruang tamu agar aku tidak mengganggu nina tidur kasian dia sangat capek.
"nina tertidur, boleh aku bicara denganmu sebentar" ku ucapkan itu pada Steven
"baiklah mau bicara apa?" tanya Steven
"nina akan menikah" ucapku
"APA??" steven tampak kaget
"iya 3 hari lagi keluarga putra akan melamar nina" aku memperjelas
"nina gk cerita sama aku" ucap Steven tak percaya
"gimana dia mau cerita kamu sering menghilang dan tiba tiba hadir, aku harap kamu jangan membuat nina dilema" pintaku pada Steven
"dilema?" tanya Steven
"kamu tau dari mulai masuk SMA dia mencintaimu, bahkan mungkin sampai sekarang masih ada rasa itu hanya saja dia sudah terbiasa denganmu yang sering menghilang, aku tidak mau kalau dia gagal move on lagi, putra pria yang baik nina pantas mendapatkannya" ucapku menjelaskan isi fikiranku
__ADS_1
"sebenarnya dari dulu aku juga mencintainya mer, hanya saja agama yang menghalangi, aku takut dia terluka, itu sebabnya aku jaga jarak dengannya, agar dia terbiasa jauh dariku, aku datang saat aku sudah tidak tahan dengan rindu ini, bahkan aku berfikir untuk memperjuangkannya" steven mulai bercerita yang membuat aku terharu.
awalnya aku berfikir steven hanya mempermainakan perasaan nina tapi ternyata dia juga bertarung dengan hatinya sendiri, pasti itu berat nina sangat beruntung di cintai 3 lelaki yang sangat baik, hanya saja putra yang terbaik menurutku karena mereka seiman.
"apa kamu berfikir untuk pindah agama?" tanyaku
"kalau itu perlu, aku sudah lama memikirkannya, aku terlalu lama menyiksa diri bahkan semua yang aku dekat i tak ada YANG mampu menyisikan nina dari hatiku" ucap Steven yang suaranya terdengar sangat berat
"tapi semua sudah terlambat, 3 hari lagi acara lamaran mereka, aku harap kamu tidak menyakiti nina lagi, dia sudah sering menangis karenamu, aku tak ingin melihat dia menangis lagi, dan tak hanya kamu yang terluka nardo yang selama ini juga mencintai nina juga terluka tapi dia rela karena dia tau nina sering menangis karenamu, dia merelakan nina untuk putra karena nardo juga tau pengorbanan putra" aku ceritakan semua agar steven memikirkannya
"nardo mencintai nina? tapi dia kelihatan cuek" tanya Steven
"itu cara dia, dia lebih cuek lagi kalau cewek lain yang mendekat, barang barangnya saja di sentuh orang lain dia marah tapi beda dengan nina, nina mampu menaklukkan nardo dengan muda hanya saja nina tidak menyadarinya" aku menceritakan tentang nina yang aku lihat
"kalau kamu bener bener cinta, beri nina ruang untuk melupakanmu dan membuka hati buat putra" pintaku pada Steven
lalu ku akhiri telp, lalu kembali ke kamar membiarkan nina tidur dan aku kembali bermain game, memikirkan mereka membuat aku ikut stres tp bagaimana aku sangat peduli pada nina dia sangat baik sampai dia jarang memikirkan diri sendiri selalu mendahulukan orng terdekatnya
tak lama hp nina berdering lagi kali ini dari putra, dari pada nina terbangun lebih baik aku angkat saja.
"halo pak putra ada yang bisa saya bantu" ucap ku seperti CS bank saja.
"halo mer, nina mana kok yang angkat kamu?" tanya putra
"kenapa gk suka aku yang angkat bukan pujaan hati" aku mengodanya
__ADS_1
"he he bisa aja, nina mana?" tanya putra lagi
"nina tidur dasar para lelaki merepotkan baru steven di matikan uda ganti putra, gara gara kalian aku jadi kalah kan" ucehku pada putra
"steven habis telp nina?" tanya putra seperti kaget
"iya tenang aja jangan cemburu, aku yang angkat telpnya karena nina tidur" jawabku agar putra tidak salah paham
"gimana gk cemburu mer, dia cinta pertama nina aku kuatir kalau nina berubah fikiran dan memilikinya karena aku merasa steven sekarang ada rasa sama nini" keluh putra
"tenang saja nina tetap akan bersamamu meski dia baru belajar nerima kamu" ucapku meyakinkan
"aku takut kehilangan nina, nina sangat berharga bagiku, sudah lama aku menginginkannya baru sekarang aku mampu mendekatinya" ucap putra
"dia pasti akan mencintaimu sepenuhnya, tapi jangan pernah kau sakiti sahabatku" ucapku
"sebaiknya kamu istirahat dan lupakan masalah steven nina tidak akan memilihnya, dan aku akan lanjut game lagi jangan menganggu lagi" sambungku lagi
kasihan putra pasti dia sangat kuatir tapi memang pantas mereka kuatir karena orang seperti nina memang sangat jarang, dia baik, ceria, dan selalu mendahulukan orang lain dan 1 lagi dia selalu membuat orng di sekitarnya ikut ceria.
aku pun kuatir jika dia cepat menikah karena aku selalu bersamanya, apakah nanti dia akan sibuk dengan hidup barunya yang membuat jauh dariku.
sudahlah semua akan menemukan jalannya masing masing semoga ini yang terbaik buat nina.
aku mau fokus main dulu tadi sudah kalah karena putra, sekarng aku harus mengalahkan mereka, enak saja mau mengalahkanku dengan mudah, aku harus membalas kekalahan ini, dan aku fokus main game sampai jam 3 pagi akhirnya aku mengantuk dan tidur di samping nina.
__ADS_1