
aku dan putra masih berdebat dan yanti semakin menjelekan aku di wa, semakin lama putra semakin sadar bahwa aku benar.
"urungkan saja menikah denganku cari saja wanita tak normal lainnya yang tak peka jika pasangannya di dekat i wanita lain, dan cari wanita yang tak mencintaimu saja yang rela pasangannya berteman akrab dengan wanita" jawabku sesuai dengan wa yanti pada putra
"aku gk akan berubah fikiran aku mencintai kamu dan hanya kamu, impianku menikahimu" jawab putra
"coba kamu fikirkan aku salah apa sama dia sampai dia menjelekan aku seperti itu, hanya karena aku ingin di hargai tapi dia seperti itu, sedangkan aku tak pernah bertemu bahkan bicara kasar padanya, dia bilang aku tak percaya, iya benar aku tak percaya dengannya, dia berbeda dengan temanmu yang lain, kalau kamu masih dekat dengannya aku yang menjauh" ucapku pada putra
"kamu jangan salah paham dia sudah punya suami, gk mungkin aku dekat sama dia" jawab putra
"sudah punya suami? sudah punya anak?" tanya ku sambil tersenyum kecut
"iya dia juga punya ank masih kecil" jawab putra
"ha makin yakin aku kalau dia gk beres" ucapku dengan senyum mencemooh
"kok bisa gitu" tanya putra
"dia wanita punya suami dan anak yang masih kecil tapi bisa jalan jalan ke malang seharian pulang pagi dan hanya dia wanita yang ikut??, pikirkan gimana hati suaminya?" ucapku memperjelas pandangan putra
"dia juga bisa wa manja ke kamu, di taruh mana harga diri suaminya di bawah kakinya??" sambungku
"iya kamu benar " ucap putra yang mulai setuju dengan pandanganku
"aku tidak mau tau kamu harus jaga jarak dengannya" ucapku
banyak hal dan alasan yang membuat aku curiga ku utarakan ke putra dan putra mulai mengerti arahnya, dan jarak beberapa hari putra telp dan bercerita apa yang terjadi di kantor yang membuat heboh
"iya kamu bener yank" ucap putra mengawali cerita
"bener apa?" janyaku heran
__ADS_1
"untung kamu suruh aku menjauhinya, sekarang pak isa di fitnah suka dengan dia, hingga seluruh kantor heboh dan parahnya lagi istrinya pak isa mendengar gosip itu, dan melabrak mbk yanti di depan banyak orang, untung aku terhindar dari dia dan fitnahannya" dia ceritakan kejadian di kantor tadi pagi
"trus yanti gimana?" tanyaku kepo
"ya biasa aja kayak gk punya salah, dan dia itu sering belanja online cod pakai nama pak ramdan sampai pak ramdan kesal sering membayar belanja cod yang bukan peranannya saat di marah i pak ramdan dia biasa aja malah dengan enten bilang nanti di ganti kalau ada uang" sambung cerita putra
"pak ramdan marah sampai dia bilang, istriku aja gk pernah kyk kamu kok kamu itu seenaknya sendiri pesan pakai nama aku dan uang aku" jelas putra
"ha sampai kayak gitu" tnyaku
"iya dia sekarng kayak orang banyak hutang banyak yang nyari ke kantor dan dia juga kena SP dari bos" putra masih terus menceritakan kejadian di kantor
"aku curiga pasti ada penyebab yang bikin aku curiga, gk mungkin tiba tiba curiga tanpa alasan" jawabku
"iya itu dia aku juga ceritakan kecurigaan km ke atasan ku katanya km peka akan ancaman" ucap putra
"setiap orng yang sayang akan peka akan hal yang menghampiri orang yang di sayang i" jawabku
"hmm kan mulai lagi gombalnya" ucapku sambil tersenyum
kami pun asyik berbicara di telp menceritakan banyak hal tentang keluarga kami dan rencana lamaran kami dan banyak hal yang kami rencanakan setelah menikah, kadang dia sering mengoda ku dengan bicara yang agak dewasa tp bukan yang rusuh loh, putra emang sengaja membuat aku malu malu karena dia senang sekali melihat aku seperti itu, karena jika di luar aku terlihat seperti wanita kuat yang tak butuh cinta dan tak suka cinta cintaan lebih tepatnya menghindari cinta karena takut sakit hati lagi.
lamaran kami tidak lama lagi mulai ada persiapan untuk bembeli seserahan dan perlengkapan lamaran lainnya, karena aku anak terkecil akhirnya aku pun belanja sendiri tak ada teman karena kakak kakakku sibuk dengan rumah tangga dan usaha masing masih yang jauh kebetulan pulang karena kami rencanakan agar pas kakak kakakku mudik.
aku di antar sama mbk kiki membeli baju cople untuk acara lamaran dan beberapa aksesoris pelengkapnya dan putra belanja bersama uti untuk seserahan kami sibuk dengan kebutuhan masing masing, dan tiap malam sebelum tidur putra meneleponku sekedar melepas rindu walau hanya mendengar suaranya.
"gimana tadi belanjanya?" tanya putra
"lumayan melelahkan, karena susah mencari ukuran baju kamu, gimana dengan kamu dan uti " jawabku
"iya tadi membeli kain batik dan kain kebayak" tanya putra
__ADS_1
"apa warnanya favorit ku??" tanyaku takut tak sesuai nanti tidak terpakai
"tadi uti yang pilih karena aku binggung, besok aku jemput ya belanja kosmetik dan kebutuhan lainnya" ucap putra
"iya izin dulu ya sama ibu" jawabku
keesokan harinya dia datang dan memintak izin pada ibu dan kakak ku untuk pergi belanja, dia membukakan pintu mobil untukku saat aku masuk dan dia masuk lalu dia mengambil sesuatu di kursi belakang, ternyata dia mengambil buket bunga mawar untukku, hal yang di lakukan putra selalu membuatku tersentuh dan malu.
kami pun melaju menuju Surabaya karena aku juga ada kuliah, dia mengantarku kuliah dan menunggu sambil ngobrol ngobrol sama teman teman lainnya, karena kami seangkatan jadi kami masih saling kenal dengan mahasiswa lain yang belum lulus sepertiku.
Setelah selesai kuliah kami menuju mall di surabaya untuk belanja perlengkapan seserahan, setelah memilih seserahan kami mencari makan karena kami mulai merasa lapar, aku memilih tempat duduk dan putra memesan minuman, setelah itu dia berjalan kearahku membawah 2 minuman teh jasmine lalu duduk di depanku.
"kamu pesen makanan sendiri ya karena kamu susah makannya, takutnya aku salah pesan dan kamu gak suka" ucapnya
"iya aku cari dulu ya, km mau makan apa?" tanyaku sambil berdiri
"apa aja kamu pilihkan ya" jawabnya
"ok " sambil melangkah menuju konter konter makan yang ada di sini kupilihakan menu mie goreng dan nasi penyet ikan lele
"entah kamu pilih yang mana" ucapku
"aku ini aja" sambil menarik nasi penyet ikan lele
"baiklah ayo makan" ucapku sambil memulai makan
ternyata mie goreng itu tidak sesuai selera ku dan putra melihat hal itu dan langsung menukar makanan kami
"itu sebabnya aku menunggu kamu makan duluan karena aku sangat faham kamu sangat pemilih makanan" ucapnya sambil tersenyum
"makasih ya uda mengerti aku" jawabku sambil nyengir
__ADS_1
kami pun melanjutkan makan dan ngobrol ngobrol santai.