
hari yang di tunggu telah sampai nina yang melihat keluarganya sibuk menyiapkan segala hal untuk menyambut kedatangan keluarga putra melamar, dia tak boleh membantu hingga dia merasa risau karena merasa bosan berdiam diri di kamar.
kebimbangan mulai menyiksa fikiran yang mengingat steven yang mulai baik padanya, memberikan perhatian lebih, dan nardo yang juga nina cintai dalam diam selama ini, selama steven tak menghiraukannya nina hanya mampu membuka hati untuk nardo, jadi masih berat melepaskan mereka, karena selama ini dua laki laki ini yang mampu melulukan hati nina, namun mereka tak mungkin bersama nina karena perbedaan agama yang menghalangi, itu sebabnya nina berusaha mencintai putra karena putra sangat mencintainya, dan agama putra pun sama dengan nina.
"sudah nina sampai kapan kamu berharap pada Steven atau nardo, siapa kamu hingga mengharap cinta dan pengorbanan mereka" batinku saat merasa bimbang
"steven sekarang memang memberikan harapan tapi bisa saja nanti dia menghilang lagi" batinku memberikan alasan agar tetap menerima putra
"sedangkan nardo yang kamu harapkan pun tak menyukaimu, dia hanya mengangapmu sahabat" batinku masih berperang
"sedangkan putra sudah banyak berkorban dan jelas jelas mencintaimu, buka hatimu sepenuhnya" berbicara sendiri di depan cermin
aku berusaha meyakinkan bahwa keputusan ini benar, lebih baik menikah dengan orang yang mencintaiku bukan yang aku cintai, sudah banyak pengorbananku yang sia sia, aku tidak boleh membuat putra merasa kecewa seperti yang kurasakan.
tiba tiba ponselku berdering sekarang masih pagi kenapa putra menelponku apa dia tidak bersiap siap untuk acara nanti malam
"assalamualaikum "ku angkat telp dari putra
"walaikumsalam sayang, akhirnya hari ini datang juga setelah lama aku menunggu" dia langsung menjawab dengan panjang lebar
"alhamdulillah kita sampai di titik ini" jawabku
"alhamdulillah, kamu sedang apa?" tanya putra
"lagi dia di kamar, gk boleh ngapa ngapain, lah kamu lagi ngapain? " tanyaku balik
"lagi kerja ini bikin laporan" jawabnya
"di hari penting begini masih kerja? kenapa gk cuti?" aku bertanya heran
"tadinya cuti tapi td pagi di telp suruh masuk nanti balik lebih awal bantuin bikin laporan dulu" jawabnya masih terdengar penuh semangat
"apa sudah kamu persiapkan buat nanti?" tanyaku kuatir dia tidak bisa membagi waktu nanti
"sudah semua yang akan di bawah nanti sudah beres dari kemarin hanya kue kue yang sekarng masih di siapkan sama uti dan ibu" jawabnya penuh percaya diri
__ADS_1
"ya sudah cepat selesaikan pekerjaanmu, aku menunggumu di rumah, nanti jangan bengong ya kalau ketemu" ucapku mengoda
"aku gak sabar pingin cepet kesana" jawabnya
"mangkanya selesaikan cepat biar nanti gak ada gangguan" ucapku
"baiklah, sampai jumpa nanti ya, assalamualaikum sayangku" ucapnya mengakhiri i telp
"walaikumsalam" suara sambungan terputus setelah aku menjawab salam darinya
aku yang gelisah semakin gelisah memikirkan ini semua, mbk kiki datang ke kamar ku membawakan aku makanan dan menyuapi ku, kuceritakan pada mbk kiki apa yang membuatku gelisah, mbk kiki tau dari SMA aku mencintai steven dan itu susah di ubah, lalu muncul nardo yang mampu membuatku move on walau tak sepenuhnya, tapi aku malah menerima lamaran dari putra hanya karena nyaman dan merasa berarti.
"kamu sudah benar, sebaiknya agama dan sifat yang di lihat paling utama bukan cinta, cinta bisa timbul seiring waktu sering bersama, asal kamu ikhlas menerima dia" jawaban mbk kiki membuat aku yakin keputusanku benar.
tak terasa waktu sudah sore keasyikan ngobrol dan main sama mbk kiki dan anak anaknya
"cepat mandi dan siapkan bajunya yang akan di pakai, habis ini aku antar ke salon" ucap mbk kiki
"ke salon segala? " jawabku heran
"baiklah lah nanti malah keliru mbk kiki yang di pasang cincin" jawabku pasrah
"iya kan aku walau punya dua anak masih kayak abg kalau di lihat" ucapnya percaya diri dan meninggalkan kamar ku.
setelah mandi aku turun membawah tas berisi baju yang di pakai nanti, aku di antar kesalon dengan mbk kiki dan mas fajri, setelah selesai di rias aku keluar menuju ruang tunggu salon itu, mbk kiki tampak heran melihat penampilanku, ya mereka taunya aku yang biasa saja hanya berdandan natural bahkan terkesan tanpa make up kini berubah jadi wanita feminim dengan gamis dan sepatu hak tinggi dan riasan tebal tp natural gk terlalu menor.
"cantik juga ternyata adikku yang gk bisa ngerawat diri" ejek mbk kiki sekaligus memuji
"kalau begini aku percaya nina perempuan" mas fajri ikut mengodaku
"ih apaan si aku kan emang perempuan, kalau gk cantik putra gk akan berjuang mati matian" ejek ku
"ayo pulang yang di rumah uda nunggu" ajak mas fajri
hpku bergetar tanda ada telp masuk ternyata putra mau video call, langsung aku tolak, aku tidak mau dia tau aku seperti ini sekarang biar dia terkejut, tak lama kemudian putra telp aku angkat ini sudah hampir magrib dan ternyata rombongan sudah hampir sampai. putra memberi tau agar kami bisa bersiap siap menyambutnya.
__ADS_1
akupun sampai di rumah sebelum putra sampai aku menunggu di kamar saat semua rombongan sudah masuk rumah dan mulai terdengar pembicaraan dari wakil keluarganya, yang akhirnya menanyakan keberadaanku, dan akupun turun dari tangga di gandeng mbk kiki dan sepupuku rahayu.
aku sangat malu melihat tatapan mereka seakan aku manusia aneh yang baru muncul, terlebih melihat putra yang menatapku tak berkedip
"subhanallah, pantas mas putra bela beliin jauh jauh dari surabaya melamar anak jombang padahal banyak wanita di Surabaya, ternyata cantiknya" ucap pembicara keluarganya mengoda dan memuji.
"mas putra, di tahan ya ini baru lamaran, jangan buru buru, sampek ngiler gitu kalau bengong" pembicara mengoda dan terdengar mereka tertawa.
akupun menyalam i satu persatu keluarga putra dan duduk di sebelah ibu dan mbk kiki dan proses i lamaran telah di mulai, putra berdiri dan menujuh arahku membawah cincin yang akan di pakaikan di jari manisku.
setelah acara lamaran lanjut acara makan makan dan foto foto, selesai acara mereka pamitan untuk penentuan tanggal, keluarga putra menunggu tanggal baiknya dari keluarga kami.
selama di perjalanan putra tak henti henti mengirimkan pesan wa yang berisi pujian untukku
"kamu sangat berbeda malam ini"
"kamu sangat cantik, rasanya aku tak ingin pulang ingin langsung nikah aja"
"ingat ya kamu punya aku jangan nakal"
"waa banyak sekali belum di balas sudah masuk terus wa dari putra" batinku yang masih membaca wa dari putra
"jangan kuatir aku gk akan nakal, apa sudah sampai?" jawabku
"sudah barusan ini aku di kamar" jawabnya
lalu aku gunakan foto selfie ku tadi untuk status, tak lama banyak pesan wa masuk.
"jangan di buat status foto yang sendiri, nanti banyak yang naksir" komen putra
"cantiknya selamat ya sekarang statusnya baru" dari mery
"cantik sekali " steven, membuatku mataku terbuka lebar karena tumben dia memujiku
dan banyak wa dari teman teman, namun aku tinggal membersikan wajah dan saat ingin membaca wa dari teman teman malah aku tertidur mungkin aku lelah walau aku tidak berkerja tapi fikiranku berkerja keras
__ADS_1