UJIAN MENJELANG PERNIKAHAN

UJIAN MENJELANG PERNIKAHAN
bab 11 ibuku merestui kami


__ADS_3

sesampainya di kampus, aku tak menyangka putra sudah menyambut kami, dan mengajak kami sarapan di kantin, ku pesan 3 bakso dan buat kami bertiga dan 3 es blewa karena kami sedikit kesiangan jadi sedikit kepanasan.


sambil menunggu pesanan kami ngobrol ngobrol bercanda, tatapan putra hanya tertuju padaku tanpa aku sadari namun mery melihat itu langsung memprotes


"iya ngerti kamu lagi kasmaran tp jangan bikin aku jadi obat nyamuk donk" protes mery ke putra


" siapa yang jadiin obat nyamuk mer kan kita bercanda bareng" ucapku


"iya tapi putra melihatmu senyum senyum sendiri" mery menjelaskan membuat putra salah tingkah dan malu.


"mery kayak gak ngerti aja, aku kan kangen sama nina" jawabnya putra yang terlanjur malu


"kemarin 3 hari bersama terus masih aja kangen" protes mery yang sudah tau cerita tentang perjalanan kami


kami pun tersenyum melihat mery protes, lalu pesanan kami datang tak terlalu lama karena masih pagi kampus pun masih sepi. lalu kami menikmati bakso sambil bercanda, kami tak sungkan dengan mery karena mery juga orang yang asik dan dia sahabat terbaikku yang tau semua kekuranganku.


lalu faris datang dia langsung menyusul kami ke kantin karena tadi sudah mengirim pesan wa padaku, faris sahabatku yang selalu membuat aku ketawa karena tingkah konyolnya. dia pun memesan makanan


ya akhirnya kami membuly faris seperti biasanya dia lucu dan jadi bahan bercandaan, semakin seru percakapan kami dan menyusul datang anton dan dini sebenarnya anton, dini dan mery sudah wisuda duluan tp mereka belum dapat pekerjaan jadi sering menemaniku di kampus.


setelah bercanda tak terasa sudah jam 8 lebih putra berpamitan karena kerja jam 9


"aku pamit dulu ya, uda jam segini" pamit putra


"iya sana buruan pergi" aku mengodanya


"pamitnya cumak gitu, ciumnya mana? kata fariz membalas membuly ku


"tu faris mintak cium loh" ucapku sambil tertawa


"Alah nina mengalihkan isu, putra gk peka sih mangkanya di usir" anton ikut mengodaku


"iya putra tu gk pekah malah pekok" akupun mengikuti godaan mereka


putra pun ikut mengoda saat aku berlagak membenarkan ucapan anton "sini sini aku cium dulu" sambil tersenyum


"ih ogah bukan mukrim" jawabku


"tu putra mintak di jadikan mukrim loh" goda faris yang sangat senang membalas bulyanku tadi


"tunggu ya abang masih berjuang" putra berkata dengan PDnya


membuat kami dan pekerja di kantin yang mendengar ikut tertawa


"cie abang berjuang nina" goda mereka serempak


"ih apaan si kalian, godain mlulu, sana sana pergi nanti terlambat" ucapku


"jangan terlambat abang nina menunggumu" jawab faris mengoda


assalamualaikum aku uda hampir telat "putra pun berlalu sambil tersenyum dan melambaikan tangan


dan mereka pun masih mengodaku, untungnya ibu ibu di kantin sudah hafal sama ke gilaan kami. bahkan mereka juga ikut mengodaku


"ayo teng kita ada kelas sekarang" memanggil faris yang biasa di sebut komting di kampus karena di angkat sebagai ketua, ketua tumbal tepatnya karena gak ada yang mau jadi ketua.


"cie abang pergi nina pun pergi" ucap dini mengodaku

__ADS_1


"abang anton dini juga setia menunggumu" ucapku membalas bercandaan dini, kami sengaja menjodokan mereka karena mereka cocok dan selalu pergi barengan


akhirnya kami saling tertawa dan aku melangkah bersama faris ke kelas dan kebetulan kelasnya di lantai 4 jadi lumayan melelahkan menuju kelas kami pun masih bercanda membicarakan putra yang sudah tidak malu lagi mendekatiku.


keluar dari kelas aku membuka instagram ku yang waktu itu berteman dengan reta, itu pun reta yang meminta pertemanan saat aku belum tau dia mantan dari putra.


dia membuat status yang menyendirku, akupun yang tadinya ceria langsung masam, mery dan konting bersamaku melihat perubahan moodku langsung melihat apa yang aku lihat.


"aku percaya hatimu masih untukku


buktinya kamu masih peduli padaku


hanya karena dia aja yang mepet trus hingga kamu tak punya waktu untuku" tulisan itu yang membuat aku sedih


"apa aku seburuk itu? aku gk pernah mepet putra kalian tau sendiri kan putra selalu datang padaku" ucapku pada mery dan komting


"ala nina jangan di ambil hati, dia itu cumak iri karena kamu memenangkan perhatian putra dan kamu lebih cantik dan manis" jawab komting


"tapi kok ada kalimat yang bilang putra masih peduli padanya? emang putra masih berhubungan dengannya??" ucap mery yang membuat hatiku tersayat


"apa status itu sebuah kebenaran" tanyaku menahan tangis


"jangan percaya begitu saja mungkin cumak ingin membuat salah faham" kata komting


"iya bisa juga seperti itu" ucap mery yang melihat aku bersedih


"sudahlah cukup di like aja biar dia tau aku sudah membacanya, dan aku tak mau tau lagi, sebaiknya kita jalan jalan" ucapku


"iya ayo le kaza lihat orang tua tua karaoke itu kan lucu" ucapku lagi


"ayo aku juga pingin joget joget alah orng jadul" kata komting membuat aku tersenyum


setelah nongkrong di kaza beberapa jam kami pun pulang cuaca sudah tidak panas lagi, aku dan mery kembali ke jombang, aku merasa tak enak badan dan mery yang menyetir sambil menikmati perjalanan kami pun membahas tentang status reta dan dari tadi aku mengabaikan putra hingga putra bertanya pada mery dan komting.


putra tidak tau status itu karena intagramnya di blokir sama putra, dan aku melarang mery dan komting memberitaunya karena malas berdebat dengannya, akan masalah yang sama terus


sesampainya dirumah aku mandi agar merasa segar lalu bersantai sambil mengecek hpku ternyata banyak panggilan dari putra, itu mengingatkan akan kekecewaan yang aku rasakan, itu membuatku merasa lelah dan masuk ke kamar ingin tidur dengan mengabaikan telp dari putra.


"nina apa kamu tidak makan" ibu masuk ke kamarku


"aku sangat lelah bu aku ingin tidur saja" jawabku menggunakan selimut


"apa kamu baik baik saja" ucap ibuku sambil memegang keningku


"iya ibu aku hanya lelah" jawabku


"iya apa badanmu panas cepat minum obat dan tidurlah" ucap ibu sambil mengambilkan obat di lemariku


aku masih tidak nyaman dengan perasaanku akhirnya aku wa mery menceritakan kegelisahanku, tiba tiba komting atau faris telp aku.


"assalamualaikum " ucapku menjawab telp


"walaikumsalam, uda di rumah?" tanya komting


"sudah ini mau tidur" jawabku


"tumben jam segini uda mau tidur? biasanya pagi baru tidur" ucap komting

__ADS_1


"iya aku agak demam, kecapean mungkin" jawabku


"iya uda cpt tidur, semoga cpt sembuh dan ada salam dari putra" ucap komting


"uda jangan bahas dia, aku lagi gk mood, aku tidur dulu" jawabku


"jangan gitu nin mungkin kamu cmk salah paham" ucap komting


"udahlah q gk mau bahas, aku tidur dulu assalamualaikum" potongku


"walaikumsalam" terdengar jawaban salam dari dari komting dan kemudian ku tutup telpnya


lalu ku buka banyak wa dari putra


"nina kenapa kamu menghindariku"


"sebenarnya apa yang terjadi"


"bicaralah jangan diam seperti ini


"nina harus bagaimana aku membuktikan cintaku"


dan masih banyak ungkapan kecemasannya, aku pun menangis melihat itu dan wa terakhir yang aku lihat dan barusan masuk


"besok aku kesana"


aku tak menghiraukan wa itu, aku berusaha memejamkan mata dan mulai tertidur seperti biasa alarm jam dua berbunyi tak kulihat ada wa dari putra lagi, membuatku berfikir hanya segitu usahanya meyakinkanku, lalu aku sholat dan setelah sholat aku masih ingin tidur lagi namun aku penasaran dengan intagram reta dan ternyata status itu sudah hilang sepertinya di hapus.


akupun tidur dan bangun subuh mandi trus sholat subuh habis itu aku, membuka laptopku seperti biasa aku ketikan cerita, keluhan dan perasaanku, sambil mendengarkan lagu setelah itu aku duduk di balkon dengan mendengarkan lagu.


"kamu sudah baikan?" tanya ibu menghampiriku


"iya bu, kemarin aku hanya lelah" jawabku


"di depan ada putra" ucap ibuku yang membuatku kaget


"sepagi ini disini bu? tanyaku yang ragu dengan ucapan ibuku


"iya ada putra dan komting, sepertinya putra sangat mengkhawatirkan kamu sana temui mereka " jawab ibuku


akupun turun menuju ruang tamu melihat putra yang tersenyum padaku, aku tetap melangkah menuju mereka.


"gimana kabarmu?" tanya putra


"aku baik baik saja, ada apa kesini" jawabku singkat


"aku menjenguk calon istriku yang sedang demam" ucapnya dengan senyuman


"aku sudah tak berminat melanjutkan ini" jawabku sinis


"jangan begitu nin dia semalaman binggung sampek aku di samperin subuh subuh trus kesini, semua ini demi kamu nin" ucap komting


"tadi aku ngobrol sama ibu, ibu memintaku untuk tidak membuatmu menangis dan aku berjanji untuk membahagiakanmu" ucap putra menjelaskan


"iya nin, semua itu salah paham tadi di jalan aku ceritakan semua yang membuatmu marah, dia gk tau bahkan sudah tak berhubungan lagi dengan reta" penjelasan komting cukup membuatku melunak meski masih kesal.


"iya dia sudah tak wa atau telp aku nin, gimana mungkin aku perhatiin dia kalau aku tiap saat bersama mu dan telp kamu kapan aku bisa merhatikan dia, aku mintak maaf kalau masa laluku menganggu pikiran mu, tolong jangan seperti itu, kalau marah jangan diamkan aku semua ada penjelasannya, dan aku gak bisa mikir apa apa kalau kamu marah" ucap putra memohon maaf padaku

__ADS_1


"aku tidak suka kehidupan kedepan di bayang bayang i masa lalu, aku saja sudah membuang masa laluku jauh jauh, knp kamu tak bisa?" protesku pada putra


aku binggung harus bersikap apa, disisi lain aku senang dia berjuang sepenuhnya untukku dan dia memprioritaskan aku tp disisi lain aku akan sering sakit hati ulah mantannya.


__ADS_2