UNBREAKABLE RIDE

UNBREAKABLE RIDE
BAB 13


__ADS_3

"Bagaimana ini, kita sudah tidak memiliki pekerjaan lagi?" ucap Julia pelan.


"Bagaimana kalau besok kita mencari kerja bersama?" tawar Bima. Julia menatap Bima dengan seksama.


"Kak, umurku baru 18 tahun, jarang ada yang mau mempekerjakan orang seumuranku! Apalagi ijasahku juga hanya SMP!" tukas Julia.


"Kita coba saja dulu, kita cari restoran kecil seperti ini saja, mungkin mereka mau menerimamu!" ucap Bima untuk menyemangati Julia.


"Ba.."


"Aku akan mempekerjakanmu!" Baru saja Julia akan menerima tawaran Bima tapi Andro sudah memotong ucapannya terlebih dahulu.


"Ayo pergi dari sini!" ajak Andro.


"Ta.. Tapi kak.." ucap Julia pelan, ia tidak enak hati kalau harus meninggalkan Bima begitu saja padahal Bima ikut mengundurkan diri dari pekerjaan karena membelanya.


"Kenapa?" tanya Andro, ia menatap Julia dengan seksama. Julia terdiam, ia bingung harus menjelaskan seperti apa pada Andro.


"Kamu mau ikut dengannya?" terka Andro. Julia tersentak.


"Bu.. Bukan begitu, kak!" bantah Julia.


"Lalu?" tanya Andro.


"Kak Bima mengundurkan diri dari pekerjaannya karena aku!" ungkap Julia. Andro melirik ke arah Bima.


"Karena kamu?" gumam Andro. Julia menatap kedua mata Andro.


"Bisakah kamu juga mempekerjakannya?" pinta Julia.


"Tidak bisa!" jawab Andro singkat. Julia terlihat kecewa mendengar jawaban Andro itu.


"Dia pria dewasa, Julia, sudah seharusnya dia mengerti resiko dari keputusan yang di ambilnya!" terang Andro.


"Tapi kak..."


"Sudah Julia, aku tidak apa-apa! Besok aku akan mencari pekerjaan baru! Pergilah!" seru Bima, ia merasa sungkan dengan Andro.


"Kamu dengar? Ayo kita pergi!" ajak Andro. Kaki Julia masih terasa berat untuk melangkah pergi meninggalkan rekan kerjanya itu.


"Kamu masih ingin di sini bersamanya?" tanya Andro. Julia tidak menjawab.


"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi!" ucap Andro sambil berlalu dari hadapan Julia dan Bima.


"Sepertinya dia sedang kesal, cepatlah menyusulnya, Julia!" ucap Bima dengan suara berbisik. Julia mengikuti saran dari mantan rekan kerjanya itu, ia berlari mengejar Andro.


...


"Bruuuummmm!!!"


Sebuah motor besar melintas di jalan yang berada di depan base camp genk motor Andro.

__ADS_1


"Hey, bukankah itu Andro?!" seru Tian. Semua anggota genk motor itu memperhatikan objek yang dimaksud oleh Tian.


"Tidak mungkin itu Andro!" tukas Dexter.


"Andro tidak akan membiarkan seseorang menumpang di motornya, apalagi seorang wanita!" tambahnya.


"Tapi sepertinya itu benar Andro, Dex!" seru Vino.


"Gue yakin itu motor Andro dan Andro yang membawanya!" ucap Tian.


"Lihat, mereka juga menuju ke arah apartemen Andro!" lanjutnya.


"Tapi siapa wanita itu?" tanya Dexter. Tian mengangkat bahunya.


"Gue baru pertama kali melihatnya!" jawab Tian.


"Wanita pertama yang bisa menduduki 'singgasana tertinggi' itu!" sambung Vino. Mereka semua memperhatikan Andro hingga sosoknya menghilang di persimpangan jalan.


...


"Bruuuummmm!!!"


Denis tersentak ketika sebuah motor besar melintas di hadapannya, ia memperhatikan kedua sosok yang berada di atas motor besar itu, dalam sekejap ia bisa memastikan kalau wanita yang berada di kursi belakang motor itu adalah adiknya, Julia.


"Hey, bukankah itu Andro?!"


Denis kembali tersentak, tidak sengaja ia mendengar obrolan dari segerombolan pria muda yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri, mereka membicarakan pengendara motor besar yang baru saja melintas di hadapan mereka. Denis mendekatkan dirinya secara diam-diam untuk bisa mendengar pembicaraan gerombolan pria itu dengan lebih jelas.


...


Setelah tiba di apartemen, Andro terlihat sibuk dengan ponselnya. Wajahnya terlihat sangat serius memandangi layar ponselnya.


"Kamu kenapa?" tanya Julia. Andro hanya menggelengkan kepalanya tanpa menatap Julia.


"Apa kamu marah padaku karena aku meminta pekerjaan untuk kak Bima?" tanya Julia lagi. Ucapan Julia itu membuat Andro akhirnya menoleh ke arahnya.


"Tidak!" jawab Andro singkat.


"Ada hal penting yang harus kuurus!" terang Andro.


"Apa itu?" tanya Julia lagi, ia terlihat sangat penasaran. Andro kembali mengutak-atik ponselnya.


"Aku harus pergi sekarang!" ucapnya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Julia. Andro menatap Julia.


"Aku hanya akan pergi sebentar." terang Andro.


"Ke mana?" cecar Julia karena sedari tadi Andro tidak menjawab pertanyaannya itu.


"Aku harus bertemu seseorang!" jawab Andro akhirnya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa memberitahumu sekarang." lanjutnya. Julia terdiam.


"Jangan keluar dari tempat ini!" pesan Andro.


Andro pergi dari apartemennya dengan terburu-buru, meninggalkan Julia yang masih dipenuhi rasa penasaran tentang hal penting yang menyita perhatian Andro seperti itu.


"Tok! Tok! Tok!" Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pada pintu utama unit apartemen milik Andro. Jantung Julia berdebar dengan sangat kencang mendengar ketukan pintu itu. Julia mendekati pintu itu perlahan.


"And, lo di dalam?" Tiba-tiba terdengar seseorang melemparkan pertanyaan dari balik pintu.


"Apa itu teman kak Andro?" gumam Julia pelan.


"Apa aku harus membukakan pintu itu?" batinnya.


"And! Andro, buka pintunya! Kami tahu lo membawa seorang wanita ke dalam bukan?!" seru orang lain yang juga berada di balik pintu. Julia tersentak. Lalu terdengar suara tawa dan orang-orang itu kembali mengetuk pintu apartemen Andro.


Akhirnya Julia memutuskan membuka pintu unit apartemen itu dan ia sangat terkejut, tidak hanya ada 2 orang di balik pintu itu tetapi ada segerombolan pria.


"Si.. Siapa kalian?" tanya Julia terbata-bata.


"Harusnya kami yang bertanya begitu!" tukas salah satu pria yang bertubuh paling besar di antara yang lainnya.


...


"Bagaimana kalau kita menyusul ke apartemen Andro?" tawar Tian.


"Aah! Ide bagus itu!" seru Vino.


"Kita harus memastikan siapa wanita itu!" seru Tian.


"Ya benar! Jangan sampai Andro terjebak dengan wanita jahat!" timpal Vino.


"Kita harus melindungi pemimpin kita!" sahut Tian.


"Hash! Ucapan kalian sudah seperti orang benar saja!" ejek Dexter.


"Kalian saja sering tertipu wanita jahat!" lanjutnya sambil tertawa kecil.


"Hey!!" tegur Vino.


"Jadi lo tidak mau mencari tahu siapa wanita itu?" tanya Tian. Dexter terdiam.


"Kalau lo tidak mau, biar kami saja yang pergi dan lo tinggal di sini menjaga base camp kita ini!" tawar Vino.


"Gue ikut kalian!" seru Dexter.


...


Denis terus menguping pembicaraan segerombolan pria muda itu, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pergi menyusul si pengendara motor besar yang membawa Julia. Ia merasa sangat beruntung karena bisa begitu mudahnya mendapatkan informasi tentang tempat tinggal Julia yang baru dan juga pria yang membawa Julia. Begitu segerombolan pria itu pergi dengan motor mereka, Denis mengikutinya dari kejauhan menggunakan taxi.


Segerombolan pria itu akhirnya berhenti di sebuah apartemen yang terlihat tua dan tidak memiliki banyak penghuni. Denis memperhatikan dari dalam taxi, gerombolan pria itu masuk ke dalam apartemen dan mereka naik ke atas hingga akhirnya mereka berhenti di lantai 7. Mereka terlihat mengetuk salah satu pintu unit apartemen dan tak lama kemudian, sesuatu yang sedari tadi di nantikan Denis muncul dari balik pintu. Terlihat di kejauhan Julia membukakan pintu salah satu unit apartemen di lantai 7 itu untuk gerombolan pria muda tadi. Denis tersenyum lebar melihatnya.

__ADS_1


...


__ADS_2