UNBREAKABLE RIDE

UNBREAKABLE RIDE
BAB 21


__ADS_3

Julia memperhatikan Andro yang sudah terlelap di sofa dari ranjangnya. Pikirannya masih dipenuhi dengan pertanyaan tentang sepupu Andro dan mengapa Andro menutupi semuanya itu darinya. Julia menghela nafasnya perlahan untuk menenangkan dirinya, perasaannya terasa campur aduk.


"Tidurlah, ini sudah larut malam!" ucap Andro tiba-tiba tanpa membuka matanya. Julia sangat terkejut mendengarnya, ternyata Andro menyadari kalau dirinya belum tertidur padahal ia sudah mematikan lampunya.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak!" lanjut Andro.


"Aku tidak melakukan hal yang tidak baik!" tambahnya.


"Ee..."


"Aku pasti akan memperkenalkanmu dengan sepupuku itu suatu saat nanti!" ucap Andro lagi.


"Kapan?" tanya Julia. Andro membuka matanya dan menoleh ke arah Julia.


"Kalau dia sudah memiliki waktu lagi!" jawab Andro. Julia mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti ucapan Andro itu.


"Dia bukan orang yang bisa kita temui setiap saat." ungkap Andro.


"Bersabarlah!" pintanya. Julia kembali menghela nafasnya.


"Sekarang tidurlah!" ucap Andro.


"Atau kamu perlu kutemani tidur di ranjang itu?"tawar Andro. Julia tersentak.


"Tidak! Tidak perlu!" tukasnya, ia membalikkan badannya membelakangi Andro dan menarik selimutnya. Andro tersenyum lembut.


"Aku ingin sekali tidur sambil memelukmu!" ungkap Andro pelan. Ucapan Andro itu membuat jantung Julia berdebar kencang.


"Apa kamu sedang tidak bisa tidur juga?" tanya Julia.


"Em!" sahut Andro. Julia kembali membalikan badannya ke arah Andro.


"Apa ada yang sedang kamu pikirkan?" tanya Julia lagi.


"Ya!" jawab Andro.


"Apa?" Julia berharap Andro menceritakannya tentang sepupunya itu, tapi...


"Aku ingin tidur sambil memelukmu!" jawab Andro.


"Jangan bercanda!" gerutu Julia kesal.


"Aku tidak bercanda! Aku benar-benar ingin tidur sambil memelukmu!" ungkap Andro.

__ADS_1


"Sudahlah, aku mau tidur!" seru Julia.


"Em! Tidurlah!" sahut Andro.


Andro memejamkan matanya lagi, ia mencoba untuk tidur. Sebenarnya sedari tadi ia pun tidak bisa tidur, sama seperti Julia. Otaknya pun dipenuhi dengan banyak pertimbangan dari permintaan sepupunya itu, Kovu. Andro membalikkan tubuhnya dan menghela nafasnya perlahan, tiba-tiba sebuah tangan kurus dengan kulit yang putih menyusup di antara dada dan tangannya, lalu kemudian sebuah kepala bersandar di kepalanya.


"Julia!" seru Andro yang terkejut. Julia mendekap tubuh Andro dari belakang.


"Aku sudah memelukmu, jadi sekarang tidurlah!" ucap Julia dengan suara berbisik. Andro menghela nafasnya sekali lagi.


"Aku tidak tahu apa yang kamu alami, tapi yakinlah semuanya akan berjalan dengan baik dan kamu pasti mampu menghadapi semua permasalahanmu!" tambah Julia. Andro meraih tangan Julia dan menggenggamnya dengan erat.


...


Andro mengajak Julia pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian yang akan mereka kenakan di upacara pernikahan Deska besok. Mereka berjalan pelan melewati beberapa toko pakaian mulai dengan brand yang cukup terkenal hingga brand yang sangat terkenal, Andro memperhatikan Julia, Julia tidak menoleh sedikitpun ke arah toko-toko tersebut, ia terlihat tidak tertarik tapi langkahnya berhenti di toko pakaian kecil tanpa merek lalu ia mulai melihat-lihat barang yang ada di sana.


"Kenapa kamu malah memilih toko ini?" tanya Andro dengan suara berbisik agar pemilik toko tidak mendengar pertanyaannya.


"Yang terpenting dari sebuah pakaian itu bahan dan kenyamanannya ketika dikenakan, kalau kita membeli pakaian di toko-toko tadi, kita harus mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk membeli brand padahal belum tentu pakaian di sana nyaman untuk kita kenakan!" terang Julia.


"Model pakaian di toko ini tidak kalah bagus dengan yang di toko-toko mahal itu dan bahan yang digunakannya juga lumayan!" tambahnya.


"Lagipula kita tidak punya uang cukup untuk membeli pakaian di toko-toko mahal itu!" bisik Julia. Julia tertawa kecil.


"Bagaimana dengan ini?" seru Julia tiba-tiba, ia membuat Andro sangat terkejut. Andro segera memasukkan kembali dompetnya ke dalam saku celana.


"Sepertinya kemeja ini cocok untukmu!" lanjut Julia sambil menempelkan kemeja pilihannya ke dada bidang Andro.


"Pilihkan saja yang menurutmu bagus!" tukas Andro.


"Baiklah, kalau begitu aku pilihkan kamu kemeja ini!" seru Julia.


"Bagaimana denganmu?" tanya Andro. Julia tersenyum lebar, ia meraih tangan Andro dan menariknya ke sudut lain dari toko itu.


"Ini!" ucap Julia sambil menunjuk ke salah satu gaun yang dikenakan oleh manekin. Gaun sederhana berwarna cream, berbahan lembut dengan hiasan pita berukuran sedang di bagian belakangnya yang menjadi pilihan Julia.


"Bolehkah aku membeli yang ini?" tanya Julia.


"Tapi harganya sedikit mahal!" bisik Julia. Andro memperhatikan gaun itu.


"Kamu suka gaun sederhana itu?" tanya Andro memastikan. Julia menganggukan kepalanya.


"Apa uangmu tidak cukup?" tanya Julia masih dengan suara berbisik agar pemilik toko tidak mendengarnya. Andro tersentak.

__ADS_1


"Tidak! Uangku cukup!" ungkap Andro.


"Sungguh?" tanya Julia tak yakin. Andro menganggukkan kepalanya. Julia menatap curiga.


"Aku cari gaun yang lain saja!" ucap Julia sambil berlalu dari hadapan Andro, tapi Andro bergegas meraih tangan Julia agar Julia tidak beranjak dari hadapannya.


"Bu, saya minta gaun yang ini!" seru Andro kepada pemilik toko. Pemilik toko itu bergegas menghampiri Andro dan Julia lalu segera melepaskan gaun yang diinginkan Julia itu dan membungkusnya bersamaan dengan kemeja untuk Andro. Julia memperhatikan Andro yang sedang melakukan pembayaran.


"Ada yang ingin kamu beli lagi?" tanya Andro setelah dirinya dan Julia keluar dari toko pakaian. Julia menggelengkan kepalanya.


"Ah! Kita belum makan siang!" seru Andro ketika menyadari kalau waktu makan siang sudah hampir habis.


"Ayo kita cari tempat untuk makan siang!" ajak Andro sambil menggandeng tangan Julia.


Akhirnya Andro dan Julia masuk ke dalam sebuah restoran sederhana, mereka duduk si salah satu sudut restoran yang berada dekat dengan jendela restoran itu.


"Kak, bolehkah aku bertanya sesuatu?" ucap Julia pelan. Andro menatap Julia.


"Maaf kalau aku tidak sopan, tapi bolehkah aku tahu pekerjaanmu?" tanya Julia. Andro menundukkan kepalanya.


"Selama ini aku tidak pernah melihatmu pergi bekerja atau bekerja di rumah tapi kamu bisa membiayai kehidupan kita." lanjut Julia.


"Bahkan kamu bisa membelikanku gaun yang mahal itu." tambahnya. Julia menghela nafasnya.


"Kita akan segera menikah, setidaknya aku ingin tahu pekerjaan calon suamiku." ungkap Julia. Jantungnya berdebar dengan sangat kencang menanti jawaban dari Andro. Andro mengangkat kepalanya dan menatap Julia.


"Kalau pekerjaanku tidak sesuai dengan keinginanmu, apa kamu akan membatalkan rencana pernikahan kita?" tanya Andro. Julia tersentak. Andro menatap kedua mata Julia dengan seksama.


"Aku tidak terikat pada satu perusahaan." ucap Andro pelan.


"Aku bekerja serabutan, apapun yang bisa menghasilkan uang asalkan tidak merugikan orang lain, akan kukerjakan!" lanjutnya. Julia menatap Andro.


"Aku tidak memiliki penghasilan yang tetap." tambah Andro.


"Apa kamu kecewa setelah mengetahui pekerjaanku?" tanya Andro.


"Tidak!" jawab Julia tegas. Andro terdiam.


"Aku bersyukur karena kamu menghasilkan uang yang baik tanpa merugikan orang lain." ucap Julia.


"Itu sudah cukup untukku!" ungkapnya. Andro masih mematung menatap Julia.


"Ayo kita makan!" seru Julia sambil melemparkan senyuman terbaiknya untuk Andro.

__ADS_1


...


__ADS_2