UNBREAKABLE RIDE

UNBREAKABLE RIDE
BAB 19


__ADS_3

Hari ini, Denis tidak lagi mengintai Andro dan Julia, ia memiliki pekerjaan baru, yaitu mengumpulkan informasi tentang Willy dan genk motornya. Denis mengikuti Willy dan kawanannya hingga ke tempat biasa mereka berkumpul.


"Permisi!" ucap Denis pelan. Seluruh anggota genk Willy yang berada di sana menoleh ke arah Denis.


"Mau apa lo?" tanya Ahmad, anggota genk Willy yang memiliki tubuh paling besar di antara yang lainnya.


"Saya mau bertemu dengan pimpinan kalian!" jawab Denis.


"Ada urusan apa lo mau bertemu dengan pimpinan kami?" cecar Fahri.


"Panggilkan saja dulu dia ke sini, saya akan menjelaskan maksud kedatangan saya!" tukas Denis.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Willy yang muncul dari belakang kawanannya.


"Lo mencari gue?" tanyanya lagi setelah tiba di hadapan Denis.


"Kamu pimpinan genk motor ini?" ucap Denis balik bertanya. Willy menatap Denis dengan tatapan tajam.


"Saya mau mengajak kerja sama!" ungkap Denis.


"Kerja sama? Kerja sama seperti apa?" tanya Willy.


"Kerja sama menumbangkan Andro!" jawab Denis. Mendengar ucapan Denis itu, anggota genk motor Willy tersentak.


"Maksud lo?" Willy meminta penjelasan dari Denis.


"Saya mempunyai dendam dengan pria bernama Andro." ungkap Denis.


"Saya tahu kalian pun mempunyai dendam dengannya." lanjutnya.


"Maukah kalian semua bekerja sama dengan saya untuk menghancurkan Andro?" tawar Denis. Anggota genk motor Willy saling bertukar pandang dan mulai berbisik membicarakan apa yang disampaikan oleh Denis itu.


"Saya akan membantu kalian sebisa saya!" ucap Denis.


"Lalu, hadiah apa yang kami dapatkan kalau kami membantu lo membalaskan dendam ke bajingan itu?" tanya Willy. Denis merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya. Ia mengutak-atik ponselnya sejenak lalu menunjukkan sebuah foto yang terpampang di layar ponselnya.


"Apa ini?" tanya Willy bingung.


"Saya akan memberikan adik saya untuk kalian!" terang Denis. Willy memperhatikan foto itu dengan seksama.


"Wanita itu adik lo?" tanya Willy tak percaya. Denis menganggukkan kepalanya.


"Dia adik tiri saya!" terang Denis. Willy menatap Denis dengan seksama.


"Mengapa lo malah menjual adik lo pada kami?" selidik Willy. Denis menatap Willy sejenak.


"Karena saya juga mempunyai dendam dengannya!" jawab Denis.


"Dia membuat ayah saya menjadi koma!" lanjutnya. Willy terdiam.


Denis mengangkat ponselnya dan menunjukkan layar ponsel itu ke hadapan seluruh anggota genk motor Willy.


"Dia sangat cantik, bukan?!" tanyanya. Para anggota genk itu berbisik-bisik.


"Kalau kalian melihatnya secara langsung, kalian akan lebih tertarik padanya!" lanjut Denis.

__ADS_1


"Saya akan memberikan dia untuk kalian semua kalau kalian mau membantu saya membalaskan dendam ke bajingan bernama Andro itu!" serunya.


"Kalian bisa mempergunakannya sebagai pelayan atau pemuas hasrat kalian!" tambah Denis. Para pria brengsek itu mulai riuh membicarakan tawaran Denis dan berfantasi yang berlebihan.


"Sttt!" Willy memperingatkan anggota genknya untuk diam sejenak.


"Di mana gue bisa menemuinya?" tanya Willy.


"Gue mau memastikan dulu bayaran kami itu sesuai dengan resikonya atau tidak!" tambahnya. Denis tersenyum sinis.


"Saya akan mengatur waktu agar kalian bisa bertemu!" ucapnya pelan.


...


"Aku akan pergi sebentar." ucap Andro pada Julia yang sedang sibuk mencuci piring.


"Ke mana?" tanya Julia.


"Aku harus bertemu dengan seseorang!" jawab Andro.


"Siapa?" cecar Julia, ia terlihat penasaran karena Andro memberikan penjelasan yang setengah-setengah. Andro menatap Julia dengan seksama.


"Aku akan bertemu dengan sepupuku." jawab Andro akhirnya.


"Apa aku boleh ikut?" pinta Julia. Andro terdiam sejenak.


"Maafkan aku, tapi untuk pertemuan kali ini sebaiknya kamu tidak ikut." tolak Andro pelan. Julia terlihat kecewa dengan jawaban Andro itu.


"Aku berjanji di kesempatan lain, aku akan mengajakmu dan memperkenalkanmu dengannya!" ucap Andro. Julia hanya diam.


...


"Lo bilang kita akan bertemu dengan adik tiri lo, tapi kenapa kita malah mengawasi bajingan itu?" gerutu Willy.


"Mereka tinggal bersama!" terang Denis. Willy terkejut.


"Jadi adik tiri lo itu ada hubungan dengan bajingan itu?" seru Willy tak percaya. Denis menganggukkan kepalanya.


"Brengsek! Jadi gue dapat hadiah bekasan bajingan itu?!" Willy terlihat kesal dengan Denis.


"Tenanglah dulu! Setelah kamu bertemu dengan Julia, kamu baru bisa menilai seperti apa hadiah itu!" tukas Denis.


"Hash! Persetan dengan semuanya itu!" seru Willy sambil berlalu dari sisi Denis tapi Denis menarik tangan Willy untuk menahannya pergi.


"Lihat, bajingan itu baru saja pergi dari apartemennya!" ucap Denis dengan suara berbisik.


"Kita bisa menemui Julia sekarang!" ajaknya. Willy terlihat malas.


"Untuk apa? Gue sudah tidak tertarik dengan 'barang bekas'!" sahutnya.


"Ayolah, kita lihat sekali saja! Kalau setelah melihatnya kamu tidak tertarik, terserah padamu!" bujuk Denis.


"Hash!" gerutu Willy.


"Saya jamin, kamu akan puas dengannya!" tambah Denis.

__ADS_1


Willy akhirnya mengikuti keinginan Denis untuk menemui Julia secara langsung, tapi begitu mereka hendak menuju ke unit apartemen tempat tinggal Julia, dari kejauhan Julia tampak keluar dari unit apartemen itu. Denis dan Willy segera bersembunyi agar Julia tidak melihat mereka.


"Mengapa bersembunyi?" tanya Willy.


"Dia akan kabur kalau melihat saya!" jawab Denis. Willy terlihat bingung, keningnya berkerut.


"Dia sebenarnya adik lo atau bukan?" tanya Willy curiga.


"Dia adik tiri saya, tapi kami memiliki hubungan yang sedikit buruk dan dia akan selalu kabur setiap kali melihat saya." terang Denis. Willy masih menatapnya curiga.


"Sudah saya bilang kalau saya pun memiliki dendam dengannya!" lanjutnya.


"Saya juga ingin menghancurkan hidupnya!" tambah Denis. Willy hanya diam.


"Sudahlah, ayo kita ikuti saja dia!" ajak Denis.


Denis dan Willy mengikuti Julia hingga masuk ke sebuah pusat perbelanjaan. Tampak di kejauhan Julia sedang melihat-lihat barang dagangan di depan salah satu kios yang ada di sana.


"Kamu mau melihatnya dari dekat bukan?!" tanya Denis. Willy menganggukkan kepalanya.


"Cepat kamu berjalan di dekatnya, buat seolah-olah kamu menabraknya agar kamu bisa sedikit melakukan interaksi dengannya!" terang Denis.


"Sangat merepotkan!" gerutu Willy. Denis menghela nafasnya.


"Setelah ini, kalau kamu menolaknya saya akan berhenti!" tukas Denis. Akhirnya Willy menyetujui tawaran Denis itu.


Willy berjalan perlahan ke arah Julia yang terlihat sedang asyik memilih-milih barang, lalu ia menabrakkan dirinya ke tubuh kurus Julia. Ia hanya menggunakan sedikit tenaganya ketika menabrak Julia, tapi ternyata tenaganya itu terlalu kuat untuk tubuh kurus Julia, Julia nyaris terpental, tapi beruntung Willy lebih dulu menangkap pinggang Julia dan mendekapnya. Julia refleks mencengkram kaus yang dikenakan Willy. Seketika aroma tubuh Julia tercium, aroma wangi yang lembut. Aroma tubuh Julia itu membuat jantung Willy berdebar kencang.


"Maaf!" ucap Willy dengan suara berbisik. Julia bergegas melepaskan tubuhnya dari dekapan Willy.


"Tidak apa-apa!" ucap Julia sambil merapikan pakaiannya.


"Kamu baik-baik saja, kan?!" tanya Willy memastikan.


"Saya baik-baik saja!" jawab Julia sambil tersenyum lembut. Sekali lagi Julia membuat jantung Willy berdebar-debar karena senyuman manisnya itu.


Julia mulai memunguti belanjaannya yang berantakan karena peristiwa tabrakan itu, Willy pun membantunya, ia memanfaatkan kesempatan itu untuk memperhatikan wajah Julia dari jarak dekat. Wajah mulus dan bibir mungil Julia menarik perhatian Willy, ia bahkan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari objek yang sangat indah baginya itu.


"Terima kasih!" ucap Julia pelan seraya mengambil belanjaannya dari tangan Willy. Willy tersentak, ia tersadar dari lamunannya.


"Kamu benar tidak apa-apa?" tanya Willy kembali memastikan keadaan Julia. Julia kembali tersenyum.


"Saya tidak apa-apa! Sungguh!" Julia berusaha meyakinkan Willy. Melihat senyum itu lagi membuat Willy menjadi gugup.


"Kalau begitu, saya permisi dulu!" pamit Julia ramah. Willy hanya mampu menganggukkan kepalanya dan membiarkan Julia berlalu dari hadapannya begitu saja.


Willy kembali ke tempat Denis bersembunyi.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Denis setelah Willy tiba di hadapannya.


"Kapan lo mau menghancurkan bajingan tengik itu?" ucap Willy balik bertanya. Denis terkejut.


"Kalau gue berhasil membuat bajingan itu hancur, lo harus menepati janji lo untuk menyerahkan adik tiri lo itu sebagai bayarannya!" tegas Willy.


...

__ADS_1


__ADS_2