
"Teman-teman!!" seru Vino yang tergesa-gesa menuruni motornya. Semua yang sedang berkumpul di tempat itu menoleh ka arah Vino, termasuk Andro.
"And!" panggil Vino begitu melihat Andro.
"Ada apa?" tanya Andro yang penasaran dengan sikap teman satu genknya itu.
"Deska!" ucap Vino dengan nafas tersengal-sengal.
"Deska kenapa?" sambung Dexter.
"Ceritakan dengan jelas, Vin!" seru Tian. Vino menghela nafasnya perlahan.
"Deska tertangkap genk Willy!" ungkap Vino akhirnya. Semua yang mendengar perkataan Vino itu terkejut, beberapa di antaranya spontan beranjak dari tempat duduk mereka.
"Bagaimana ceritanya Deska bisa tertangkap mereka?" tanya Dexter yang terlihat sudah sangat emosional.
"Lo belum tahu?" ucap Vino balik bertanya. Dexter mengerutkan keningnya.
"Deska berpacaran dengan adik dari salah satu anggota mereka!" ungkap Vino.
"Sial!" umpat Tian.
"Apa tidak ada wanita lain yang bisa dikencaninya!" gerutu Dexter.
"Lo sudah tahu kan, And?" tanya Vino kepada Andro. Andro menganggukkan kepalanya. Dexter, Tian, dan beberapa anggota lainnya terkejut melihat jawaban Andro. Andro beranjak dari tempat duduknya.
"Semua orang mempunyai hak untuk mencintai dan dicintai siapa saja!" ucapnya pelan.
"Masalah kita bukan pada perasaan Deska, tapi penangkapan Deska yang salah!" lanjut Andro.
"Ayo!" ajaknya. Semua anggota genk motor Andro bergegas menaiki motor mereka masing-masing, lalu mereka menuju ke daerah perbatasan tempat biasa mereka bertemu dengan genk motor Willy.
...
"Julia!" panggil nyonya Rita. Dengan cepat Julia menghampiri nyonya Rita yang memanggilnya dengan suara nyaring itu.
"Kamu bisa mengendarai motor, kan?!" tanya nyonya Rita. Julia menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, kamu antarkan pesanan itu!" ucap nyonya Rita sambil menunjuk ke arah kotak makanan yang sudah terbungkus rapi dengan plastik, Julia memperhatikan bungkusan itu.
"Alamat lengkapnya sudah ada di sana!" tambahnya.
"Tapi nyonya..." Belum sempat Julia menyelesaikan ucapannya, nyonya Rita sudah memotongnya.
__ADS_1
"Bima sedang sibuk, banyak pesanan lain yang harus dibuatnya, jadi kamu saja yang mengantarkannya!" terang nyonya Rita.
"Baik, nyonya!" ucap Julia akhirnya.
Julia membawa bungkusan itu ke pelataran parkir restoran, tempat biasanya Bima memarkirkan motor operasional restoran. Julia membaca alamat yang tertera di bungkus makanan itu.
"Ini..." Alamat yang tertera di sana adalah alamat daerah perbatasan, tempat yang sebelumnya diceritakan nyonya Rita sebagai tempat biasanya para genk motor berkelahi. Jantung Julia seketika berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
...
"Ternyata angin sekarang berhembus lebih cepat." ucap Willy begitu melihat gerombolan Andro datang ke area perbatasan.
"Gue belum mengirimkan pesan perang tetapi mereka sudah lebih dulu datang dan siap untuk berperang!" tambahnya. Willy tersenyum sinis.
"Andro!" gumam Deska lemah.
Andro dan teman-temannya berdiri di daerah perbatasan, mereka berusaha untuk tidak melewati batas tersebut agar tidak memicu perang di antara mereka. Andro dan teman-temannya terkejut melihat kondisi Deska yang sudah babak belur dan terikat pada sebuah tiang. Willy sengaja mengikat Deska di dekat perbatasan agar Andro dan teman-temannya dapat melihat keadaan Deska.
"Brengsek!" maki Dexter penuh emosi. Dexter hendak melangkah melewati daerah perbatasan tapi Andro menahannya agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar.
"Lepaskan dia!" pinta Andro.
"Anak buah lo melakukan pelanggaran besar!" seru Willy.
"Pelanggaran dia hanya melewati batas yang sudah ditentukan." ucap Andro.
"Dia mengencani adik dari anggota gue!" terang Willy.
"Apa dia memaksa wanitanya untuk berkencan dengannya?" ucap Andro balik bertanya. Willy terdiam.
"Mereka saling menyukai!" tegas Andro.
"Dan dia hanya mengantarkan kekasihnya pulang karena sudah larut malam!" terang Andro. Dexter, Tian, Vino, dan anggota genk motor Andro lainnya terkejut karena Andro mengetahui alasan Deska melanggar batas.
"Dia tidak pernah melanggar aturan yang sudah kita sepakati sebelumnya, hanya saja semalam keadaannya mendesak." lanjut Andro. Willy tertawa getir.
"Baru kali ini gue melihat lo berbicara panjang lebar seperti ini hanya untuk menjelaskan sesuatu yang sia-sia!" ejek Willy.
"Sial!" umpat Dexter, ia ingin menghajar Willy tapi lagi-lagi Andro menahannya.
"Katakan apa yang lo mau!" ucap Andro.
"Mau gue?" tanya Willy. Willy tersenyum sinis, ia terlihat sudah memikirkan sesuatu yang menyenangkan baginya.
__ADS_1
"Lo mau tahu apa keinginan gue?" ucap Willy balik bertanya. Andro menganggukkan kepalanya.
"Gue mau lo bersujud di hadapan gue dan meminta maaf atas kesalahan anak buah lo!" ungkap Willy.
"Bagaimana?" tawar Willy.
"Brengsek! Jangan dengarkan dia, And!" seru Tian. Andro menghela nafasnya perlahan.
"Baiklah!" ucap Andro. Ucapan Andro itu membuat seluruh anggota genk motornya terkejut.
"And! Jangan merendahkan diri lo seperti itu!" larang Dexter, tapi Andro tak bergeming.
"Mendekatlah, gue akan bersujud di kaki lo!" ucap Andro pada Willy. Willy berjalan mendekat dan berdiri tepat di hadapan Andro tanpa melewati batas wilayahnya.
Andro membungkukkan badannya seperti orang yang hendak bersujud. Willy tersenyum puas.
"And!" tegur Dexter, ia terlihat kesal karena pimpinan genk motornya itu melakukan apa yang musuhnya perintahkan. Andro menghela nafasnya dengan kasar sesaat sebelum lututnya menyentuh tanah, dengan cepat tangannya meraih leher kaus yang dikenakan Willy dan dengan kuat ia menarik pakaian musuhnya itu. Tubuh Willy tertarik dengan kuat, lalu Andro melemparkan tubuh besar itu ke tanah dalam wilayah kekuasaan Andro. Tubuh besar Willy terbanting dengan keras di tanah. Andro menahan tubuh Willy dengan kakinya dan mencengkram leher Willy dengan kedua tangannya.
"Gue sudah menjelaskan dengan baik-baik, tapi lo malah berniat menyelesaikan masalah ini dengan keributan." ucap Andro.
"Sial!" umpat Willy.
"Hajar dia, And!" seru Dexter memanas-manasi Andro.
"Lepaskan Deska atau lo akan bernasib sama dengan dia?!" tawar Andro. Andro mencengkram leher Willy dengan lebih kuat lagi hingga membuat Willy mulai kesulitan bernafas.
"Lepaskan bocah tengik itu!" seru Willy pada anak buahnya. Anak buah Willy melakukan apa yang di perintahkan Willy, mereka melepaskan Deska lalu memberikannya ke anggota genk motor Andro lainnya. Lalu Andro melepaskan Willy dan membiarkannya kembali ke daerah kekuasaannya.
"Bawa Deska ke rumah sakit!" seru Andro kepada anak buahnya yang memegangi tubuh lemah Deska. Anak buah Andro itu bergegas melakukan apa yang Andro perintahkan.
Andro dan anggota genk motor lainnya hendak meninggalkan tempat itu karena mereka sudah berhasil mendapatkan Deska kembali.
"Lo tidak akan pernah menang melawan kami!" ejek Dexter kepada Willy sesaat sebelum ia membalikkan tubuhnya dan menuju ke motornya. Andro dan teman-temannya tidak menyangka kalau ucapan Dexter itu menjadi pemicu keributan yang besar. Tanpa sepengetahuan mereka, Willy menyalakan sebuah bom molotov yang kemudian dilemparkannya ke arah motor Andro. Bom itu meledak tepat di depan motor Andro dan perang di antara mereka tidak bisa lagi dielakkan.
...
"Kamu mengantarkannya sendiri, nak?" tanya seorang wanita paruh baya ketika melihat Julia mengantarkan makanan yang dipesannya. Sambil tersenyum Julia menganggukkan kepala.
"Cepatlah pulang!" ucap wanita tua itu. Julia mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti mengapa wanita itu menyuruhnya untuk segera pulang.
"Para genk motor sedang berkerumun di sana, kalau berkerumun seperti itu, biasanya mereka akan berkelahi." terang wanita berambut putih itu. Mendengar penjelasan pelanggannya, membuat Julia seketika memikirkan Andro.
"Mereka kalau sudah berkelahi tidak memikirkan apa-apa lagi! Siapa pun yang berada di dekat mereka bisa terkena serangan!" tambah wanita tua itu.
__ADS_1
"Cepatlah pulang, nak!" seru wanita tua itu.
...