UNBREAKABLE RIDE

UNBREAKABLE RIDE
Draft


__ADS_3

Andro mengendarai motornya dengan sangat cepat sehingga dalam waktu singkat ia sudah sampai di apartemen, tempat tinggalnya. Andro bergegas menuju unit apartemen miliknya karena ingin menemui istrinya, Julia. Ia membutuhkan Julia untuk menenangkan perasaannya yang kacau akibat pembicaraan dengan ibu kandungnya.


Andro menekan tombol kunci pada pintu unit apartemennya dan membuka pintu itu. Segera setelah ia membuka pintu, Julia berlari ke arahnya dan memeluk tubuhnya dengan erat.


"Apa terjadi sesuatu?" batin Andro. Julia mengangkat kepalanya dan untuk sesaat memandangi wajah tampan suaminya itu. Andro pun menatap kedua mata Julia, ia melihat di salah satu sudut mata Julia terlihat sedikit basah.


"Apa dia habis menangis?" batin Andro lagi.


"Kamu kenapa?" tanya Julia tepat sebelum Andro melemparkan pertanyaan yang sama dengan yang diucapkan Julia.


"Apa terjadi sesuatu?" Julia mengatakan lebih dulu semua pertanyaan yang ingin Andro ucapkan. Andro terdiam sebentar sambil menatap istrinya itu sampai akhirnya ia menggelengkan kepalanya perlahan.


"Tidak apa-apa!" jawab Andro. Ia sebenarnya ingin menceritakan apa yang terjadi padanya tadi, tapi Andro mengurungkan niatnya itu karena ia pernah mengaku pada Julia kalau orang tuanya sudah meninggal.


"Sungguh?" tanya Julia, ia menatap kedua mata suaminya itu dengan tatapan curiga. Andro balas menatap kedua mata istrinya itu.


"Kamu ingin kita pindah dari tempat ini, kan?!" tanya Andro tiba-tiba. Ucapan Andro itu membuat Julia tersentak, tapi ia menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.


"Ayo kita pindah!" ajak Andro. Julia terus menatap Andro, ia memang berharap bisa segera pindah dari tempat tinggalnya sekarang tapi ajakan dari Andro ini terasa sangat tergesa-gesa.


...


"Bagaimana kalau kita pindah ke sini?" tanya Andro pada Julia sambil menunjukkan layar ponselnya itu ke arah istrinya.


"Tempatnya cukup jauh dari sini." tambahnya. Julia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lembut.


"Kamu mau?" tanya Andro lagi untuk memastikan. Julia kembali menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ke mana pun kamu mau pindah, aku akan mengikutinya!" ucap Julia pelan. Julia menyandarkan kepalanya ke bahu Andro.


"Aku hanya ingin terus bersamamu!" ungkapnya.


...


Pagi-pagi sekali Andro bangun dari tidurnya dan mulai mengemasi barang-barangnya, ia melakukannya dengan hati-hati agar tidak membuat Julia terbangun. Andro membuka lemari pakaiannya, dari balik bajunya yang disusunnya dengan sangat rapi, ia mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang. Kotak itu tertutup dengan sangat rapat, bahkan Andro mengikat kotak berwarna abu-abu itu menggunakan seuntai tali dengan sangat erat, seakan ia tidak ingin ada yang membuka kotak itu termasuk dirinya sendiri.


Andro memindahkan kotak itu ke dalam sebuah kotak yang berukuran besar. Ketika ia nyaris berhasil menaruh kotak rahasianya itu ke dalam kotak besar, tiba-tiba saja seseorang memeluk tubuhnya dari belakang. Andro terkejut dan nyaris saja menjatuhkan kotak abu-abu yang berada di tangannya itu.


"Mengapa kamu mengemasi barang seorang diri?" Terdengar suara lembut Julia dari belakang tubuhnya. Dengan cepat Andro menaruh kotak abu-abu berukuran sedang itu ke dalam kotak besar dan segera menutup kotak besar seakan ia tidak ingin Julia melihat kotak abu-abu itu. Andro membalikkan tubuhnya menghadap istri cantiknya itu.


"Mengapa kamu melakukan semuanya sendirian?" tanya Julia lagi.


"Seharusnya kamu membangunkanku!" gerutu Julia. Andro menggeleng pelan.


"Lagipula, aku bisa mengemasi barang-barang ini sendiri!" tambahnya. Julia menunjukkan ekspresi kecewanya kepada Andro.


"Aku bisa membantumu mengemasi barang-barang yang berukuran kecil!" ucap Julia. Andro tersenyum lembut.


"Aku tidak ingin membuatmu lelah." tukas Andro.


"Mengemasi barang-barang kecil tidak akan membuatku kelelahan!" sahut Julia. Andro menghela nafasnya perlahan.


"Bagaimana kalau kamu membuatkan sarapan yang enak saja untukku?" tawar Andro. Julia tersentak, tapi ia terlihat senang karena Andro meminta sesuatu padanya.


"Baik! Aku akan membuatkan makanan yang enak untukmu!" seru Julia sambil berlalu dari hadapan Andro dan mulai terlihat sibuk menyiapkan bahan-bahan yang akan diolahnya menjadi makanan yang enak untuk suaminya itu.

__ADS_1


Andro yang melihat istrinya sudah sibuk dengan kegiatannya, kembali mengemasi barang-barang yang ada di dalam unit apartemen miliknya itu. Andro memindahkan pakaian-pakaiannya ke dalam kotak besar tempatnya menyimpan kotak abu-abu, ia menutupi kotak itu dengan pakaian-pakaian miliknya hingga kotak itu tidak terlihat.


Julia yang mulai sibuk dengan bahan-bahan makanan yang akan diolahnya, sesekali mencuri pandang ke arah Andro yang sedang mengemasi barang-barang milik mereka. Ia merasa sedikit aneh dengan sikap Andro sejak kemarin, ia merasa kalau terjadi sesuatu pada suaminya itu tapi Andro menyembunyikan apa yang terjadi dari dirinya. Julia menghela nafasnya untuk menenangkan hatinya yang sedikit kecewa dengan sikap suaminya itu karena merahasiakan sesuatu dari dirinya.


...


Julia memperhatikan Andro yang sedang menaikkan barang-barang mereka ke atas mobil pick-up yang disewa oleh suaminya itu. Setelah selesai, Julia segera menghampiri suaminya itu dan langsung memeluk lengan kanan Andro. Andro tersentak karena sedikit terkejut.


"Apa aku boleh bertanya sedikit?" tanya Julia dengan suara pelan, bahkan suaranya itu nyaris tidak terdengar oleh Andro. Andro menoleh ke arah Julia dan menatapnya sejenak tanpa berkata apa-apa. Julia mengangkat kepalanya dan menatap Andro.


"Kenapa kamu memutuskan kepindahan kita secepat ini?" tanya Julia.


"Bukankah kamu menginginkannya?" ucap Andro.


"Aku memang menginginkannya, tapi aku tidak berpikir kalau kamu akan mewujudkannya secepat ini." tukas Julia. Andro menghela nafasnya perlahan.


"Aku hanya ingin segera memulai kehidupan baru bersamamu. Hanya kita berdua saja dengan semua masa depan, tanpa masa lalu kita!" tegas Andro. Julia terdiam, ia menyadari kalau ada makna tersembunyi dari ucapan suaminya itu, tapi ia belum bisa mengertinya dan Andro pun belum mau mengungkapkan padanya.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" batin Julia. Julia ingin sekali memaksa Andro untuk mengungkapkan apa yang terjadi, tapi ia takut Andro merasa tidak nyaman dengan rasa penasarannya itu, akhirnya ia hanya menyimpan kembali semua rasa penasarannya itu di dalam hati.


...


"Maaf!" ucap Andro dalam hati, ingin sekali ia mengungkapkan semua yang terjadi dengannya kepada Julia, tapi ia takut Julia akan kecewa karena mengetahui kalau ia berbohong tentang keluarganya dan semua masa lalunya, terlebih lagi dengan semua harta yang dimilikinya.


Andro meraih tangan Julia dan menggenggamnya lembut.


"Ayo kita berangkat!" ajaknya. Sejenak, Julia hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa, tapi perlahan Julia mengubah ekspresi wajahnya dan memberikan senyuman yang sangat cantik untuk Andro, sambil menganggukkan kepalanya. Mereka akhirnya pergi meninggalkan apartemen tua, tempat yang mereka tinggali selama beberapa bulan ini, menuju ke tempat yang baru, tempat yang mereka harapkan menjadi tempat yang baik sebagai tempat mereka membangun keluarga baru yang bahagia, tapi apakah semua cita-cita mereka akan benar-benar terwujud kali ini?

__ADS_1


...


__ADS_2