UNBREAKABLE RIDE

UNBREAKABLE RIDE
BAB 27


__ADS_3

"Apa yang sedang kalian lakukan?!" Tiba-tiba seseorang membuka pintu dari lantai 6 dan terkejut melihat tubuh Denis yang berada di atas tubuh Julia. Julia sangat bersyukur karena akhirnya ada seseorang yang masuk ke ruang tangga itu, ia berharap orang itu akan menolongnya lepas dari cengkraman Denis. Pria berambut putih itu memperhatikan Julia dengan seksama.


"Kamu wanita yang tinggal bersama dengan kekasihmu di lantai 7 itu, kan?!" terkanya. Julia tersentak, ternyata pria itu adalah pria yang pernah bertemu dengan dirinya dan Andro di dalam lift beberapa waktu yang lalu. Julia menganggukkan kepalanya.


"Tolong..." Baru saja Julia hendak meminta pertolongan pria tua itu, tapi pria itu lebih dulu memotong ucapannya.


"Kamu benar-benar hidup seperti binatang!" ejeknya. Ucapan pria itu seketika membuat hati Julia terasa sangat hancur.


"Tidak bisakah kalian menyewa hotel untuk tempat kalian berzinah?!" ucapnya. Pria itu menatap Denis dan Julia bergantian.


"Banyak remaja yang tinggal di wilayah ini, mereka bisa mencontoh perbuatan kalian ini!" lanjutnya.


"Kami tidak sedang me..." Julia hendak menjelaskan keadaannya, tapi lagi-lagi pria itu memotong ucapannya.


"Bisa-bisanya kamu melakukan hal seperti ini dengan banyak pria!" maki pria itu. Dada Julia terasa sangat sesak, ia tidak menyangka kalau pertolongan yang diharapkannya dari pria itu tidak ia dapatkan melainkan makianlah yang terus diterimanya.


"Sampai kapan kalian akan melakukan hal itu di sini?" tanya pria beruban itu ketus.


"Pergi dari sini atau aku akan memanggil warga sini untuk menghakimi kalian!" ancamnya. Julia mendorong tubuh Denis yang berada di atas tubuhnya itu, lalu segera berlari menuju ke unit apartemennya.


...


Andro mencengkram kerah kemeja yang dikenakan salah satu pengawal ibunya yang berambut ikal itu, ekspresi wajahnya terlihat sangat marah.


"Gue sudah bilang berkali-kali, jangan pernah mengikuti gue lagi ataupun melaporkan tentang kehidupan gue pada majikan lo!" ucap Andro geram.


"Tapi tuan..."


"Jangan memaksa gue untuk menghancurkan hidup kalian!" ancam Andro.


"Kalau kami tidak mengikuti perintah nyonya, hidup kami juga akan dihancurkan oleh nyonya, tuan!" tukas pengawal itu. Andro mencengkram kerah kemeja yang dikenakan pengawal ibunya itu dengan lebih keras.


"Ma.. Maafkan kami, tuan!" ucap pengawal itu, ia terlihat mulai kesulitan bernafas. Andro akhirnya melepaskan cengkramannya.


"Pergi dari sini dan bilang pada majikan kalian itu, jangan pernah mengusik hidup gue lagi! Gue sudah bukan bagian dari mereka!" seru Andro.


"Kamu tetap putra kesayanganku, Andromeda!" Tiba-tiba terdengar suara nyonya Miranda dari belakang tubuh Andro, Andro membalikkan tubuhnya ke arah sumber suara dan mendapati wanita yang melahirkannya itu sudah berdiri di belakangnya. Andro menatap wanita itu dengan tatapan tajam lalu berniat meninggalkan tempat itu, tapi nyonya Miranda berlari lalu meraih tangan putra bungsunya itu. Langkah kaki Andro pun terhenti.


"Mama ingin bicara sebentar denganmu, And!" ucapnya.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi!' tukas Andro.


"Mengapa kamu begini, sayang? Apa kamu sudah tidak menganggap mama lagi?" rengek nyonya Miranda.


"Orang tuaku sudah meninggal setahun yang lalu!" ucap Andro. Ucapan Andro itu membuat nyonya Miranda tersentak.


"Andromeda!" tegurnya.


"Maaf, aku harus pergi sekarang!" pamit Andro, tapi nyonya Miranda malah mengencangkan pegangannya di tangan Andro karena tidak ingin membiarkan Andro pergi.


"Lepaskan tanganku!" pinta Andro.


"Tidak! Mama tidak akan melepaskan tanganmu sampai kapan pun!" ucap nyonya Miranda tegas.


"Jangan memaksaku untuk bertindak kasar!" ancam Andro.


"Mama hanya ingin bicara sebentar denganmu, sayang!" Nyonya Miranda kembali merengek pada Andro.


"Sudah kubilang kalau tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi!" sentak Andro.


"Sekali ini saja, And! Mama janji tidak akan mengganggumu lagi!" janji nyonya Miranda. Andro terdiam, ia kembali menatap ibu kandungnya itu dengan tatapan tajam.


"Cepat katakan yang ingin anda katakan, aku tidak punya banyak waktu!" perintah Andro. Nyonya Miranda meraih tangan Andro perlahan, tapi Andro menghempaskan tangannya itu hingga terlepas dari genggaman tangan ibunya.


"Mama sangat merindukanmu, sayang!" ungkap nyonya Miranda. Andro tidak merespon ucapan ibu kandungnya itu sedikitpun.


"Mama dengar kamu sudah menikah!" ucap nyonya Miranda. Akhirnya ucapan nyonya Miranda berhasil menarik perhatian Andro, Andro melirik tajam ke arah wanita yang melahirkannya itu.


"Mengapa kamu tidak mengundang mama ke pernikahanmu itu?" tanya nyonya Miranda.


"Jangan mengusik keluargaku!" tukas Andro. Nyonya Miranda tersentak.


"Mama tidak mungkin mengusik kebahagiaan anak kesayangan mama!" bantah nyonya Miranda. Andro menghela nafasnya dengan kasar.


"Jangan pernah masuk ke dalam kehidupan pribadiku, apalagi kalau sampai mengganggu istriku, aku tidak akan tinggal diam!" ancam Andro. Nyonya Miranda terdiam, ia hanya memandangi wajah tampan putranya itu dengan mata yang berkaca-kaca.


"Mengapa kamu berubah sebanyak ini, And?" tanya nyonya Miranda dengan suara yang bergetar.


"Dulu kamu pribadi yang sangat lembut, kamu memperlakukan mama dengan sangat baik, bahkan kamu sangat menjaga mama, tapi sekarang kamu sudah banyak berubah!" ungkap nyonya Miranda. Andro mengalihkan pandangannya dari wajah ibunya itu, ia tampak sudah muak dengan ucapan nyonya Miranda.

__ADS_1


"Apa kamu sudah tidak menyayangi mama lagi?" lanjut nyonya Miranda. Andro tidak bergeming, ia tidak menjawab pertanyaan ibunya itu, dan tidak menatapnya sama sekali.


"Bagaimana dengan Clarissa?" tanya nyonya Miranda lagi. Andro tersentak mendengar sebuah nama yang disebutkan ibunya itu.


"Apa kamu sudah tidak mencintainya lagi sehingga kamu bisa menikah dengan wanita lain?!" lanjut nyonya Miranda. Andro kembali menatap nyonya Miranda dengan tatapan tajam.


"Jangan pernah ikut campur dengan kehidupanku!" tegas Andro.


"Dia masih mencintaimu, And! Dia datang ke mama untuk mencarimu!" ungkap nyonya Miranda.


"Kami sudah lama selesai!" seru Andro.


"Hanya dalam waktu hampir 1 tahun kamu bisa melupakan wanita yang sangat kamu cintai itu?!" ucap nyonya Miranda tak percaya.


"Dia yang memilih hal itu!" tukas Andro.


"Hanya karena dia tidak ingin berbicara denganmu sebentar, kamu menganggap kalau dia memilih untuk berpisah?" ucap nyonya Miranda lagi.


"Aku tidak perlu menjelaskan apa-apa kepada anda!" sahut Andro.


"Anda tidak perlu repot-repot memikirkan kehidupan orang lain, pikirkan saja kejahatan kalian!" lanjutnya. Andro beranjak dari tempat duduknya dan hendak meninggalkan ibu kandungnya itu.


"Perempuan itu pasti sudah melakukan sesuatu padamu sampai kamu bisa dibutakan oleh cintanya!" seru nyonya Miranda. Ucapan nyonya Miranda membuat langkah Andro terhenti, Andro kembali menatap tajam ke arah ibunya itu.


"Jangan pernah menghina istriku!" ucapnya dengan nada bicara mengancam. Nyonya Miranda terdiam sejenak sambil memandangi wajah putranya itu.


"Mama akan mengatur waktu agar kamu dan Clarissa bisa bertemu." ucap nyonya Miranda pelan.


"Tidak perlu!" seru Andro.


"Dia sudah bagian dari masa laluku!" lanjutnya.


"Dan berhenti mencampuri hidupku!" ucap Andro.


"Ingatlah kalau kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa!" tambahnya. Andro berlalu dari hadapan ibunya itu.


"Kalau aku tidak bisa membawamu kembali, aku akan membuat istrimu yang mengembalikanmu padaku, anakku sayang!" gumam nyonya Miranda sambil tersenyum getir.


...

__ADS_1


__ADS_2