UNBREAKABLE RIDE

UNBREAKABLE RIDE
BAB 5


__ADS_3

"Aku..."


"Apa aku harus mengungkapkan yang sebenarnya pada Andro?" tanya Julia pada dirinya sendiri.


"Bagaimana kalau setelah mengetahuinya, dia kehilangan respect padamu?" lanjutnya.


"Apa seharusnya kusembunyikan saja semuanya dari Andro?" Julia bimbang. Julia memperhatikan kedua mata Andro yang sedang menatapnya.


"Dia pria yang baik, sudah seharusnya dia tidak berurusan dengan wanita yang penuh konflik sepertiku!" ucap Julia lagi.


"Aku harus bicara jujur padanya! Kalau setelah ini dia memilih pergi, itu sudah sewajarnya terjadi!" tegas Julia. Ia menghela nafasnya perlahan.


"Melecehkanku." ucap Julia akhirnya. Julia memperhatikan reaksi Andro.


"Denis sudah sering melakukan pelecehan seksual padaku." ungkap Julia.


"Tidak hanya Denis, ayah tiriku juga sering melakukannya padaku." tambahnya. Julia kembali menantikan reaksi dari Andro, Julia berpikir Andro akan terkejut mendengar ceritanya, tapi Andro malah bersikap tenang dan hanya terus memandanginya dengan ekspresi wajah serius. Julia menundukkan kepalanya, ia merasa malu mengungkapkan aibnya itu di hadapan Andro.


"Ceritakan lebih jelas!" pinta Andro. Julia tersentak, ia mengangkat kepalanya dan kembali menatap Andro.


"Ceritakan padaku semua yang kau alami selama ini!" Andro memperjelas permintaannya. Julia menghela nafasnya perlahan.


"Setelah ibuku meninggal dunia setahun yang lalu, aku menjadi pelampiasan nafsu ayah dan kakak tiriku." ungkap Julia. Ia mengambil jeda beberapa detik untuk melihat reaksi Andro, tapi Andro tidak memberikan reaksi apa-apa, ia masih saja terlihat tenang dan menyimak perkataan Julia dengan seksama.


"Aku sudah beberapa kali melakukan hubungan intim dengan mereka." lanjut Julia, ia menundukkan kepalanya karena malu dengan cerita hidupnya sendiri.


"Sudah berapa lama kamu tidak tinggal dengan mereka?" tanya Andro.


"Sekitar 6 bulan." jawab Julia.


"Mengapa kamu memerlukan waktu 6 bulan untuk pergi dari mereka?" tanya Andro lagi. Julia mengangkat kepalanya.


"Mengapa kamu memerlukan waktu 6 bulan sejak ibumu meninggal dunia untuk kabur dari mereka?" Andro memperjelas pertanyaannya.


"Mengapa tidak dari awal ketika mereka melakukan pelecehan seksual padamu, kamu pergi dari rumah dan tidak tinggal bersama mereka?" tambah Andro.


"Aku ingin menyelesaikan pendidikan SMA-ku!" jawab Julia.


"Kupikir, kalau aku memiliki ijazah SMA-ku, aku bisa bekerja lebih baik dari sekarang." terangnya.


"Kamu menahan semuanya hanya karena sebuah ijazah?" tanya Andro tak percaya. Julia menganggukkan kepala. Andro menghela nafasnya.


"Maaf!" ucap Julia sambil kembali menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku tahu, kamu pasti berpikir kalau aku sangat bodoh." lanjutnya.


"Aku memang sangat bodoh, saat itu kupikir tinggal sedikit lagi, aku hanya perlu bertahan sedikit lagi!" aku Julia.


"Tapi akhirnya aku pun tidak mendapatkan ijazah itu karena ternyata aku tidak bisa menahannya lagi!" ungkapnya. Julia tertawa getir.


Andro beranjak dari tempat duduknya, melangkah perlahan ke arah Julia dan berdiri tepat di hadapan Julia. Julia mengangkat kepalanya dan menatap Andro.


"Kamu bilang, kamu baru akan lulus SMA tahun ini?" tanya Andro. Julia menganggukkan kepalanya.


"Berarti umurmu baru 17 atau 18 tahun?" tanya Andro.


"18 tahun!" jawab Julia.


"Kamu harus hormat padaku, umurku jauh di atasmu!" canda Andro. Julia tersentak.


"Mulai sekarang aku akan bertanggung jawab dengan hidupmu!" tegas Andro tiba-tiba, ia menepuk-nepuk kepala Julia beberapa kali, kemudian berlalu dari hadapan Julia, dan hendak keluar dari unit apartemennya. Jantung Julia berdebar lebih cepat dari sebelumnya.


"Kamu mau ke mana? Kamu belum cerita, mengapa kamu bisa berada di hadapanku saat aku bermimpi buruk?" tanya Julia sesaat sebelum Andro keluar dari apartemen itu.


"Kamu bilang, kamu akan pergi ke tempat temanmu?!" tambahnya.


"Tadinya aku mau pergi ke rumah salah satu temanku, tapi kupikir lebih baik aku tetap tinggal di sini!" jawab Andro. Andro menoleh ke arah Julia.


"Beristirahatlah kembali!" seru Andro.


"Kamu tidak perlu ketakutan, aku berjaga di luar!" lanjutnya.


Andro keluar dari unit apartemen miliknya itu. Ia berdiri di samping pintu, lalu perlahan Andro menyandarkan punggungnya ke tembok.


"Bajingan!" umpatnya pelan. Ia menghela nafasnya dengan kasar.


"Ternyata dunia ini sudah penuh dengan bajingan-bajingan brengsek seperti mereka!" batinnya. Andro mengambil rokoknya dari saku celananya dan mulai menikmati rokoknya itu.


...


Andro mengantarkan Julia ke restoran, tempatnya bekerja.


"Terima kasih... Kak Andro!" ucap Julia kikuk sambil memberikan helm milik Andro setelah ia turun dari motor besar kesayangan Andro.


"Hubungi aku kalau jam kerjamu sudah selesai, aku akan menjemputmu!" pesan Andro. Julia menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian Andro berlalu dari hadapan Julia dan menghilang di persimpangan jalan.


Julia masuk ke dalam restoran, tempat kerjanya dengan ceria, untuk pertama kali di dalam hidupnya, akhirnya ada seseorang yang bersedia melindunginya dari kakak tirinya itu.

__ADS_1


"Kamu berkencan dengannya?" tanya nyonya Rita, pemilik restoran tempat Julia bekerja. Julia terkejut dengan kemunculan nyonya Rita secara tiba-tiba dari balik pintu.


"Kamu berkencan dengan anak motor itu?" Nyonya Rita memperjelas pertanyaannya.


"Ti.. tidak, nyonya!" jawab Julia. Nyonya Rita menatapnya curiga.


"Mengapa kamu diantar olehnya tadi?" tanya nyonya Rita lagi.


"A.. aku...." Julia bingung hendak menjawab apa, tidak mungkin baginya menceritakan kalau sekarang ia tinggal di apartemen milik Andro.


"Aku hanya menumpang..." Belum sempat Julia menyelesaikan kalimatnya, nyonya Rita sudah memotongnya.


"Jauhi pria brengsek seperti itu!" seru nyonya Rita. Julia tersentak.


"Dia akan menimbulkan banyak masalah dalam hidupmu, Julia!" tambah wanita berumur 50 tahunan itu.


"Ta.. Tapi dia sangat baik padaku, nyonya!" tukas Julia.


"Semua orang pasti akan memberikan kesan yang baik di awal perkenalan, tapi dari wajahnya saja sudah terlihat kalau dia itu pria brengsek!" terang nyonya Rita. Lagi-lagi Julia terkejut mendengar penilaian majikannya itu terhadap Andro.


"Dia itu anggota genk motor yang sering meresahkan lingkungan sini!" ungkap nyonya Rita. Julia tidak merespon apa-apa, ia hanya bisa diam.


"Kalau kamu tidak menjauhinya, aku akan memecatmu!" ucap nyonya Rita. Julia tersentak.


"Ta.. Tapi nyonya..."


"Aku tidak mau dia membuat keributan atau membawa dampak yang buruk untuk restoranku ini!" seru nyonya Rita sambil berlalu dari hadapan Julia.


Julia memulai pekerjaannya, ia membersihkan setiap meja dan lantai di restoran itu, tak lama kemudian terdengar suara berisik dari luar, beberapa motor melintas di jalan yang berada di depan restoran. Julia memperhatikan kumpulan motor-motor itu yang ternyata adalah genk motor Andro.


"Kamu lihat pria-pria brengsek dan tidak berguna itu!" seru nyonya Rita mengarah ke genk motor Andro yang baru saja melintas.


"Mereka sepertinya akan membuat keributan lagi di ujung jalan sana!" lanjutnya. Julia memperhatikan Andro dan genk motornya yang menuju ke arah yang di maksud oleh nyonya Rita.


"Kudengar mereka suka bertengkar dengan genk motor lain dan juga membunuh musuhnya dengan sadis!" ungkap nyonya Rita. Ucapan nyonya Rita itu membuat jantung Julia berdebar lebih kencang dari sebelumnya.


"Apa kamu mau memiliki kekasih yang suka membuat keributan dan membunuh orang?" sindir nyonya Rita. Julia terdiam mematung, perasaannya terasa campur aduk tak karuan.


"Kalau kamu tidak percaya dengan ucapanku, pergi saja kamu ke daerah perbatasan sana!" ucap nyonya Rita.


"Mereka sering berkelahi di sana dan kalau kamu beruntung, kamu akan melihat bagaimana mereka berusaha saling membunuh!" tambahnya dengan suara sedikit berbisik. Dada Julia mulai terasa sesak, ia takut kalau apa yang diucapkan oleh nyonya Rita itu adalah sebuah kebenaran.


...

__ADS_1


__ADS_2