UNBREAKABLE RIDE

UNBREAKABLE RIDE
BAB 14


__ADS_3

Andro mengendarai motornya dengan sangat kencang, ia telah menyelesaikan urusan pentingnya dan sekarang ia ingin segera tiba di rumahnya untuk menghabiskan waktu bersama Julia. Andro naik ke lantai 7 apartemen dengan menggunakan lift, begitu pintu lift terbuka, ia melihat dari kejauhan lantai di depan pintu unit apartemennya tampak sangat berantakan, seketika jantungnya berdebar dengan sangat kencang.


"Julia!" batinnya. Andro berlari sekencang-kencangnya untuk bisa segera mencapai unit apartemennya. Pikirannya bercampur aduk, ia takut terjadi sesuatu pada Julia.


"BRAAK!!" Andro membuka pintu unit apartemennya dengan cepat.


"JULIA!" serunya. Julia yang berada di dalam unit apartemen itu terkejut, tidak hanya Julia, tapi semua yang berada di dalam ruangan itu terkejut mendengar seruan Andro. Andro pun terkejut melihat keadaan unit apartemennya.


"Sedang apa kalian di sini?" tanya Andro. Andro terkejut melihat separuh dari anggota genk motornya berada di dalam unit apartemen miliknya itu.


"Kami sedang berkenalan dengan nyonya besar!" jawab Tian.


"Nyonya besar?" gumam Andro bingung. Melihat Andro yang tampak kebingungan, dengan kompak anggota genk motor yang berada di sana menunjuk ke arah Julia.


"Nyonya besar membuatkan kami cemilan yang enak!" ungkap Aris. Andro mengalihkan pandangannya ke Julia yang masih terdiam terpaku di sudut ruangan.


Andro duduk di antara teman-teman genk motornya itu, Julia hendak mengikutinya tapi Andro melarangnya.


"Duduklah di ranjang!" ucap Andro.


"Jangan bergabung dengan para penyamun ini!" lanjutnya. Julia menuruti perintah Andro dan duduk di ranjang milik Andro.


"Hey!!" protes teman-teman Andro itu. Julia hanya tertawa kecil, ia tidak menyangka kalau Andro yang selama ini selalu terlihat dingin ternyata bisa bercanda juga.


"Mengapa lo tidak pernah memperkenalkan nyonya besar kepada kami?" tanya Dexter.


"Gue tidak ingin dia bermimpi buruk karena bertemu dengan kalian!" jawab Andro.


"Brengsek!" seru Dexter sambil memukul lengan Andro.


"Kami pikir lo tidak menyukai wanita, karena lo tidak pernah terlihat bersama wanita sama sekali!" ucap Tian.


"Sial!" umpat Andro.


"Kami tidak menyangka kalau lo menyimpannya di apartemen!" sambung Aris.

__ADS_1


"Sejak kapan kalian berkencan?" tanya Tian.


"Kami tidak berkencan!" bantah Andro. Bantahan Andro itu membuat semuanya terkejut, termasuk Julia. Tian dan Aris melirik ke arah Julia, Julia menundukkan kepalanya.


"Lo membuat perasaan nyonya besar hancur, And!" ucap Tian dengan suara berbisik agar Julia tidak mendengarnya.


"Gue dan Julia memang tidak berkencan, kalian tanya saja padanya!" tukas Andro. Seketika suasana di ruangan itu menjadi hening, tidak ada yang berani meneruskan pembicaraan itu karena takut Julia akan semakin tersakiti.


"Tapi gue yang akan bertanggungjawab atas hidupnya!" tegas Andro. Julia tersentak. Semuanya menoleh ke arah Andro dan memperhatikannya.


"Percuma kalau kalian hanya bisa mengencaninya tapi tidak bisa bertanggungjawab atas hidupnya!" jelas Andro. Julia menatap Andro dari belakang tubuh Andro. Suasana di ruangan itu memang tetap hening, tapi detak jantung Julia terdengar sangat keras.


"Kalian pikir gue seperti kalian yang hanya bisa meniduri wanita tanpa menikahinya!" sindir Andro. Sindiran Andro itu seketika membuat kericuhan di sana. Julia tersenyum lembut tanpa sepengetahuan Andro dan yang lainnya.


"Lo memang panutan kami, And!" aku Dexter. Ucapan Dexter itu didukung oleh semua anggota genk motor yang berada di sana.


...


Denis masih terus mengamati unit apartemen di lantai 7 milik Andro hingga malam tiba, ia berharap mendapatkan lebih banyak informasi atau kesempatan untuk menemui adiknya yang cantik itu ketika ia sedang sendirian. Denis bersembunyi ketika para anggota genk motor Andro itu keluar dari unit apartemen, tempat Julia tinggal, dan meninggalkan tempat itu dengan motor mereka masing-masing. Denis memperhatikan mereka hingga mereka akhirnya menghilang di persimpangan jalan.


...


Pagi-pagi sekali Andro mendapatkan telepon dari Deska yang ingin bertemu dengannya karena ada hal penting yang ingin didiskusikannya bersama Andro. Andro bergegas bersiap untuk pergi.


"Aku akan pergi sebentar, tetaplah di dalam dan jangan keluar sebelum aku kembali!" pesan Andro pada Julia. Julia menganggukkan kepalanya. Andro bergegas berangkat, ia terlihat sangat terburu-buru.


Julia menunggu kepulangan Andro, tapi sudah berjam-jam Andro tidak juga pulang. Julia membuka lemari pendingin yang ada di apartemen Andro itu dan melihat kalau persediaan makanan milik Andro sudah menipis karena kemarin ia gunakan untuk menjamu teman-teman Andro, Julia akhirnya memutuskan untuk pergi ke mini market terdekat untuk membeli beberapa bahan makanan.


Setelah selesai berbelanja, Julia bergegas kembali ke tempat tinggalnya, tapi ketika ia melintas di depan sebuah gang kecil, seseorang menarik tangannya dan menyeretnya dengan kasar ke dalam gang kecil itu. Julia jatuh tersungkur. Julia mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang melakukan hal itu padanya dan seketika jantungnya terasa seperti berhenti berdetak.


"Kak Denis!" serunya kaget. Denis melemparkan senyuman getirnya pada Julia. Julia segera bangkit.


"Kita bertemu lagi, Julia!" sapa Denis pelan.


"Ma.. Mau apa kamu?!" tanya Julia.

__ADS_1


"Aku ingin mengambil adikku kembali!" jawab Denis.


"Menjauhlah dariku atau kak Andro akan menghajarmu lagi!" ancam Julia. Denis tertawa getir.


"Bukankah dia sedang pergi pagi-pagi sekali?" ucap Denis. Julia tersentak.


"Kamu memata-matai kami?!" seru Julia tak percaya. Sekali lagi Denis tertawa dengan keras.


"Kak Andro tidak akan melepaskanmu kali ini!" ucap Julia memperingatkan Denis.


"Aku tidak takut padanya, Julia! Aku tidak takut pada bocah tengik itu!" seru Denis.


"Kak Andro!" seru Julia. Julia berpura-pura bersikap seperti Andro berada di belakang Denis, Denis yang sebenarnya masih takut dengan Andro, terkejut dan membalikkan badannya. Julia memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri, ia berlari sekencang-kencangnya agar terlepas dari kakak tirinya itu. Julia sengaja memilih jalan yang ramai dilintasi orang agar Denis tidak bisa berbuat jahat padanya.


Dengan nafas yang tersengal-sengal, Julia akhirnya sampai di apartemen, ia menekan tombol lift dengan cepat.


"Kumohon, cepatlah!" gumam Julia, ia menunggu pintu lift itu terbuka. Julia terlihat sangat ketakutan karena lingkungan apartemen itu sangat sepi, ia takut Denis masih mengejarnya dan menangkapnya di sana.


"Julia!" Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Julia. Julia menjerit dengan sangat keras.


"Hei! Hei!" tegur orang itu yang ternyata adalah Andro.


"Kamu kenapa?" tanya Andro yang bingung melihat Julia begitu ketakutan.


"De.. Denis!" ucap Julia terbata-bata. Andro menangkap firasat buruk dari sepenggal kata yang diucapkan Julia itu.


"Aku bertemu Denis di dekat sini!" ungkap Julia akhirnya. Andro tersentak.


"Denis nyaris menangkapku!" lanjutnya. Mata Julia mulai terlihat berkaca-kaca.


"Sepertinya dia sudah mengetahui tempat tinggal kita!" ucap Julia.


"Dia bahkan tahu kalau kamu pergi pagi-pagi sekali!" ungkapnya.


"Aku tidak akan pernah lepas darinya, kak!" ucap Julia dengan suara bergetar. Air mata Julia mulai mengalir membasahi pipinya.

__ADS_1


...


__ADS_2