
Sudah menjadi hukum alam, jika ada satu usaha yang terlihat sukses maka akan banyak orang mencoba untuk meniru.
Hal ini terjadi pada usaha fly car yang sedang trend, tiba-tiba bermunculan pengusaha pengusaha musiman yang menawarkan jasa fly car dengan harga murah.
Para pengusaha musiman ini menekan biaya operasi dengan menggunakan pilot yang baru lulus serta mengurangi biaya perawatan kendaraan.
Bukan itu saja, para pengusaha fly car musimam ini juga sering melanggar aturan yang ditetapkan, yakni jarak tempuh minimal 15 km dan maksimal 60 km.
Bahkan jumlah penumpang yang seharusnya maksimal 4 orang termasuk pilot, bisa menjadi 5-6 orang penumpang.
Dengan kondisi yang tidak aman seperti itu, bagi kalangan menengah atas tentu masih memilih perusahaan-perusahaan fly car resmi dan terpercaya.
Berbeda dengan kalangan menengah ke bawah, mereka lebih mengutamakan mencari harga murah ketimbang keselamatan penerbangan.
Akibat menjamurnya pengusaha fly car musiman ini, terjadi banyak kecelakaan di udara dan sebagian besar penumpang dan pilotnya harus merenggang nyawa.
Dampaknya juga terasa bagi perusahaan fly car yang menerapkan standar keamanan tinggi. Di perjalanan mereka harus berhati-hati terhadap resiko tabrakan dengan para pilot pemula.
Musi Corporation melalui perusahaannya "Merpati Fly Car" mengajukan keberatan kepada pihak berwenang atas menjamurnya pengusaha pengusaha musiman ini.
Namun sayangnya, niat baik Musi Corporation untuk memberi jaminan keselamatan kepada penumpang dipandang beberapa pihak sebagai upaya memonopoli usaha transportasi Fly Car.
Karena semakin hari berkendara Fly Car semakin beresiko, banyak pelanggan "Merpati Fly Car" memilih melakukan mobilisasi dengan perjalanan darat.
Abang Musa yang dipercaya sebagai pimpinan divisi transportasi Musi Corporation, terpaksa merumahkan beberapa pilotnya akibat sepi penumpang.
Kendaraan Fly Car yang jumlahnya puluhan ribu banyak yang terbengkalai. Sebagian kendaraan ini dialih-fungsikan mendukung mobilitas perusahaan di daerah terpencil yang masih sepi lalu lintas udaranya.
Hancurnya usaha fly car ini, tentu sangat mengecewakan Abang Musa. Dan puncaknya Abang Musa menemui ayahnya Tuan Malik Abdullah untuk mengajukan permohonan mengundurkan diri.
Pada awalnya permintaan Abang Musa ini ditolak Tuan Malik Abdullah, namun Abang Musa tetap ngotot dengan keinginannya.
Abang Musa juga beralasan selepas berhenti dari Musi Corporation, dia akan melanjutkan pendidikan masternya di luar negeri.
Setelah tiga hari, akhirnya luluh juga hati Tuan Malik Abdullah. Abang Musa dipersilahkan untuk mengundurkan diri dan melanjutkan studinya ke luar negeri.
__ADS_1
Posisi yang ditinggalkan oleh Abang Musa untuk sementara dipegang oleh pamannya Muhammad Abdullah.
Dengan demikian, Muhammad Abdullah memegang jabatan rangkap, karena posisinya selama ini adalah sebagai Pimpinan Divisi Properti.
*******
Abang Musa
Abang Musa merupakan putra kedua Tuan Malik Ibrahim. Dia adik Abang Idris dan kakak dari Ustadz Hanafi.
Sejak sekolah dasar, Abang Musa dikenal selalu berprestasi baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Dari kelas 1 SD hingga tamat SMA, Abang Musa selalu ranking di kelasnya. Sehingga wajar selepas SMA dia diterima masuk di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Di luar studinya, Abang Musa juga berprestasi dalam cabang olahraga pencak silat. Bahkan Abang Musa pernah menjadi juara silat tingkat Nasional.
Jarak usia Abang Musa dengan Ustadz Hanafi sekitar 4 tahun. Sejak kecil Ustadz Hanafi selalu mendapat pembelaan dari Abang Musa, terutama jika ada temannya yang jahil kepadanya.
Abang Musa baru sekitar 1,5 tahun menikah. Dari pernikahannya tersebut, ia memiliki seorang bayi laki-laki yang diberi nama Panji Habibie.
Istri Abang Musa bernama Sandra, yang merupakan teman satu kuliahnya di ITB. Sandra merupakan seorang pegawai pemerintahan di pemprov Jawa Barat.
Salah satu sifat yang menjadi ciri Abang Musa adalah sangat disiplin dan pantang menyerah.
Mundurnya Abang Musa dari Musi Corporation, sebetulnya sangat mengagetkan bagi mereka yang mengenal sosok dirinya.
Namun mungkin saja, tekanan yang dialami Abang Musa sangat berat. Penurunan drastis pendapatan Merpati Fly Car mungkin telah membuatnya down.
*******
Presiden Habibie
Beberapa bulan yang lalu, ketika Abang Musa mengadakan syukuran atas kelahiran anaknya, Ustadz Hanafi sempat berdialog dengan kakaknya itu.
"Mengapa anak abang diberi nama Panji Habibie" tanya Ustadz Hanafi ingin tahu
"Panji maknanya mengayomi, sedang Habibie nama salah seorang Presiden di Indonesia pada masanya" jawab Abang Musa.
__ADS_1
"Jadi Panji Habibie itu adalah seorang yang bisa mengayomi seperti bapak Habibie" ujar Abang Musa menambahkan.
"Menurut Abang... Apa jasa terbesar bapak Habibie bagi Bangsa Indonesia?" tanya Ustadz Hanafi.
"Kalau jasa bagi bangsa, tentu sangat banyak. Terutama dalam perkembangan iptek di Indonesia" jawab Abang Musa.
"Namun yang paling istimewa, karena bapak Habibie berhasil menyelamatkan Bangsa Indonesia dari kondisi krisis" ucap Abang Musa dengan serius.
Habibie atau nama lengkapnya Bacharuddin Jusuf Habibie, kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Habibie merupakan Presiden Republik Indonesia yang ketiga.
Sebelumnya, Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-7, yakni menggantikan Try Sutrisno.
Habibie menjadi Presiden Indonesia setelah menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998.
Habibie sendiri digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai Presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999.
Dengan demikian lama masa jabatan Habibie sebagai Presiden sangat singkat yakni selama 1 tahun 5 bulan.
Namun meskipun singkat, Habibie dipandang mampu membawa Bangsa Indonesia keluar dari krisis.
Salah satu indikasinya adalah keberhasilan memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar. Dari awalnya berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000, menjadi Rp 6500 per dolar AS di akhir masa pemerintahannya.
Habibie juga dikenal sebagai sosok yang jenius. Ada informasi yang menyatakan Habibie memiliki IQ 200, yang melebihi IQ dari seorang ilmuan dunia Albert Einstein yang mencapai 160.
Berkat kejeniusannya, Habibie berhasil menciptakan rumus 'Faktor Habibie' yang digunakan untuk menghitung keretakan atau krack propagation on random pada pesawat terbang.
Penemuan rumus ini, telah membuat Habibie mendapatkan julukan sebagai 'Mr Crack' di kalangan dunia penerbangan internasional.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, Habibie sempat menetap di Jerman. Ketika era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, Habibie kembali aktif sebagai penasihat presiden.
Melalui organisasi Habibie Center, Habibie bersama beberapa tokoh lainnya mengawal proses demokratisasi di Indonesia.
Habibie menghebuskan nafas terakhirnya di Jakarta, pada 11 September 2019 di usia 83 tahun.
Sejak masih kecil, Abang Musa sangat mengidolakan sosok Habibie. Sehingga tidak mengherankan jika anak laki-laki pertamanya dia beri nama Panji Habibie.
Ustadz Hanafi berharap, kelak keponakannya ini bisa menteladani sosok Bacharuddin Jusuf Habibie. Seorang yang cerdas, namun sekaligus taat dalam menjalankan ibadah sebagai seorang muslim.
__ADS_1