
Hari ini Kamis 8 Februari 2046 Masehi atau bertepatan dengan tanggal 2 Rabi'ul Akhir 1468 Hijriyah.
Tiga sekawan Putri Aziza, Hafsah dan Nadia meninggalkan kota Palembang. Sesampai di Bandar Udara Internasional Sukarno Hatta, Putri Aziza melanjutkan perjalanan ke Brunei Darussalam.
Putri Aziza menginformasikan bahwa ia mau menjenguk ibunda dari Putri Dayang Mariam yang masih dalam perawatan karena sakit.
Hafsah dan Nadia sebetulnya ikut diajak Putri Aziza ke Brunei Darussalam, namun mereka tidak di ijinkan dikarenakan Yayasan Amal Musi Corporation kedatangan beberapa pengurus pondok pesantren dari daerah.
Para pengurus Pondok Pesantren ini rencananya mau studi banding terutama terkait program Pesantren Manula yang dipelopori oleh Nadia.
Begitu sampai di Bandara, Hafsah dan Nadia sudah dijemput oleh mobil milik Yayasan Amal Musi Corporation tempat mereka bekerja.
"Nadia, tolong kamu siapkan data-data terkait Pondok Pesantren Manula, yaa" Ujar Bunda Aisyah Ismail pimpinan Yayasan melalui telepon.
"Siap bu de" ucap Nadia, yang merupakan keponakan dari Bunda Aisyah.
"Kamu nanti dibantu Hafsah, sekitar jam 10.30 presentasi di hadapan pengurus pesantren yaa" kata Bunda Aisyah lagi.
"Jam 10:30 bu de?" ucap Nadia kaget sambil melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan waktu 7.30.
"Iya, tolong disiapkan terutama yang berhubungan dengan Pesantren Manula" kata Bunda Aisyah lagi.
"Iyaa, Bu De siap" jawab Nadia agak gugup.
Nadia pun bergerak cepat, selama perjalanan dari Bandara ke kantor Yayasan, dia dibantu Hafsa sibuk mengimpulkan data-data terkait program Pesantren Manula.
Untuk dipahami, presentasi di tahun 2046 semuanya sudah berbentuk digital dengan tampilan visual melalui layar datar, sebagian lagi lewat pemaparan 3 dimensi (hologram).
Dikarena hal tersebut, kevalidan data sangat penting. Sebab jika data yang diambil asal asalan maka sistem akan mendeteksinya, hingga saat presentasi visual data menampakkan banyak error.
Sesampai di kantor Yayasan, Nadia langsung menuju ruang administrasi Yayasan, untuk melapor bahwa mereka sudah datang sekaligus mengumpulkan data-data tambahan untuk presentasinya nanti.
Sementara Hafsah menuju lantai 10, yang merupakan ruang ketua Yayasan. Di sana Hafsah menemui Bunda Aisyah untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.
Sekitar pulul 9.30, nampak beberapa kendaraan berdatangan masuk halaman kantor Yayasan Amal Musi Corporation.
Mereka yang datang adalah peserta studi banding dari beberapa pondok pesantren di Banten dan Jawa Barat.
__ADS_1
Nampak di pintu masuk sudah menunggu Bunda Aisyah dan Hafsah untuk menerima tamu, sementara Nadia masih sibuk membuat persiapan presentasi.
"Ibu Aisyah, masih ingat saya" kata ketua rombongan studi banding.
Bunda Aisyah agak keget, dihadapannya ada seorang ibu-ibu yang wajahnya tidak asing lagi. Sambil mengingat-ngingat, dia bertambah heran karena di samping ibu tersebut ada Ustadzah Halimah, Sang Penyelamat Perusahaan.
"Ibu Aisyah, ini bunda saya, adik dari bapak Zainal Akbar" kata Ustadzah Halimah memberi penjelasan.
"ohh iyaa, ini tantenya Sandra kan?" kata Bunda Aisyah menyebut nama menantunya.
"Iya ibu.. Assalamualaikum" kata pimpinan rombongan itu merangkul Bunda Aiayah.
"Wa alaikum salam" jawab Bunda Aisyah sambil membalas rangkulan besannya itu.
Bunda Aisyah pun, mempersilahkan rombongan untuk masuk ke dalam kantornya. Rombongan studi banding yang sebagian besar ibu-ibu itu diajak Bunda Aisyah ke ruang presentasi kantor.
Hafsah tidak menyangka bakal bertemu Ustadzah Halimah sahabatnya. Mereka menjadi akrab, ketika bersama-sama membantu Putri Aziza melakukan penelitian.
Sepanjang perjalanan menuju ruang presentasi, nampak Hafsah dan Ustadzah Halimah saling bercerita pengalaman mereka dalam beberapa hari belakangan ini.
Di ruang presentasi, nampak sudah menunggu Nadia bersama timnya. Sementara, waktu baru menunjukkan pukul 10.00, artinya lebih cepat 30 menit dari yang direncanakan.
Bunda Aisyah merasa Nadia belum sepenuhnya siap, oleh karenanya dia meminta Hafsah agar membuka dahulu acara, kemudian dilanjutkan penjelasan secara umum profil Yayasan Amal Musi Corporation.
Setelah berbicara sekitar 30 menit, dan Nadia nampak telah siap dengan presentasinya. Bunda Aisyah kemudian menyelesaikan pembicaraannya. Selanjutnya Hafsah mempersilahkan Nadia menyampaikan presentasi terkait Pesantren Manula.
Sebagai pelopor program dan langsung terjun ke lapangan, sangat membantu Nadia dalam memaparkan seluk beluk Pesantren Manula di hadapan para tamu.
Presentasi pada hari itu berjalan sukses, nampak peserta studi banding antusias menyimak pemaparan dari Nadia, sepupu Ustadz Hanafi ini.
*******
Puasa Senin Kamis
Di hari yang sama, Ustadz Hanafi masih disibukkan dengan rutinitas pekerjaannya sebagai pimpinan divisi e-commerce Musi Corporation.
Seperti kebiasaannya, di hari itu Ustadz Hanafi berpuasa sunnah senin kamis.
Makan sahur dilakukan Ustadz Hanafi di masjid AHM 19. Pihak masjid setiap hari senin dan kamis, menyiapkan masakan khusus bagi jamahnya yang mau berpuasa sunnah.
__ADS_1
Demikian juga saat berbuka puasa, pihak masjid menyiapkan makanan pembuka. Para jamaah dipersilahkan dulu berbuka ala kadarnya, sebelum mereka melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah.
Kebiasaan berpuasa sunnah, sudah dijalankan Ustadz Hanafi sejak masih sekolah di tingkat menengah atas.
Kegiatan ini semakin intensif dia lakukan, saat ia masuk perguruan tinggi.
Teman-teman kuliah Ustadz Hanafi sangat paham dengan kebiasaannya ini. Terkadang beberapa temannya, memberi Ustadz Hanafi makanan buat berbuka.
Melalui puasa sunnah, Ustadz Hanafi bisa lebih berhemat saat masih menjadi mahasiswa.
Meski Ustadz Hanafi berasal dari keluarga berada, namun saat kuliah, ayahnya memberi uang secukupnya saja.
Hal inilah yang mendorong Ustadz Hanafi berpuasa dan mencari uang tambahan dengan berwirausaha.
Ustadz Hanafi, pernah beberapa bulan menjadi seorang distributor hasil pertanian. Dia mendatangi langsung para petani, kemudian produk pertanian yang dia dapat di kemasnya dengan rapi.
Produk pertanian dalam kemasan ini, kemudian dia pasarkan ke supermarket dan toko-toko penjual sayuran. Ada lagi yang dia jual secara online.
Usahanya sempat maju, namun banyak memakan waktu. Akhirnya usaha tersebut Ustadz Hanafo hentikan di tengah jalan.
Kembali ke permasalahan puasa senin kamis, secara difinisi puasa senin kamis merupakan puasa sunnah yang dilakukan dua hari (senin dan kamis) pada setiap pekannya.
Keutamaan dari puasa sunnah ini selain dapat menghapus kesalahan juga meninggikan derajat bagi pengamalnya.
Adapun dalil pendukung puasa senin kamis, dapat dilihat dari hadits yang diriwayatkan an nasai dan ibni majah berkut ini.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis.”
Selain itu ada dalil lain dari riwayat Muslim yang menyatakan.
Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab.
“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.”
Dalam riwayat hadits muslim yang lain.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
__ADS_1
“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya.
Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.”